Mengerikan! Di Bawah Pemerintahan Prabowo, Aktivis dan Influencer Diancam Mati hingga Tewas dengan Ayam, Netizen Marah! -->

Mengerikan! Di Bawah Pemerintahan Prabowo, Aktivis dan Influencer Diancam Mati hingga Tewas dengan Ayam, Netizen Marah!

31 Des 2025, Rabu, Desember 31, 2025
Mengerikan! Di Bawah Pemerintahan Prabowo, Aktivis dan Influencer Diancam Mati hingga Tewas dengan Ayam, Netizen Marah!

Bengkalispos.com– Penindasan terhadap suara-suaranya para kritikus di media sosial dilaporkan meningkat drastis pada akhir tahun 2025. Beberapa aktivis lingkungan dan pembuat konten (influencer) yang sering mengeluarkan kritik terhadap kebijakan pemerintah melaporkan adanya tindakan kekerasan fisik yang ditujukan pada rumah pribadi mereka.

Salah satu kejadian yang menonjol menimpa aktivis hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. Pada Senin, 30 Desember 2025, rumah Iqbal menerima sebuah kotak aneh yang berisi mayat ayam.

Dalam kotak tersebut, ditemukan pesan ancaman yang mengingatkan korban untuk lebih berhati-hati dalam berbicara agar tidak mengalami nasib yang sama dengan bangkai itu. Greenpeace Indonesia mengecam tindakan ini secara keras dan menyebutnya sebagai bentuk nyata pembungkaman ruang kebebasan sipil.

"Kekerasan ini merupakan upaya yang tidak berani untuk menutup mulut kritik. Kami mengharapkan aparat penegak hukum segera menyelidiki secara tuntas pelaku serta pihak-pihak yang terlibat dalam ancaman ini," demikian pernyataan resmi Greenpeace Indonesia dalam rilis persnya.

Aksi serupa juga dirasakan oleh pembuat konten DJ Donny (@dj_donni). Selain menerima kiriman bangkai ayam, kendaraannya sendiri dilaporkan menjadi korban vandalisme dari seseorang yang tidak dikenal. Ancaman fisik ini memperpanjang daftar tekanan terhadap netizen yang aktif memberikan kritik di media digital.

Tidak hanya mereka, para aktivis daninfluencerSherly Annavita juga mengungkapkan masalah yang sama. Melalui akun media sosialnya, Sherly memperlihatkan bukti pelemparan telur busuk ke halaman rumahnya serta tulisan ancaman pada properti miliknya.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam jangka waktu dekat ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat tentang masa depan kebebasan berekspresi di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.

Lembaga hak asasi manusia menganggap bahwa toleransi terhadap tindakan premanisme semacam ini mampu menimbulkan suasana penuh ketakutan (chilling effect) bagi warga sipil yang ingin ikut serta dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Akibat tindakan teror ini, netizen marah, mereka menganggap ancaman dan intimidasi yang dialami aktivis serta pengaruh kritis mirip dengan cara penekanan rezim otoriter Orde Baru.

Mereka kemudian secara bersama-sama mengkritik tindakan vandalisme dan ancaman terhadap aktivis serta pengaruh kritis di media sosial IG.

@brain_spine_surgery_medan: pajak yang tinggi menghimpit, lalu tidak boleh mengkritik, benar-benar menyebalkan.

@fabriko_koko1: mengapa sekarang terasa kembali ke masa Orde Baru, Soeharto 2.0.

@ardhabilIyardha: untuk para donatur sebaiknya ambil ayam milik kalian sendiri, beli langsung lalu bungkus per ekor, setelah itu bekukan dan kirim ke Sumatra yang sedang mengalami musibah, izin saran.

@donny.louis: ORBA jilid 2

@yannieupit: pantau kamera pengawas, orang yang mengganggu jika tertangkap langsung dihukum oleh massa.***

TerPopuler