:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251126_KH-Miftachul-Akhyar.jpg)
Bengkalispos.comJAKARTA -Ketua Umum PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mencapai kesepakatan islah atau rekonsiliasi setelah bertemu dalam forum silaturahim yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada hari Kamis.
Pertemuan ini diinisiasi oleh para ulama dan pengurus NU sebagai upaya mengurangi ketegangan di dalam organisasi. Forum yang berlangsung dengan suasana penuh kehormatan itu mengumpulkan dua pemimpin tertinggi PBNU dalam satu majelis musyawarah.
Perjanjian yang dicapai menandai berakhirnya pergeseran internal yang sempat muncul dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu poin utama yang disepakati adalah penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama oleh kedua belah pihak.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa perbaikan tersebut merupakan cara terbaik untuk menjaga persatuan organisasi. Menurutnya, Muktamar bersama adalah solusi konstitusional dan terhormat bagi NU.
Konsultasi di Lirboyo merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang sebelumnya dilaksanakan di tempat yang sama. Para masyayikh menilai masalah internal PBNU, yang bermula dari perbedaan pendapat mengenai keputusan organisasi dan dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan AD/ART NU, harus diselesaikan melalui mekanisme musyawarah dan forum tertinggi organisasi.
Proses menuju kesepakatan berlangsung melalui diskusi dan pertukaran pendapat yang intens, tetapi dilakukan dengan semangat ukhuwah nahdliyah. Beberapa tokoh utama NU hadir sebagai pihak yang menengahi, termasuk Wakil Presiden RI periode 2019–2024 yang juga Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin, serta para kiai senior NU lainnya.
Dengan tercapainya kesepakatan islah ini, kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap berjalan seperti biasanya, dengan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum.
Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk panitia bersama guna mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU, yang diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan dan konsolidasi organisasi.