
INFORMASI CIREBON - Kantor berita Rusia merujuk pada pernyataan pejabat Kremlin yang menyebutkan bahwa pasukan Moskow berhasil memperoleh Kota Myrnohrad, Rodynske, dan Artemivka di wilayah Donetsk Ukraina.
Pernyataan lain di Telegram menyebutkan, Komandan pasukan Rusia memberi laporan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa prajurit Kremlin mulai menguasai Kota Huliaipole dan Stepnohirsk di wilayah Zaporizhia.
Di akhir tahun 2025, pasukan Rusia terus berusaha memperluas wilayah yang mereka kuasai dengan melakukan pembersihan terhadap tentara Ukraina.
Namun, militer Ukraina menyatakan dalam laporan harian mereka bahwa pasukan Kiev berhasil menghalangi upaya Rusia untuk melanjutkan serangan di sekitar Myrnohrad dan Huliaipole.
Serangan balasan pasukan Ukraina menyebabkan pasukan Rusia melakukan pengunduran diri. Keadaan ini mengakibatkan beberapa wilayah menjadi zona netral, di mana pasukan Rusia dan tentara Ukraina memiliki kekuatan yang seimbang.
Sementara itu, militer Rusia terus melakukan serangan udara dengan memanfaatkan drone dan rudal yang mengarah langsung ke Kiev, ibu kota Ukraina.
Sekurang-kurangnya dua orang meninggal di Kiev dan sekitarnya setelah pasukan Rusia melakukan serangan besar-besaran menggunakan ratusan rudal dan drone.
Serangan Rusia terjadi menjelang pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam rangka menyusun strategi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama hampir empat tahun.
Serangan tersebut juga melukai paling sedikit 46 orang, termasuk dua anak, menurut sumber resmi Ukraina.
Zelensky yang sedang menuju pertemuan dengan Trump di Florida, menyatakan bahwa Rusia telah melepaskan hampir 500 drone dan 40 rudal, menyerang infrastruktur energi serta warga sipil.
Perusahaan listrik negara Ukraina, Ukrenergo, menyatakan bahwa instalasi energi di seluruh wilayah Ukraina menjadi sasaran serangan, sehingga kebijakan pemadaman listrik darurat diberlakukan di seluruh kota ibu kota.
DTEK, perusahaan energi swasta terbesar di Ukraina, menyatakan bahwa serangan tersebut telah mengakibatkan lebih dari satu juta keluarga di dalam dan sekitar ibu kota Kiev kehilangan pasokan listrik.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksii Kuleba menyatakan bahwa lebih dari 40 persen rumah tinggal di Kiev tidak memiliki sistem pemanas, dengan suhu mencapai sekitar 0 derajat Celsius (32 derajat Fahrenheit) pasca-serangan.