
Bengkalispos.com- PT Dirgantara Indonesia berhasil menyelesaikan proses perbaikan pesawat angkut militer CN235-100M yang sebelumnya dalam kondisi...unserviceableatau tidak layak terbang/rusak untuk memperkuat armada Skadron Udara 27 TNI Angkatan Udara yang beroperasi di wilayah Papua.
Kepala Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Suryanto menyatakan bahwa perbaikan pesawat CN235-100M dengan nomor ekor A-2305 sangat penting mengingat keterbatasan armada angkut di wilayah timur Indonesia.
"Kami bersyukur bahwa program restorasi pesawat CN235-100M A-2305 yang telah selesai dikerjakan dan kini siap kembali memperkuat kesiapan operasional TNI AU," kata Suryanto, dikutip Minggu (11/1).
Suryanto menekankan pentingnya kehadiran pesawat CN235-100M bagi pertahanan negara di wilayah Papua, mengingat kesiapan alat utama sistem senjata Skadron Udara 27 masih sangat terbatas.
"Maka selesainya proses restorasi pesawat ini diharapkan dapat segera memperkuat armada grup angkut, khususnya dalam mendukung pelaksanaan operasi dan latihan di wilayah Papua," katanya.
Program restorasi ini dianggap sebagai tindakan strategis untuk meningkatkan efisiensi pertahanan. Pesawat yang sebelumnya tidak bisa beroperasi, kini sedang menjalani proses perbaikan.mid-life upgradeyang mengubah konsol analog menjadi konsol digital yang canggih.
Kepala Produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Dena Hendriana mengungkapkan bahwa pesawat CN235-100M ini tidak hanya diperbaiki, tetapi juga ditingkatkan kapasitasnya agar sesuai dengan pertempuran saat ini, termasuk pemasanganFlight Management System(FMS) terkini untuk meningkatkan kesadaran situasional pilot.
"Melalui pendekatan mid-life upgrade, PTDI tidak hanya menghidupkan kembali pesawat yang sebelumnya dalam statusunserviceable, tetapi juga meningkatkan aspek keamanan, ketahanan, serta kesesuaian sistem pesawat dengan kebutuhan operasional TNI AU saat ini," kata Dena.
Tugas yang rumit yang mencakup perpanjangan masa pakai pesawat, pembaruan sistem avionik, hinggarewiringini dilakukan oleh sebagian besar sumber daya manusia muda di PTDI.
Pesawat angkut taktis ini telah memilikiAuthority Flight Acceptancedari Otoritas Kelayakan Angkasa Indonesia (IDAA) pada 6 Januari 2026 sebelum diserahkan secara resmi hari ini.
Selain digunakan dalam misi militer, pesawat yang kini memiliki interior terbaru ini juga siap digunakan untuk operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di daerah yang sulit dijangkau.
Berdasarkan data yang diperoleh, proses penyerahan pesawat tersebut dilakukan di Hanggar Aircraft Services PTDI, Bandung, pada Jumat (9/1).