
Ringkasan Berita:
- Delta Force, satuan operasi khusus paling terkenal Amerika Serikat, menjadi perhatian setelah dikaitkan dengan operasi rahasia penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
- Delta Force, satuan rahasia yang bermarkas di Fort Bragg, terkenal menangani tugas-tugas berisiko tinggi, termasuk penangkapan tokoh penting.
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi tindakan yang dilakukan bersama dengan Batalyon Operasi Khusus Penerbangan ke-160.
NEWS.COM - Delta Force, unit operasi khusus paling elit milik Amerika Serikat (AS), menjadi sorotan internasional.
Unit ini dikaitkan dengan operasi rahasia yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.
Pengoperasian militer yang besar telah dikonfirmasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Rincian pelaksanaan misi tetap bersifat rahasia.
CBS News melaporkan bahwa pejabat pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa operasi tersebut dilakukan oleh Delta Force.
Misi tersebut disebut dikerjakan bersama Resimen Operasi Khusus Penerbangan ke-160.
Pihak berwenang menolak mengungkap tempat penahanan Maduro.
Informasi teknis mengenai operasi tidak diumumkan secara terbuka.
Media lokal Venezuela melaporkan terdengarnya ledakan di Caracas pada hari Sabtu (3 Januari 2026) dini hari menurut waktu setempat.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di beberapa area penting lainnya selama operasi berlangsung.
Trump memuji operasi tersebut sebagai misi dengan “ketepatan milimeter”.
Ia mengatakan pasukan Amerika Serikat melakukan operasi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Trump mengatakan unit tersebut bahkan membangun replika persis kediaman target sebelum penyergapan.
Metode ini merupakan salah satu ciri khas dari perencanaan Delta Force.
Marca melaporkan adanya keberadaan helikopter Apache dan Chinook di atas langit Caracas.
Kedua jenis helikopter tersebut sering dimanfaatkan oleh Delta Force dalam misi pengangkutan dan serangan cepat.
Apa Itu Delta Force?
Delta Force secara resmi dikenal sebagai Detasemen Operasional Pasukan Khusus ke-1–Delta atau 1st Special Forces Operational Detachment-D.
Unit ini dibentuk pada tahun 1977.
Kantornya terletak di Fort Bragg, North Carolina.
NDTV melaporkan pembentukan Delta Force terinspirasi oleh Special Air Service Angkatan Darat Inggris.
Unit ini mengutamakan operasi anti-terorisme dan tugas-tugas penting.
Setelah kegagalan Operasi Eagle Claw pada tahun 1980, militer Amerika Serikat mendirikan Komando Operasi Khusus Gabungan yang dikenal sebagai JSOC.
Operasi Tangan Elang adalah misi penyelamatan tawanan di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran.
Sejak saat itu, Delta Force berada di bawah pengawasan JSOC.
El País melaporkan unit ini sebagai pelaku utama operasi paling rahasia Amerika Serikat.
Tujuan utama Delta Force adalah pemberantasan terorisme.
Tugas lainnya adalah penyelamatan sandera.
Unit ini juga bertanggung jawab atas penangkapan atau penghapusan individu berperingkat tinggi.
Operasi intelijen khusus merupakan salah satu keahlian utama Delta Force.
Angkatan ini dilatih untuk memberikan perlindungan kelas atas terhadap pejabat penting.
Mereka juga diajarkan melakukan penyusupan rahasia di dalam pesawat, kapal, kendaraan, serta lingkungan perkotaan yang padat.
Meski sebagian besar aktivitasnya bersifat rahasia, Delta Force diduga pernah terlibat dalam beberapa operasi besar.
Beberapa contoh operasi tersebut termasuk invasi Grenada pada tahun 1983.
Unit ini juga terlibat dalam penangkapan Presiden Panama Manuel Noriega pada tahun 1990.
Pasukan Delta Force bertugas di Afghanistan dan Irak setelah serangan 11 September.
Unit ini ikut serta dalam Pertempuran Mogadishu pada tahun 1993.
Delta Force juga berperan dalam operasi yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi pada 2019, dilansir The Washington Post.
Struktur Delta Force terdiri dari beberapa skuadron utama.
Skuadron tersebut terbagi ke dalam tim pengintaian dan penembak jitu.
Selain itu terdapat pasukan aksi langsung.
Rekrutmen dilakukan secara sangat ketat.
Mayoritas personel direkrut dari Green Berets dan Resimen Ranger ke-75.
NDTV melaporkan bahwa proses seleksi fisik dan mentalnya termasuk yang paling sulit di dunia.
Di tengah situasi Venezuela, para analis menganggap keterlibatan Delta Force sebagai tanda peningkatan signifikan dalam kebijakan Amerika Serikat.
Tindakan tersebut langsung menuju ke Caracas.
BBC melaporkan bahwa operasi ini bukan hanya tindakan militer.
Operasi itu juga dianggap sebagai pesan geopolitik yang kuat.
Pesan tersebut menggambarkan kemauan Washington untuk mempergunakan unit terbaiknya.
Tujuannya adalah kepemimpinan negara yang dianggap bersifat musuh.
Biodata Delta Force
- Nama Resmi: Detasemen Operasional Pasukan Khusus Pertama–Delta (1st Special Forces Operational Detachment–Delta)
- Nama Populer: Delta Force
- Nama Lain: Kelompok Aplikasi Pertempuran (CAG), Unsur Terkunci Angkatan Darat (ACE)
- Negara: Amerika Serikat
- Cabang: Tentara Darat Amerika Serikat (U.S. Army)
- Komando: Komando Operasi Khusus Bersama (JSOC)
- Kantor Pusat: Fort Bragg, North Carolina
- Tahun Didirikan: 1977
- Pendiri: Kolonel Charles Beckwith
- Menginspirasi Pembentukan: Pasukan Khusus Udara (SAS) Angkatan Darat Inggris
- Jenis Unit: Unit operasi khusus paling unggul (Tier 1)
- Tujuan Utama: Antiterorisme, Penyelamatan Tahanan, Penangkapan atau Penghapusan Target Berharga, Pengintaian Khusus, Perlindungan Khusus (Pengawalan VIP)
- Kemampuan Khusus: Kemampuan menembak akurat tinggi, Pertarungan jarak dekat (CQB), Operasi rahasia dan penyamaran, Infiltrasi melalui udara, laut, dan darat, Operasi di lingkungan perkotaan dan tidak konvensional
- Struktur Umum: Beberapa satuan utama yang terbagi menjadi: Tim pengintaian dan snipper, Tim serangan langsung/penyerangan
- Rekrutmen: Diambil dari prajurit pilihan, khususnya Green Berets dan Resimen Ranger ke-75, proses pemilihan fisik dan mental sangat ketat.
- Pelatihan: Kursus Pelatihan Operator (OTC) sekitar 6 bulan, latihan di medan ekstrem, pertempuran perkotaan, anti-teror, serta operasi rahasia
- Operasi Terkenal: Operasi Cakar Elang (Iran, 1980), Operasi Fury Darurat (Grenada, 1983), Penangkapan Manuel Noriega (Panama, 1990), Operasi Burung Hantu Hitam (Somalia, 1993), Operasi di Afghanistan dan Irak setelah peristiwa 9/11, Operasi yang mengakibatkan kematian Abu Bakr al-Baghdadi (2019)
- Tingkat Kerahasiaan: Sangat tinggi. Sebagian besar operasi tidak pernah diumumkan secara resmi
(news.com/Andari Wulan Nugrahani)