Renungan Malam: Bahaya Mengabaikan -->

Renungan Malam: Bahaya Mengabaikan

11 Des 2025, Kamis, Desember 11, 2025
Renungan Malam: Bahaya Mengabaikan

SEPUTAR CIBUBUR- Ayat renungan firman Tuhan saat ini terdapat dalam kitab Nabi Yesaya 6:11-12 yang berbunyi seperti ini:

Kemudian aku bertanya, "Berapa lama, ya Tuhan?" Lalu Ia menjawab, "Sampai kota-kota menjadi sepi dan tidak ada yang tinggal di dalamnya, serta di rumah-rumah tidak lagi terdapat manusia, dan tanah menjadi sunyi serta kosong. Tuhan akan mengusir manusia jauh-jauh, sehingga hampir seluruh negeri menjadi kosong."

Ada risiko dari pengabaian. Jika kita terus-menerus mengabaikan peringatan yang kita dengar dan sengaja ditujukan kepada kita, namun kita tetap mengabaikannya dalam jangka waktu yang lama, maka akan ada bahaya yang mengancam kita.

Yesaya adalah seorang yang ditunjuk oleh Tuhan sebagai nabi untuk memberikan peringatan demi peringatan kepada umat-Nya.

Yang dikatakan oleh Yesaya bukanlah ucapan yang indah, bukan kalimat yang biasanya menenangkan, yang membius, yang mengandung janji-janji berkah.

Sebagian besar pesan yang disampaikan oleh Nabi Yesaya berupa peringatan demi peringatan dari Tuhan akibat kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh umat-Nya, yang tidak menyenangkan tetapi justru menyakiti hati Tuhan.

Yesaya diberi tugas oleh Tuhan untuk menjadi pembawa pesan firman Tuhan.

Nabi Yesaya merasa takut melihat keadaan bangsanya yang sangat bodoh. Kebodohan itu sebenarnya menakutkan. Mengapa? karena kebodohan akan membawa bahaya bagi diri sendiri.

Ketidaktahuan diperlihatkan dengan mengabaikan perkataan Tuhan, tidak memperhatikan perintah-Nya, serta tidak menghiraukan peringatan-peringatan dari Tuhan.

Di sini adalah pertanyaan Yesaya yang disampaikan, "Berapa lama lagi, Ya Tuhan? Berapa lama kebodohan ini terjadi".

Seberapa lama bangsa ini akan tetap keras kepala dan tidak mendengarkan firman? Tuhan menjawab, "Sampai kota-kota menjadi kosong dan sunyi. Tidak ada lagi orang. Tuhan mengusir manusia jauh-jauh."

Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Inilah risiko yang muncul dari ketidakterlibatan. Tuhan telah menyiapkan hukuman bagi setiap orang yang mengabaikan suara firman-Nya, yang enggan mendengarkan kabar keselamatan dalam Kristus Yesus. 2. Ini adalah bahaya dari pengabaian. Ada hukuman yang ditetapkan Tuhan terhadap siapa pun yang tidak memperhatikan firman-Nya dan menolak untuk mendengar berita keselamatan di dalam Yesus Kristus. 3. Bahaya dari pengabaian ini sangat nyata. Tuhan menyediakan hukuman bagi setiap orang yang tidak mendengarkan firman-Nya dan menolak untuk menerima kabar keselamatan melalui Yesus Kristus. 4. Berikut adalah ancaman dari pengabaian. Setiap orang yang mengabaikan suara firman Tuhan dan tidak mau mendengarkan kabar keselamatan dalam Kristus akan menerima hukuman dari-Nya. 5. Inilah akibat dari pengabaian. Tuhan telah menetapkan hukuman bagi mereka yang tidak menghiraukan firman-Nya dan menolak untuk mendengar berita keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Jika kita terus-menerus mengabaikan perkataan Tuhan, maka hati kita akan menjadi kaku seperti pisau yang tidak dapat digunakan karena kehilangan ketajamannya.

Hati nurani kita menjadi kurang peka. Kebenaran dianggap sebagai kesalahan, sedangkan kesalahan dianggap sebagai kebenaran. Keadaan ini menimbulkan ancaman bagi diri kita sendiri.

Mungkin selama ini kita merasa situasi dalam keadaan baik. Namun, sebenarnya kelalaian tersebut dapat membawa risiko pada masa depan.

Bukan hanya bahaya yang ada di dunia ini, tetapi juga bahaya dalam keabadian, yakni hukuman selamanya terpisah dari Tuhan.

Selama kita masih berada di dunia ini, jangan pernah mengabaikan perkataan Tuhan. Jangan menunda proses pertobatan.

Jika Roh Kudus menegur kita, baik melalui firman Tuhan maupun melalui cara-cara lain, janganlah mengeras hati kita.

Jika Tuhan Yesus telah mengetuk pintu hati kita, ingin masuk ke dalam hati dan kehidupan kita, jangan menolak-Nya.

Namun izinkan Dia masuk menjadi Tuhan dan Raja, menjadi Penebus dalam kehidupan kita.

Biarkan hidup kita tidak melupakan suara firman Tuhan, tetapi hidup kita selalu mendengarkan dan taat kepada firman-Nya dalam kehidupan kita.

Agar kita mendapatkan berkat, kegembiraan, perdamaian, dan keselamatan dari Tuhan.***

TerPopuler