:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1850010/original/040677100_1517287183-WhatsApp_Image_2018-01-30_at_11.07.48.jpeg)
Ringkasan Berita:
- Nisfu Syaban terjadi pada malam tanggal 15 Syaban (2-3 Februari 2026), malam yang penuh dengan pengampunan dan doa-doa umat Islam diterima oleh Allah SWT.
- Amalan yang dianjurkan: Salat Tasbih, dapat dilakukan pada siang atau malam, paling sedikit sekali sepanjang hidup.
- Salat Tasbih terdiri dari empat rakaat yang dilakukan dengan membaca doa tasbih tertentu di setiap gerakan, jumlah totalnya 75 kali dalam satu rakaat.
PRIANGAN.COM– saudara-saudari, tak terasa Nisfu Syaban akan segera menyambut kita.
Terlebih lagi, bulan Syaban merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dan penuh dengan keutamaan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah.
Nisfu Syaban sendiri yaitu waktu pertengahan bulan Syaban atau 15 Syaban.
Pada kalender Hijriah, malam Nisfu Syaban dirayakan pada malam tanggal 15 bulan Syaban.
Waktu dimulai setelah shalat Maghrib pada tanggal 14 Syaban atau 2 Februari 2026 hingga terbit fajar pada tanggal 15 Syaban atau 3 Februari 2026.
Seperti yang kita ketahui dalam malam Nisfu Syaban, segala kesalahan akan dihapuskan oleh Allah SWT.
Tidak hanya itu, doa dan amalan yang dilakukan oleh umat Islam akan diterima serta dikabulkan oleh Allah SWT pada malam tersebut.
Terlepas dari malam Nisfu Syaban, salah satu amalan yang harus dikerjakan yaitu salat Tasbih juga dianjurkan untuk dilakukan setidaknya sekali seumur hidup, sebulan sekali, atau setahun sekali.
Waktu Pelaksanaan
Imam Nawawi menyampaikan pandangan mengenai waktu pelaksanaan salat tasbih.
Menurutnya, shalat yang dilakukan di malam hari dapat dikerjakan dua rakaat dengan masing-masing satu salam.
Namun, jika dilakukan di siang hari, jumlahnya bisa dua rakaat satu salam atau langsung empat rakaat dengan satu salam.
Niat Salat Tasbih
Niat shalat Tasbih empat rakaat dengan satu salam:
Saya melaksanakan shalat sunnah tasbih sebanyak empat rakaat kepada Allah Yang Maha Tinggi
Latin: Aku melaksanakan shalat sunnah tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala.
Maksudnya, "Aku melaksanakan shalat sunnah tasbih empat rakaat semata-mata karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Salat Tasbih
Cara pelaksanaan salat Tasbih pada dasarnya mirip dengan salat wajib yang biasa dilakukan.
Hanya saja, dalam salat Tasbih terdapat bacaan tasbih dengan jumlah tertentu pada setiap gerakan.
Ayat tasbih tersebut berbunyi "subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar."
Berikut cara pelaksanaan salat Tasbih berdasarkan penjelasan Ibnu Hajar Al-Haitami:
1. Membaca niat.
2. Membaca Takbiratul Ihram.
3. Membaca ayat Al Fatihah dan surat-surat lainnya.
4. Membaca doa Tasbih sebanyak 15 kali. Setelah itu lanjutkan dengan rukuk.
5. Setelah melakukan rukuk dan sebelum bangkit untuk i'tidal, membaca doa Tasbih sebanyak 10 kali.
6. Selanjutnya lakukan i'tidal dan dilanjutkan dengan membaca kalimat Tasbih sebanyak 10 kali.
7. Selanjutnya melakukan posisi sujud. Sebelum bangkit dari sujud, bacalah kalimat Tasbih sebanyak 10 kali.
8. Selanjutnya, duduk di antara dua sujud dengan membaca Tasbih sebanyak 10 kali.
9. Selanjutnya melakukan sujud yang kedua. Sebelum bangkit dari posisi sujud, membaca kalimat Tasbih sebanyak 10 kali.
10. Setelah sujud yang kedua, tidak segera bangkit untuk memulai rakaat berikutnya. Namun, duduk dan membaca Tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu, baru melanjutkan ke rakaat kedua.
Harus diketahui bahwa jumlah kalimat Tasbih yang dibaca dalam rakaat pertama adalah 75 kali.
Pada rakaat kedua, pelaksanaannya mirip dengan rakaat pertama.
Namun, pada rakaat kedua setelah membaca tasyahud akhir sebelum mengucapkan salam, dilanjutkan dengan membaca kalimat Tasbih sebanyak sepuluh kali. Setelah itu baru mengucapkan salam. (*)
Lihat berita terbaru Priangan.com lainnya di: Google News