
Serangan Rusia Menyebabkan 1 Juta Penduduk Ukraina Kehilangan Pasokan Air dan Pemanas Saat Musim Dingin
NEWS.COM -Serangan Rusia terhadap Ukraina pada hari Kamis (7/1/2026) malam mengakibatkan lebih dari satu juta penduduk di wilayah Dnipropetrovsk mengalami kekurangan pasokan air atau pemanas.
Menteri Restorasi Ukraina, Oleksiy Kuleba menyampaikan, serangan terhadap sistem energi terjadi saat suhu turun di bawah titik beku.
Seperti pada musim dingin sebelumnya, Rusia telah memperkuat serangannya terhadap titik-titik energi Ukraina.
Serangan tersebut mengakibatkan gangguan pada sistem pemanas dan distribusi air.
Ukraina dan aliansinya menggambarkan serangan Rusia ini sebagai tindakan yang direncanakan untuk melemahkan penduduk sipil.
Serangan pesawat tak berawak Rusia dalam skala besar juga menyebabkan pemadaman listrik di wilayah Zaporizhzhia, sehingga membuat ribuan penduduk kehilangan pasokan listrik atau pemanas, menurut pernyataan operator jaringan listrik negara Ukrenergo pada malam Rabu.
"Pemeliharaan terus dilakukan di kawasan Dnipropetrovsk untuk memulihkan pasokan panas dan air bagi lebih dari satu juta pelanggan," tulis menteri tersebut di media sosial.
Tembus Sistem Pertahanan Udara
Angkatan udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia melakukan serangan menggunakan 97 drone, di mana 70 di antaranya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara.
Namun, 27 drone Rusia lainnya berhasil melewati sistem pertahanan udara Ukraina dan menyerang berbagai lokasi.
Tentara Ukraina tidak memberikan penjelasan tambahan dan lebih spesifik mengenai hal tersebut.
Menurut kepala militer Ukraina, Vladyslav Haivanenko, sistem energi penting di Dnipropetrovsk mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
"Kondisinya rumit. Namun, ketika kondisi keamanan memungkinkan, pekerja energi akan segera memulai pekerjaan perbaikan," tulisnya di Telegram.
Di Zaporizhzhia, pasokan listrik telah kembali normal ke "fasilitas penting" tetapi sebagian besar pelanggan masih belum mendapatkan aliran listrik, menurut Gubernur Ivan Fedorov.
Kiev merespons serangan terhadap jaringan energinya yang berlangsung lama dengan menyerang gudang dan pabrik minyak Rusia, berusaha memutus ekspor energi penting Moskow sehingga menyebabkan krisis bahan bakar bagi Rusia.