
Bengkalispos.com, BANDUNG— Data pariwisata Jawa Barat menunjukkan adanya perubahan pola penggunaan transportasi yang menuju Jawa Barat oleh Wisatawan Mancanegara (Wisman) pada Oktober 2025.
Hal itu ditunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Kertajati mengalami penurunan yang signifikan meskipun terjadi kenaikan jumlah kedatangan warga negara asing ke Jawa Barat, namun terjadi peningkatanpenggunaan kereta cepat Whoosh. Selain itu, perjalanan wisatawan dalam negeri (wisnus) juga menunjukkan peningkatan yang serupa.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk Bandara Kertajati hanya sebanyak 151 orang pada bulan Oktober 2025.
Angka ini mengalami penurunan sebesar 42,59% dibandingkan bulan sebelumnya, September 2025, yang mencapai 263 kunjungan.
Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui bandara tersebut selama Januari–Oktober 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, yaitu turun dari 9.237 menjadi 2.717 kunjungan.
Pengunjung yang memasuki Jawa Barat melalui Kertajati masih didominasi oleh warga negara Singapura sebesar 30,46%, diikuti oleh Malaysia dengan persentase 15,23%.
Fungsional Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Barat, Ninik Anisah, menyampaikan bahwa penurunan di Kertajati tidak berarti jumlah kunjungan wisatawan asing ke Jawa Barat secara keseluruhan berkurang. Hal ini menunjukkan adanya perpindahan jalur masuk wisatawan asing, yaitu melalui kereta cepat Whoosh.
Berdasarkan laporan BPS Jawa Barat, jumlah kedatangan wisatawan asing melalui Whoosh mencapai 16.431 kunjungan pada bulan Oktober 2025.
Meskipun angka tersebut mengalami penurunan sebesar 17,30% dari bulan ke bulan (MoM) dibandingkan dengan September 2025 (19.867 kunjungan), jumlah kunjungan wisatawan asing pada Oktober 2025 meningkat sebesar 20,33% secara tahunan (YoY) dibandingkan Oktober 2024.
Secara keseluruhan, data dari Januari hingga Oktober 2025 menunjukkan bahwa jumlah pendatang asing yang masuk ke Jawa Barat melalui Whoosh mencapai 160.648 kunjungan. Angka ini meningkat sebesar 48,18% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, yang hanya mencapai 115.170 kunjungan.
Peningkatan yang signifikan juga terjadi di sektor dalam negeri. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Oktober 2025 mencapai 17,04 juta perjalanan, meningkat sedikit 0,10% dibanding bulan sebelumnya dan naik sebesar 24,03% dibanding tahun sebelumnya.
"Secara total, jumlah perjalanan wisatawan domestik dari Januari hingga Oktober 2025 mencapai 175,57 juta perjalanan, meningkat sebesar 28,73% dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang hanya mencapai 136,39 juta perjalanan," katanya.
Di sisi lain, selama bulan Januari hingga Oktober 2025, destinasi wisata dalam negeri masih dominan di kawasan Bodebek dan Bandung Raya, yang memberikan kontribusi sebesar 51,71% dari total perjalanan.
"Perjalanan ke Kabupaten Bogor masih yang tertinggi dengan angka 14,85 persen, diikuti perjalanan ke Kota Bandung sebesar 11,30%," katanya.
Peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara memberikan dampak positif terhadap tingkat okupansi kamar (TPK) hotel berbintang pada bulan Oktober 2025. TPK hotel berbintang mencapai 50,24%, meningkat sebesar 4,58 poin dibandingkan dengan September 2025 yang berada di angka 45,56%.
Namun, jika dibandingkan dengan Oktober 2024 secara year on year, TPK ini justru mengalami penurunan sebesar 3,61 poin.
Berdasarkan area, TPK hotel bintang lima paling tinggi terdapat di Kabupaten Purwakarta sebesar 65,44%, disusul oleh Kota Depok dan Kota Bandung masing-masing dengan angka 60,48%, Kabupaten Sumedang sebesar 59,69%, serta Kota Bogor dengan persentase 56,14%.
Sebaliknya, tingkat okupansi hotel non-bintang mengalami penurunan. Angkanya hanya mencapai 22,26%, turun 0,17 poin secara bulanan dan turun 0,84 poin secara tahunan. Tingkat okupansi tertinggi pada hotel non-bintang terjadi di Kabupaten Bandung sebesar 39,26% sedangkan yang terendah terjadi di Kabupaten Pangandaran sebesar 8,82%.
BPS Provinsi Jawa Barat juga melaporkan rata-rata lama menginap tamu (RLMT) selama bulan Oktober 2025, yaitu 2,81 malam untuk tamu asing dan 1,32 malam untuk tamu lokal.
"Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang menjadi wilayah dengan rata-rata lama tidur asing terpanjang, yaitu mencapai 7,37 dan 7,21 malam sepanjang Oktober 2025," tutupnya.