
Bengkalispos.com, JAKARTA — Amerika Serikatmenyita kapal tanker minyak yang berkibar benderaRusiadi perairan Atlantik Utara pada Rabu (7/1/2026), setelah proses pengejaran selama dua minggu. Kapal tersebut dikaitkan dengan ekspor minyak Venezuela.
Melansir ReutersPada Kamis (8/1/2026), kapal Marinera yang sebelumnya dikenal sebagai Bella-1 berhasil melewati perbatasan keamanan laut Amerika Serikat. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa kapal tersebut melanggar sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
"Kebijakan blokade terhadap minyak Venezuela yang dianggap sebagai sanksi dan tidak sah tetap berlaku sepenuhnya di seluruh dunia," katanya, dikutip dariReuters.
Penyitaan kapal tersebut awalnya dilakukan oleh petugas pantai, militer Amerika Serikat, dan pasukan khusus Amerika Serikat. Namun, pasukan khusus tersebut akhirnya tidak terlibat secara langsung dalam operasi tersebut.
Pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa kapal-kapal militer Rusia berada di sekitar area tersebut, termasuk satu kapal selam. Meskipun demikian, tidak ada tanda-tanda konfrontasi antara pasukan militer kedua negara.
Operasi ini juga didukung oleh pasukan militer Inggris yang dikenal sebagai RFA Tideforce. Mereka memberikan bantuan melalui pengawasan udara.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey MP menyatakan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari inisiatif global dalam menangani pelanggaran sanksi. Menurutnya, Amerika Serikat merupakan mitra strategis di bidang keamanan dan pertahanan.
"Inggris akan terus memperkuat tindakan kami terhadap kegiatan armada bayangan guna menjaga keamanan nasional, ekonomi, dan stabilitas global—sehingga Inggris tetap aman di dalam negeri dan tangguh di luar negeri," katanya dilansir dari gov.uk, Kamis (8/1/2026).