Militer Inggris dan Norwegia Cari Kapal Selam Rusia di Atlantik Utara -->

Militer Inggris dan Norwegia Cari Kapal Selam Rusia di Atlantik Utara

6 Des 2025, Sabtu, Desember 06, 2025
Militer Inggris dan Norwegia Cari Kapal Selam Rusia di Atlantik Utara
  • Inggris dan Norwegia melakukan patroli bersama menggunakan 13 kapal perang anti-kapal selam guna mengejar kapal selam Rusia serta menjaga keamanan infrastruktur kritis di wilayah Atlantik Utara, terutama di area GIUK Gap.
  • Kegiatan kapal Rusia naik sebesar 30 persen, sehingga Inggris dan negara-negara Nordik-Baltik memperkuat pengawasan, termasuk menjaga kabel komunikasi bawah laut yang mengangkut 98 persen data dunia.
  • Sebelumnya, latihan militer di hutan pegunungan utara Norwegia juga dilaksanakan, sebagai persiapan menghadapi potensi konflik dengan Rusia.

JATENG.COM, LONDON– Rusia dianggap sebagai 'musuh bersama' oleh beberapa negara di Eropa, selain Ukraina.

Tentara Inggris dan Norwegia mengirimkan 13 kapal perang untuk mengejar kapal selam Rusia, dalam operasi bersama yang akan berlangsung beberapa tahun ke depan di sekitar Laut Atlantik Utara.

Selain memantau kegiatan kapal Rusia, patroli ini juga bertujuan menjaga keamanan infrastruktur krusial di Laut Atlantik Utara. Seperti dilaporkan oleh Newsweek, Kamis (4/12).

Tindakan tersebut merupakan bagian dari perjanjian pertahanan yang dianggap penting antara kedua negara. Ke-13 kapal perang yang ditempatkan memiliki kemampuan anti-kapal selam.

Patroli pasukan gabungan juga akan mencakup kawasan perairan antara Greenland, Islandia, dan Inggris—kawasan strategis yang dikenal sebagai GIUK Gap.

Wilayah ini sering dimanfaatkan oleh kapal selam Rusia untuk berpindah menuju Amerika Serikat (AS) atau memasuki wilayah Atlantik.

Di bawah kerja sama ini, Norwegia akan mengirimkan paling sedikit lima kapal perang, sedangkan Inggris akan mengerahkan delapan kapal.

Operasi patroli bersama diperkirakan akan dimulai pada akhir tahun 2020-an atau awal 2030-an, seiring dengan terus berlangsungnya pembangunan fregat tipe 26 pertama yang akan digunakan dalam operasi tersebut.

Pemerintah Inggris melaporkan kenaikan sekitar 30 persen aktivitas kapal Rusia yang bisa membahayakan perairan Inggris dalam jangka dua tahun terakhir.

Di sisi lain, Norwegia yang memiliki perbatasan langsung dengan Rusia sejauh 120 mil juga memperketat keamanan wilayahnya, khususnya karena lokasinya yang dekat dengan pangkalan militer utama Rusia di sekitar Murmansk dan Severomorsk, yaitu wilayah Arktik.

Negara-negara NATO semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman sabotase terhadap infrastruktur bawah laut, seperti kabel komunikasi dan jaringan pipa, yang sangat penting bagi dunia.

Infrastruktur ini mengalirkan sekitar 98 persen data dunia dan menjadi dasar berbagai bidang krusial

Perjanjian patroli bersama ini akan ditandatangani di London pada hari Kamis. Lunna House—kantor pusat Norwegia di Skotlandia selama Perang Dunia II—dipilih sebagai lambang dari kerja sama tersebut.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre, yang sedang melakukan kunjungan ke Inggris, direncanakan akan mengunjungi pangkalan militer Inggris di Lossiemouth, Skotlandia, bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Starmer menekankan bahwa semakin tingginya pengawasan terhadap kapal Rusia menjadikan kerja sama global sebagai keharusan.

"Perjanjian bersejarah ini bersama Norwegia memperkuat kemampuan kami dalam menjaga perbatasan dan infrastruktur kritis yang sangat terkait dengan kedua negara," katanya.

Latihan perang di hutan

Sebelumnya, Inggris bersama beberapa negara sekutunya melakukan latihan perang di hutan pegunungan utara Norwegia, untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi konflik dengan Rusia.

Para perencana militer Inggris berkumpul di kota Bodo—daerah yang dikelilingi oleh laut dan pegunungan salju di Lingkar Arktik—untuk mengikuti latihan perang. Menurut laporan Politico, Jumat (7/11).

Sejak pengambilalihan Crimea pada tahun 2014, Inggris memimpin pembentukan Force Ekspedisi Bersama (JEF), konsorsium yang terdiri dari 10 negara Eropa yang berkomitmen untuk memperkuat pertahanan di wilayah utara.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey memberikan penjelasan mengenai alasan latihan ini kepada Politico saat sedang terbang ke Prancis.

"Negara-negara ini setiap hari hidup berdampingan dengan kekuatan militer Rusia. Kami yang paling memahami bahaya yang ada dan paling siap menanggapi ancaman tersebut," ujar Healy.(Kompas.com)

TerPopuler