Hanya tambang? PBNU turun gunung amankan 1.000 dapur makan gratis! -->

Hanya tambang? PBNU turun gunung amankan 1.000 dapur makan gratis!

23 Feb 2026, Senin, Februari 23, 2026
Hanya tambang? PBNU turun gunung amankan 1.000 dapur makan gratis!

bengkalispos.com– Nahdlatul Ulama (NU) tampaknya sedang mengalami perubahan besar dalam lingkup pembangunan nasional.

Setelah mendapat perhatian besar dari masyarakat berkat keberaniannya menerima konsepsi pengelolaan tambang demi meningkatkan kemandirian ekonomi organisasi, kini NU kembali menunjukkan "gigi" dedikasinya dalam bidang ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Tindakan ini menunjukkan bahwa NU tidak lagi hanya berada di menara gading dakwah, tetapi langsung terlibat dalam sektor-sektor penting yang berkaitan dengan kebutuhan pokok dan kesejahteraan masyarakat.

Pada hari Sabtu (21/2/2026), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf atau dikenal sebagai Gus Yahya, meresmikan 41 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Darul Quran, Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat.

Keberadaan SPPG ini merupakan bagian dari penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan pemerintah, sekaligus menunjukkan bahwa jaringan pesantren adalah infrastruktur sosial yang paling siap dalam mendukung program nasional.

"SPPG dalam lingkungan NU bukan hanya kesepakatan institusional antara PBNU dan Badan Gizi Nasional (BGN), tetapi juga komitmen nyata mendukung program pemerintah," kata Gus Yahya dilaporkan dari Instagram @reset.

Sampai saat ini, sekitar 200 unit SPPG telah beroperasi di bawah pengelolaan PBNU. Namun, angka tersebut baru merupakan awal. Dengan penuh harapan, Gus Yahya menetapkan rencana perluasan yang lebih besar agar cakupan program ini dapat mencakup seluruh wilayah nasional.

"Harapan kami dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, target 1.000 SPPG yang sebelumnya kita tetapkan bersama Kepala BGN, Pak Dadan Hindayana, dapat segera tercapai," tambahnya.

Melalui jaringan tim konsultasi dan program akselerasi MBG yang dibentuk khusus, PBNU berupaya mengintegrasikan sistem pendidikan pesantren dengan kebutuhan gizi harian siswa serta masyarakat sekitar.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya bijak secara spiritual, tetapi juga tangguh secara jasmani.

Peran PBNU dalam mengelola tambang serta mengatur dapur umum melalui SPPG ini menyampaikan pesan utama bahwa kemandirian umat tidak dapat dicapai hanya dengan doa di atas sajadah, tetapi harus dilakukan melalui usaha nyata di lapangan.

Jika tambang merupakan upaya kemandirian energi dan ekonomi, maka MBG adalah investasi dalam manusia; sebuah pasangan yang mematikan yang menunjukkan bahwa NU sedang membangun fondasi bangsa dari berbagai sisi, tanpa memperhatikan seberapa kerasnya kritik yang datang menghampiri.

TerPopuler