Pembangunan 196 Hunian Korban Banjir Aceh Tamiang Dikebut, Siap Dihuni 1 Januari -->

Pembangunan 196 Hunian Korban Banjir Aceh Tamiang Dikebut, Siap Dihuni 1 Januari

31 Des 2025, Rabu, Desember 31, 2025

Bengkalispos.com, MEDAN - PT Hutama Karya(Persero) mempercepat pembangunan sebanyak 196 unithunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang, Aceh, bagi masyarakat yang terkena dampak bencana banjir besar di Sumatra.

Wakil Direktur Utama (EVP) dan Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyatakan bahwa perusahaan menargetkan hunian tersebut dapat beroperasi pada Kamis (1/1/2026). Proses pengerjaan proyek kolaborasi tujuh BUMN Karya di bawah Danantara ini dipercepat dengan menerapkan sistem kerja 24 jam dan pengawasan kualitas yang ketat agar hunian segera siap ditempati.

"Hutama Karya terus mengoptimalkan sumber daya agar dapat menyelesaikan target perumahan agar bisa berfungsi pada Kamis (1/1/2026) mendatang," kata Mardiansyah dalam keterangan resmi, Selasa (30/12/2025).

Mardiansyah mengungkapkan, pembangunan huntara di Aceh Tamiang merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan setelah bencana banjir dan tanah longsor. Huntara ini dibuat dengan konsep rumah panjang yang memiliki ukuran per unit sebesar 4,5 meter x 4,5 meter.

Saat ini, fokus pekerjaan proyek berada pada pengerjaan fondasi, rangka atap, struktur dinding, lantai panggung, serta pintu dan jendela.

Mardiansyah mengatakan, hingga Senin (29/12/2025), fokus proyek berada pada percepatan pekerjaan struktur dan utilitas dasar agar unit segera dapat beroperasi.

Selain itu, menurutnya, dorongan untuk mempercepat penyediaan huntara semakin kuat seiring dengan rencana kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Aceh Tamiang yang dijadwalkan pada Kamis (1/1/2026).

Selain membangun 196 unit hunian sementara untuk warga yang terdampak bencana, Hutama Karya juga menyiapkan fasilitas kawasan guna memenuhi kebutuhan pokok penghuni selama masa tinggal sementara.

Mardiansyah mengatakan, fasilitas umum tersebut meliputi dapur bersama, area pencucian, mushola, serta sistem sanitasi.

"Dukungan fasilitas seperti pemasangan listrik dan air juga merupakan bagian dari persiapan perumahan agar segera dapat digunakan," ujarnya.

Selain itu, di sekitar kawasan Huntara, Hutama Karya turut berkontribusi dalam pemulihan infrastruktur serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terkena dampak.

Mardiansyah mengatakan, perusahaan menggerakkan alat penggali jenis kapal untuk membersihkan tumpukan kayu bulat di area Pesantren Darul Muklisin Aceh Tamiang.

Sementara itu, proses pemulihan fasilitas air bersih dilakukan melalui Operasi IPA Rantau yang berada di Aceh Tamiang dengan kapasitas aliran air sebesar 40L per detik. "Saat ini telah kembali beroperasi secara normal untuk pertama kalinya," ujar Mardiansyah.

Selain tugas Huntara, Hutama Karya tetap fokus memberikan dukungan pemulihan akses dan koneksi di area yang terdampak guna memfasilitasi pergerakan penduduk serta distribusi logistik.

Dukungan tersebut melibatkan penggunaan alat berat untuk pembersihan sisa banjir, serta perbaikan Jembatan Lawe Mengkudu yang memiliki panjang 36 meter dan Jembatan Penanggalan dengan panjang 48 meter di Kabupaten Kutacane Aceh Tenggara.

Mardiansyah menyatakan, kedua jembatan tersebut telah terhubung untuk mengembalikan koneksi jalan yang kembali normal.

"Operasional dilakukan berdasarkan prinsip keselamatan kerja serta koordinasi dengan pihak berwenang setempat agar penanganan lebih tepat dan efektif," katanya menutup pernyataannya.

TerPopuler