Paus Leo XIV: Solusi Dua Negara untuk Akhiri Perang Israel-Palestina -->

Paus Leo XIV: Solusi Dua Negara untuk Akhiri Perang Israel-Palestina

1 Des 2025, Senin, Desember 01, 2025

PAUS Leo XIV pada Ahad menegaskan solusi dua negaramenjadi satu-satunya metode untuk mengakhiri perselisihan Palestina-Israel yang masih berlangsung hingga saat ini, menurutWAFA seperti dilansir Al Jazeera.

Paus Leo XIV menekankan bahwa setiap resolusi harus mencakup pembentukan Negara Palestina, sambil mengulang kembali posisi Vatikan terkait masalah ini.

Berbicara di depan media selama penerbangan dari Turki ke Lebanon, Paus menyampaikan, "Kami semua memahami bahwa saat ini Israel belum menerima solusi tersebut. Namun, kami melihatnya sebagai satu-satunya jalan keluar".

Pembentukan negara Palestina di Yerusalem Timur, wilayah Tepi Barat yang dikuasai, serta Gaza telah lama dianggap oleh komunitas internasional sebagai satu-satunya solusi untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa dekade.

"Kami juga memiliki hubungan baik dengan Israel, dan kami berupaya bersama kedua belah pihak untuk menjadi perantara yang dapat membantu mereka mendekati solusi yang adil bagi semua," kata paus asal Amerika Serikat itu.

Berbeda dengan pendahulunya, almarhum Paus Fransiskus, Paus Leo XIV menghindari menyebut secara langsung genosida Israel di Gaza saat berkunjung ke Turki.

Belum ada respons langsung dari kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia sudah lama menyatakan bahwa pembentukan negara Palestina akan merugikan kelompok Palestina Hamas dan pada akhirnya akan menghasilkan negara yang lebih besar yang dikuasai oleh Hamas di perbatasan Israel.

Pada awal bulan ini, Netanyahu menyatakan bahwa penolakan Israel terhadap pembentukan negara Palestina "tidak berubah sedikit pun" dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari luar maupun dalam. "Saya tidak memerlukan dukungan, tweet, atau pidato dari siapa pun," katanya.

Anadolumelaporkan bahwa pada 6 November, untuk pertama kalinya Paus Leo XIV bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, di mana keduanya membahas pentingnya bantuan kemanusiaan bagi Jalur Gaza serta kebutuhan untuk mewujudkan solusi dua negara guna mengakhiri perselisihan antara Israel dan Palestina.

"Dalam dialog yang ramah, diakui adanya kebutuhan mendesak untuk memberikan bantuan kepada warga sipil di Gaza dan mengakhiri perselisihan melalui solusi dua negara," demikian pernyataan singkat dari kantor berita Vatikan.

Rapat tersebut diadakan dalam rangka memperingati 10 tahun penandatanganan "Perjanjian Komprehensif antara Kepausan dan Negara Palestina," demikian pernyataan itu.

Perjanjian yang ditandatangani pada 26 Juni 2015 menegaskan komitmen kedua pihak untuk mendukung hak rakyat Palestina dalam menentukan nasib mereka sendiri serta menerapkan solusi dua negara.

TerPopuler