
NEWS.COM - Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.412 pada Senin (5/1/2026).
Permusuhan yang dimulai dari ketegangan setelah Uni Soviet masih berlangsung tanpa jelasnya titik akhir.
Sejak kemerdekaannya, hubungan dengan Rusia selalu dipengaruhi oleh persaingan kekuasaan dan saling curiga.
Puncaknya terjadi pada tahun 2014 ketika Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintahan yang dekat dengan Rusia.
Tak lama kemudian, Rusia menganeksasi Krimea dan mendukung separatis di Donbas.
Tegangan berubah menjadi konflik besar setelah Rusia memasuki Ukraina pada bulan Februari 2022.
Hingga kini, pertempuran masih berlangsung dengan munculnya eskalasi baru berupa serangan drone yang dilakukan oleh Ukraina di berbagai wilayah Rusia dan Ukraina.
Terbaru, pesawat tak berawak Ukraina menyerang Moskow, Belgorod, Kursk, dan Lipetsk di Rusia, serta Kharkiv di Ukraina, menurut laporan The Guardian.
Konflik yang awalnya soal wilayah kini telah meluas menjadi persaingan geopolitik, kompetisi pengaruh internasional, dan pertarungan narasi global tentang keamanan dan stabilitas regional.
Para pengamat menganggap jalannya menuju perdamaian masih jauh dan penuh tantangan, mengingat peningkatan aktivitas militer serta ketegangan global yang terus berlangsung.
Berikut ringkasan perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina pada hari ke-1.412 pada Senin (5/1/2026):
Rusia Klaim Ukraina Lancarkan Serangan Drone Harian ke Moskow
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa Ukraina mengarahkan pesawat tanpa awak ke Moskow setiap hari sepanjang tahun 2026.
Serangan ini menandai peningkatan dibandingkan serangan sebelumnya yang lebih sporadis terhadap ibu kota Rusia.
Pada hari Minggu (4/1/2026), sistem pertahanan udara Rusia berhasil menghancurkan 57 pesawat tak berawak di wilayah Moskow.
Angka tersebut mencakup dari total 437 pesawat drone yang jatuh di Rusia, menurut kementerian.
Ukraina belum memberikan pernyataan langsung terkait klaim tersebut.
Kota Kyiv semakin kerap memanfaatkan pesawat tak berawak jarak jauh untuk menyerang sasaran di dalam wilayah Rusia.
Ukraina mengklaim serangan tersebut bertujuan untuk mengganggu pasokan militer dan infrastruktur energi Rusia.
Tindakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan biaya dari upaya perang Moskow serta merespons serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia yang terus-menerus.
Perang ini telah berlangsung selama hampir empat tahun sejak serangan Rusia terhadap Ukraina.
Tiga Bandara di Moskow Ditutup Karena Serangan Pesawat Tanpa Awak Ukraina
Tiga dari empat bandara utama di Moskow diliburkan terhadap penerbangan pada hari Minggu (4/1/2026).
Penutupan terjadi setelah Ukraina mengirimkan puluhan pesawat tak berawak, menurut pihak berwenang.
Serangan mengakibatkan beberapa keterlambatan penerbangan, termasuk di bandara terbesar kedua di Moskow, Vnukovo.
Liputan media Rusia menginformasikan adanya gangguan terjadi selama liburan Tahun Baru dan Natal Ortodoks yang berlangsung lama.
Masa ini menjadi salah satu musim paling sibuk bagi transportasi dan pariwisata di Rusia karena banyak penduduk yang melakukan perjalanan.
Dua Penduduk Rusia Meninggal Dunia Akibat Serangan Pesawat Tanpa Awak Ukraina
Dua orang meninggal dunia akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina di wilayah perbatasan Rusia, menurut laporan pejabat setempat pada hari Minggu (4/1/2026).
Gubernur Belgorod mengumumkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya, termasuk seorang anak kecil, cedera setelah sebuah drone menabrak mobil.
Seorang korban lainnya meninggal akibat serangan drone di sebuah desa yang berada di wilayah Kursk, menurut tambahan dari gubernur setempat.
Tiga Luka Diderita di Kharkiv Akibat Serangan Pesawat Tanpa Awak, Korban Jiwa Semakin Bertambah
Di Ukraina, tiga orang mengalami luka-luka di wilayah Kharkiv akibat serangan pesawat tanpa awak semalam hingga hari Minggu (4/1/2026).
Lima orang tewas akibat serangan rudal Rusia di kota Kharkiv pada hari Jumat.
Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov, menyebutkan adanya bagian tubuh yang ditemukan di bawah puing-puing sebuah gedung.
Serangan Pesawat Tanpa Awak Ukraina Menyebabkan Kebakaran di Wilayah Industri Yelets
Serangan pesawat tanpa awak Ukraina menyebabkan kebakaran di kawasan industri kota Yelets, wilayah Lipetsk, Rusia.
Kepala wilayah tersebut mengatakan tidak ada korban jiwa.
Yelets menjadi tempat berlangsungnya pabrik baterai Energiya, produsen utama baterai dan akumulator yang digunakan oleh industri pertahanan Rusia.
Menurut pihak Ukraina, pabrik ini pernah menjadi target serangan sebelumnya.
(news.com/Andari Wulan Nugrahani)