Viral di Malaysia: Tentara Pesta dengan Wanita Panggilan di Kampus -->

Viral di Malaysia: Tentara Pesta dengan Wanita Panggilan di Kampus

7 Jan 2026, Rabu, Januari 07, 2026
Viral di Malaysia: Tentara Pesta dengan Wanita Panggilan di Kampus

JATENG.COM, SUBANG- Video yang menampilkan sejumlah anggota militer Malaysia sedang bersenang-senang bersama perempuan penjaga malam di kamp telah beredar secara luas.

Tentara Malaysia juga mendapat perhatian yang tajam.

Kementerian Pertahanan Malaysia selanjutnya menginstruksikan penyelidikan internal karena warga sipil tersebut juga memasuki area tanpa izin.

"Kesaksian tersebut tidak mencerminkan budaya, nilai-nilai, dan praktik militer yang didasarkan pada disiplin, profesionalisme, serta ketaatan ketat terhadap prosedur keamanan," demikian pernyataan Kemenhan Malaysia, dilansir dariSouth China Morning Post, Senin (5/1/2026).

Kementerian Pertahanan juga menegaskan bahwa jika tuduhan tersebut terbukti benar, langkah tegas akan diambil tanpa ada pengurangan, sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.

Muncul di media sosial Negara Tetangga

Perkara ini muncul setelah video pendek beredar di media sosial pada hari Minggu (4/1/2026), yang menampilkan suasana pesta di dalam kamp militer.

Salah satu video yang disebut diambil di Bandara Udara Subang menunjukkan seorang pria memeluk wanita yang berpakaian siap pergi ke tempat hiburan malam.

Video lain menunjukkan perempuan-perempuan duduk di bar dan berdiskusi dengan laki-laki yang berpakaian santai.

Seseorang yang mengunggah video menulis bahwa warga sipil memasuki kamp dengan pakaian tidak sopan dan dalam keadaan mabuk, serta berpesta bersama anggota militer yang sebagian dari mereka sudah memiliki keluarga dan anak-anak.

"Warga sipil yang masuk ke kamp militer harus menunjukkan dokumen identitas dan melewati pemeriksaan, tetapi perempuan-perempuan 'yeye' ini diundang, diantarkan, dan diperlakukan seperti seorang ratu," tulis pengunggah, menggunakan istilah yang merendahkan.

Postingan tersebut juga menekankan, tidak semua satuan atau anggota militer terlibat dalam kegiatan serupa.

"Beberapa unit yang tidak terkait dengan perempuan 'yeye'. Jangan menganggap semua patriot bangsa kita sama," tulisnya.

Seorang perwira muda mengatakan acara serupa dapat diadakan hingga empat kali dalam seminggu, dengan biaya sekitar 300–400 ringgit (Rp 1,24 juta-Rp 1,65 juta) per orang.

"Secara dasar, ini mirip dengan pesta di klub malam, tetapi di dalam asrama," katanya.

Sang perwira juga mengakui bahwa ia terpaksa meminjam uang pribadi untuk menutupi biaya kegiatan tersebut, dan akhirnya mengambil cuti sakit karena tekanan dari tugas dan kondisi keuangan.

Unggahan di media sosial juga mencakup aturan tidak tertulis bagi tamu undangan, mulai dari aturan pakaian hingga petunjuk agar para tamu perempuan diajukan kepada pejabat senior.

Bahkan daftar makanan telah diumumkan, yang menyebutkan hidangan seperti nasi goreng, nugget, keripik kentang, dan sosis.

Rakyat protes dengan sosis-nugget

Ini memicu gelombang cemoohan netizen, yang memanfaatkan gambar nugget dan sosis sebagai bentuk ejekan.

"Makanan pestanya mirip dengan di kantin sekolah," kata seorang pengguna.

Supermarket Mydin turut memperkuat kegembiraan dengan pengumuman promosi yang menyatakan bahwa nugget dan sosis cocok digunakan dalam acara makan bersama.

Ahli senior di Nusantara Academy for Strategic Research, Azmi Hassan, menganggap isu ini merusak disiplin dan tata kelola dalam lingkungan militer.

"Telah lama beredar isu mengenai tindakan tidak sopan di fasilitas mess perwira," katanya kepada ThisWeek in Asia.

Azmi mengatakan masalah ini tidak dapat dilihat sebagai kasus pribadi saja karena berkaitan dengan contoh teladan di kalangan perwira.

"Jabatan yang lebih rendah akan meniru apa yang mereka lihat," katanya.

Ia juga menyesali fakta bahwa para pemimpin militer tidak menangani masalah ini lebih dini, serta memperingatkan agar kejadian ini tidak dianggap sebagai kasus yang hanya melibatkan pihak tertentu.

Kepala Angkatan Darat yang baru dilantik, Jenderal Azhan Md Othman, pada Selasa (6/1/2026), menyatakan bahwa kejadian ini ditangani dengan sungguh-sungguh dan meminta seluruh pasukan tetap tenang serta menjunjung tinggi profesionalisme, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita.Bernama.

Peristiwa ini mendapat perhatian di tengah meningkatnya pengawasan masyarakat terhadap lembaga militer Malaysia dalam beberapa bulan terakhir.

Pada 23 Desember 2025, Lembaga Anti Korupsi Malaysia (MACC) mengumumkan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran dalam proyek pembelian alat angkatan darat tahun 2023–2025.

Beberapa orang yang diduga terlibat telah dikenali.

"Penyelidikan terhadap aset dan tindakan pembekuan sedang dilakukan. Namun, besarnya nilai aset belum diumumkan karena penyelidikan masih berlangsung," kata MACC, dikutipNew Straits Times.

Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Malaysia mengumumkan pada 31 Desember 2025 bahwa Jenderal Muhammad Hafizuddeain Jantan, yang sebelumnya direncanakan untuk memimpin angkatan bersenjata, ditunda sementara guna mempermudah penyelidikan terhadap tuduhan yang menimpanya.

Kementerian tidak memberikan penjelasan tambahan terkait dugaan pelanggaran tersebut, sebagaimana dilaporkan.Sinar Harian. (*)

 

Sumber: https://www.kompas.com/global/read/2026/01/06/173544870/militer-malaysia-tepergok-pesta-bareng-wanita-panggilan-rakyat-protes?page=all#page2.

TerPopuler