Wilayah Ukraina yang direbut Rusia pada 2025 melebihi total dua tahun sebelumnya -->

Wilayah Ukraina yang direbut Rusia pada 2025 melebihi total dua tahun sebelumnya

3 Jan 2026, Sabtu, Januari 03, 2026
Wilayah Ukraina yang direbut Rusia pada 2025 melebihi total dua tahun sebelumnya

KABAR CIREBON- Pasukan Rusia semakin intensif melancarkan serangan, baik melalui pertempuran di garis depan langsung maupun dengan serangan drone dan rudal jarak jauh.

Beberapa daerah yang menjadi sasaran, militer Rusia berencana menyelesaikan pembersihan pasukan Ukraina pada akhir Februari 2026. Saat ini, prajurit Kremlin terus mendorong pasukan Ukraina untuk meninggalkan pos pertahanan mereka.

Perkembangan pasukan Moskow diperkuat oleh laporan situs pemantauan Ukraina DeepState, yang menyebutkan bahwa Rusia berhasil menguasai wilayah tambahan di kawasan Myrnograd dan Pokrovsk di wilayah Donetsk Ukraina, serta di Svitle di wilayah Ternopil.

Dilaporkan, pasukan Rusia menguasai lebih dari 5.600 kilometer persegi (2.160 mil persegi), atau hampir 1 persen, wilayah Ukraina pada tahun 2025, berdasarkan analisis data dari Institute for Study of War (ISW), yang bekerja sama dengan Critical Threats Project.

Berdasarkan laporan dari kantor berita AFP, wilayah yang berhasil direbut oleh pasukan Rusia pada tahun lalu lebih luas dibandingkan gabungan dua tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pertahanan pasukan Ukraina semakin melemah.

Namun, hasil yang diraih pasukan Rusia sejak tahun 2025 lebih kecil dibandingkan 60.000 km persegi (23.166 mil persegi) yang direbut Moskow pada tahun 2022, tahun pertama invasi besar-besaran mereka.

Selain mengalihkan sejumlah unit tempur dari berbagai daerah, Kiev juga berupaya menyelamatkan jiwa warga sipil melalui evakuasi yang dilakukan secara besar-besaran.

Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksii Kuleba menyampaikan dalam postingan di Facebook bahwa pihak otoritas Ukraina telah memutuskan untuk mengungsikan lebih dari 3.000 anak bersama orang tua mereka dari 44 desa di garis depan wilayah Zaporizhia dan Dnipropetrovsk akibat serangan Rusia.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengangkat kepala intelijen militer Ukraina, Kyrylo Budanov, sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada hari Jumat, dalam perubahan kepemimpinan terbaru di Ukraina.

Zelensky juga mengangkat Mykhailo Fedorov, seorang ahli drone dan digitalisasi yang pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri pertama serta menteri transformasi digital, sebagai menteri pertahanan.

Fedorov, yang penunjukannya perlu mendapat persetujuan dari parlemen, akan menggantikan Denys Shmyhal, mantan perdana menteri yang diberikan posisi pemerintahan baru.

TerPopuler