Ringkasan Berita:
- Karina Ranau menangis setelah disebut menjual kesedihan karena memajang foto suaminya yang telah meninggal di warung.
- Ia menyesali komentar negatif dari orang-orang yang tidak memahami perjuangannya, dan Epy sejak awal mendirikan warung makan hingga saat ini telah memiliki banyak pelanggan.
- Pada kesempatan tersebut, Karina juga mengungkapkan keinginannya untuk membangun mushola dari hasil pendapatan warung makan itu, yang ditujukan bagi Epy Kusnandar.
STYLE.COM - Karina Ranau masih terjebak dalam kesedihan setelah kepergian suaminya, Epy Kusnandar.
Namun dalam suasana yang penuh perasaan, isu-isu justru muncul mengguncang.
Karina tiba-tiba dikaitkan dengan menjual rasa sedih untuk menarik perhatian masyarakat.
Semua dimulai dari keputusannya memajang foto almarhum suaminya di warung makan yang ditinggalkan oleh Epy Kusnandar, kini justru ramai dikunjungi pengunjung.
Diketahui bahwa Epy Kusnandar meninggal pada 3 Desember 2025 di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Cawang, Jakarta.
Pemeran yang terkenal dari serial Preman Pensiun tersebut meninggal dunia setelah melawan penyakit yang menghinggapi dirinya.
Sebagai suntikan semangatnya, Karina selalu memajang bingkai foto Epy di warung makan miliknya.
Aktris kelahiran Palembang, Sumatera Selatan itu juga selalu mengenakan bando bergambar foto Epy setiap kali berjualan.
Alih-alih menarik empati, aksi Karina tersebut justru menuai reaksi negatif dari segelintir orang.
Wanita yang dinikahi Epy pada 2008 itu mengaku mendapat tudingan menjual kesedihan agar warungnya ramai.
"Saya pajang foto ini kan buat sesuatu membuat saya semangat gitu," kata Karina, dikutip dari YouTube Insertlive, Kamis (5/2/2026).
"Terus saya disebut menjual kesedihan untuk menarik orang-orang agar mau datang ke sini, mau makan di sini," tambahnya.
Karina mengaku sakit hati dituding menjual kesedihan atas kematian pemain film Qorin 2 itu.
"Rasanya sakit," kata Karina.
Aktris yang memulai kariernya sebagai model menyesali komentar negatif dari orang-orang yang tidak memahami perjuangannya. Epy, sejak awal mendirikan warung makan, kini telah memiliki banyak pelanggan.
Sementara perjuangan kita tidak semua orang melihatnya, bagaimana perjuangan kita itu.
"Kami pergi ke pasar, kami membuat konten, kami (mencari cara) agar orang bisa datang ke sini, dan mereka yang sudah datang pun kembali lagi," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Karina juga mengungkapkan keinginannya untuk membangun musala dari hasil penghasilan warung makan itu, yang ditujukan khusus untuk Epy.
Sambil menangis, perempuan yang menikah dengan Epy pada tahun 2008 itu menyampaikan harapan agar warungnya segera berkembang dan bisa pindah ke lokasi yang lebih besar.
"Entah kapan suatu saat nanti, saya ingin memiliki tempat yang luas," kata Karina.
Kelak, jika warungnya semakin ramai, Karina berjanji akan menyisihkan penghasilannya selain untuk biaya pendidikan anak, juga digunakan untuk membangun masjid.
Kemudian jika nanti uangnya banyak, rezekinya melimpah, tempatnya luas, orang-orang ramai datang, saya memiliki nazar.
"Saya memiliki nazar, jadi pendapatan dari warung itu nanti selain untuk biaya sekolah Que, saya ingin membangunkan masjid untuk Epy," kata Karina.
Penyanyi dari lagu "Bukan Alamat Palsu" ingin membangunkan masjid untuk Epy sebagai hadiah darinya.
Masjid kecil atau musala saja.
"Saya ingin memberikannya untuk dia, ini adalah hadiah dari saya," ujar Karina.
Keinginan Epy yang Tidak Terwujud
Di sisi lain, putra kedua Epy Kusnandar, Damar Rizal Marzuki mengungkapkan beberapa keinginan yang belum terwujud dari ayahnya.
Epy Kusnandar dikabarkan pernah memiliki hasrat untuk mengadakan latihan teater.
Mengingat Epy Kusnandar yang sangat antusias terhadap dunia seni peran dan aktif dalam kegiatan teater sejak duduk di bangku SMA.
"Awalnya ingin memiliki tempat latihan teater," ujar Damar, dilansir dari YouTube Intens Investigasi, Jumat (5/12/2025).
Sebelumnya, kata Damar, warung yang dimiliki Epy Kusnandar di Jalan Haji Samali, Pancoran, Jakarta Selatan, juga masuk dalam daftar tempat yang ingin dibangun.
Warung makan itu akhirnya terwujud dan dijalankan oleh seorang pria yang dikenal sebagai Kang Mus dalam serial drama Preman Pensiun.
Ternyata, Epy Kusnandar juga memiliki keinginan untuk mendirikan studio musik yang bersebelahan dengan warung makanannya itu.
"Terus dia ingin memiliki studio musik di lokasi tempat makannya," kata Damar.
Damar juga mengakui bahwa memang banyak keinginan yang pernah diucapkan oleh ayahnya.
Laki-laki yang dikenal bekerja sebagai dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) merasa yakin bahwa jika ayahnya masih hidup, keinginan tersebut secara perlahan akan terwujud.
Sebenarnya banyak yang diucapkan, meskipun belum terwujud atau tidak, itu merupakan proses sebenarnya.
Jika masih ada kemungkinan, maka perkembangannya pasti akan menuju ke arah itu.
"Mungkin itulah yang akan tercapai nanti," kata Damar.
Diolah dari artikel Banjarmasinpost.co,id.
- Jangan lewatkan berita-berita menarik lainnya dari Newsmaker.com di Google News, Threads, dan Facebook.