
bengkalispos.com.CO.ID, WASHINGTON -- Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) akan segera mengirimkan pasukan gabungan ke Jalur Gaza. Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers menyatakan bahwa ISF akan mulai ditempatkan di kota Rafah.
Secara keseluruhan, katanya, akan ada 20 ribu personel yang dikerahkan ke Gaza bekerja sama dengan 12 ribu polisi Palestina. "Indonesia telah menerima penawaran untuk menempati posisi wakil komandan di ISF," katanya.
Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania telah menunjukkan komitmennya untuk mengirimkan pasukan guna ikut serta dalam Pasukan Stabilisasi Internasional. Indonesia sebelumnya telah menyatakan niatnya untuk mengirimkan 8.000 prajurit perdamaian.
"Selanjutnya, pelatihan bagi ISF dan pasukan kepolisian Palestina akan dilaksanakan di Mesir serta Yordania," katanya.
Pada tahap pertama ini, menurut Jeffers, ISF yang merupakan bagian dari Board of Peace (Dewan Perdamaian) akan berupaya memperkuat keamanan yang diperlukan oleh warga Gaza. Jeffers menyatakan, masyarakat di Gaza memerlukan masa depan yang lebih baik.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa partisipasi Indonesia di Gaza tidak bertujuan untuk mengurangi senjata atau terlibat dalam pertempuran. Indonesia akan berperan sebagai penjaga perdamaian dan melaksanakan misi kemanusiaan.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyatakan bahwa pemerintah RI percaya bahwa penyelesaian yang adil dan berkelanjutan mengenai konflik Israel-Palestina hanya bisa diperoleh melalui solusi dua negara sesuai dengan parameter internasional yang telah disepakati.
Dalam konteks tersebut, Sugiono menekankan bahwa tugas Dewan Keamanan PBB dan Badan Perwakilan Pemilih, yang dibentuk berdasarkan Resolusi DK PBB 2803, harus saling mendukung serta tidak menyimpang dari tujuan yang sama.
"Perdamaian bisa memiliki jalan yang berbeda, tetapi tidak boleh memiliki tujuan yang berbeda," kata Sugiono sebagaimana dilaporkan dalam keterangan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Kamis (19/2/2026).
Karena saat ini telah menjadi salah satu anggota BoP, Sugiono menjamin partisipasi Indonesia di badan tersebut akan tetap selaras dengan Piagam PBB dan prinsip-prinsip multilateralisme.
Dalam pernyataannya di Majelis Keamanan PBB, Sugiono juga menyoroti pelanggaran-pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza yang menyebabkan korban jiwa.
Lebih dari 570 jiwa telah kehilangan nyawanya dan lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka sejak gencatan senjata berlaku. Infrastruktur dasar serta layanan penting masih rusak," kata Sugiono.