
Bengkalispos.comPada kunjungan kerja ke Timika pada Jumat (2/1), Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa pihaknya akan memperbaiki komando operasi di Papua. Menurutnya, hal ini diperlukan agar pelaksanaan tugas TNI di Papua semakin optimal. Dalam perjalanan dinas ke Timika pada hari Jumat (2/1), Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penyempurnaan terhadap komando operasi di Papua. Ia menilai pentingnya langkah tersebut untuk meningkatkan pelaksanaan tugas TNI di wilayah tersebut. Saat melakukan kunjungan kerja ke Timika pada Jumat (2/1), Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap sistem komando operasi di Papua. Menurutnya, hal ini diperlukan agar pelaksanaan tugas TNI di Papua menjadi lebih baik.
"Komando operasi yang berada di Papua akan kami tingkatkan agar menjadi komando operasi yang handal dan memiliki kapasitas teritorial, tempur, intelijen, serta administrasi," ujar Sjafrie dilaporkan pada Sabtu (3/1).
Menurut Sjafrie, usaha untuk meningkatkan kemampuan pertahanan di wilayah operasi harus terus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, ia sebagai menteri pertahanan mengambil kebijakan-kebijakan strategis. Tujuannya hanya untuk mendukung kebijakan nasional.
"Sebagai menteri pertahanan yang bertanggung jawab dalam mendukung kebijakan nasional serta kebijakan anggaran, saya akan terus memantau perkembangan pembangunan kekuatan di Papua," tegasnya.
Kepada Panglima TNI, Sjafrie menyampaikan bahwa usulan tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan telah mendapatkan persetujuan. Oleh karena itu, pada tahun 2026, akan segera dilaksanakan. Ia tidak ingin menunda terlalu lama dalam meningkatkan kualitas komando operasi di Papua.
"Tidak ada lagi waktu untuk menunggu, kita harus bekerja keras meningkatkan kualitas komando operasi yang ada di sini, termasuk yang berada di perbatasan," ujarnya.
Khusus bagi para tentara dan keluarga mereka, Sjafrie menekankan bahwa mereka tidak perlu merasa cemas. Karena pemerintah dan negara akan memberikan perhatian terhadap seluruh tentara yang menjalani tugas berisiko tinggi, terutama jika risikonya berkaitan dengan nyawa dan keselamatan saat bertugas.
"Maka, memang perlu ada perbedaan, prajurit yang berjalan dan menjalankan tugas berisiko tinggi harus mendapatkan perhatian yang memadai. Agar dia mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan panggilan tugas," kata Sjafirie.