Bengkalispos.com- Di balik keindahan panggung, pencahayaan yang megah, dan deretan musisi ternama, terdapat satu hal yang sering kali diabaikan dalam sebuah festival: semangat dan prinsip dari orang-orang yang menciptakannya. Inilah saatnya nama Muhammad Syahiir S.Tr.T, pendiri ELFEST, menunjukkan perannya yang penting.
Untuk Syahiir, festival bukan hanya tentang bisnis hiburan. Ia merupakan alat untuk perubahan.
Pemuda yang lahir di Semarang pada 12 November 2001 ini besar jauh dari dunia promotor. Latar belakangnya berasal dari teknologi, pemrograman, dan organisasi. Ia terbiasa berpikir secara sistematis, terukur, dan terencana—pendekatan yang kemudian menjadi ciri khas ELFEST sebagai festival yang teratur dalam manajemen tetapi tetap kreatif dan dinamis.
"Saya yakin sebuah acara yang bagus tidak hanya ramai, tetapi juga menarik. Orang datang, pergi, lalu ingin kembali lagi," ujar Syahiir.
Dari Kelas ke Ruang Umum
ELFEST lahir dari kekhawatiran sederhana: sedikitnya ruang yang benar-benar memberikan panggung bagi musisi lokal, komunitas kreatif, mahasiswa, dan UMKM. Ketika masih duduk di semester akhir perkuliahan, Syahiir melihat potensi besar yang sering kali diabaikan oleh acara-acara besar yang hanya berfokus pada hiburan.
Alih-alih menunggu peluang, ia membuat ruangnya sendiri.
Festival pertama ELFEST pada tahun 2023 memang belum terlalu besar. Namun di sana telah ditanamkan nilai dasar: kolaborasi, inklusivitas, dan pengalaman penonton. Seminar, workshop, pameran teknologi, bazar UMKM, serta musik digabungkan dalam satu sistem ekosistem.
"ELFEST bukan tentang siapa yang paling terkenal, melainkan siapa yang memiliki karya dan bersedia berkembang," katanya.
Festival dengan Jiwa Organisasi
Pengalaman panjang Syahiir dalam organisasi mahasiswa dan kepemudaan membentuk cara kepemimpinannya. Ia tidak menganggap dirinya hanya sebagai pemilik acara, tetapi sebagai penggerak tim. Setiap aspek—mulai dari alur pengunjung hingga pengelolaan risiko—diperhatikan dengan cermat seperti mengelola sebuah sistem.
Pendekatan ini mendorong pertumbuhan cepat ELFEST tetapi tetap terkendali. Dari 1.000 penonton pada 2023, meningkat menjadi 12.000 penonton pada 2024, lalu mencapai 18.000++ penonton pada 2025.
Sekarang, ELFEST secara resmi berada di bawah naungan PT. Sky Multi Creative, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Syahiir, sebagai dasar hukum dan bisnis agar festival ini tidak hanya berkembang besar, tetapi juga dapat bertahan dalam jangka panjang.
"Acara festival harus memiliki tempat. PT. Sky Multi Creative saya dirancang agar ELFEST tidak bergantung pada seseorang, tetapi berdiri sebagai lembaga," katanya.
Tantangan yang Tidak Terlihat Penonton
Di balik sorakan penonton, perjalanan ELFEST juga dihadapkan pada tantangan berat. Mulai dari perubahan teknis yang tiba-tiba, tekanan non-teknis, hingga upaya pencurian identitas dan hak cipta ELFEST. Namun bagi Syahiir, tantangan tersebut merupakan bagian dari proses perkembangan.
"Jika tidak ada masalah, berarti kita tidak sedang berkembang," katanya sambil tersenyum.
Melampaui Festival
Sekarang, ELFEST siap memasuki tahap yang baru. Vol.4 yang akan diadakan pada 25–26 April 2026 di Bandung dirancang tidak hanya lebih besar, tetapi juga lebih menarik—dengan tema dunia bawah laut, instalasi seni, dan pengalaman selama dua hari penuh.
Namun bagi Syahiir, tujuan akhir tetap sama: menciptakan ruang yang sesuai untuk generasi muda.
"Saya berharap ELFEST menjadi tempat di mana orang berani mengejar impian, berani tampil, dan berani mencoba. Jika hal itu tercapai, musik hanyalah tambahannya," tutup Syahiir.
Pada usia yang masih sangat muda, Muhammad Syahiir menunjukkan bahwa festival bukanlah tentang siapa yang paling keras bersuara, tetapi tentang siapa yang paling konsisten menjaga nilai-nilai tersebut. Dan ELFEST, hingga saat ini, merupakan gambaran dari perjalanan itu sendiri.