:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260202_KELUARGA-KORBAN.jpg)
JATENG.COM, BANYUWANGI- Kejadian tak terduga terjadi saat proses penanganan KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam selama tujuh bulan.
Seorang mayat muncul ke permukaan.
Kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang beroperasi untuk pelayaran Ketapang-Gilimanuk tenggelam di Selat Bali pada 2 Juli 2025.
Kapal yang tenggelam di kedalaman 56 meter di bawah permukaan laut ini kini sedang dalam proses penarikan oleh PT Buto, sejak seminggu terakhir.
PT Buto secara bertahap mengangkat bagian kapal menggunakan perahu tangkai yang hingga kini telah berhasil mengangkat lambung bagian ruang mesin, menara tempat mobil, serta tiga truk.
Pada hari Minggu (1/2/2026) kemarin, satu mayat ikut muncul ke permukaan saat proses pengangkatan bangkai kapal dilakukan.
"Jenazah muncul di dekat kapal setelah kami mengangkat kendaraan, bukan karena alat kami yang mengangkatnya," ujar perwakilan PT Buto, Jonathan Chandra.
Jenazah selanjutnya dievakuasi oleh Satpolairud Polresta Banyuwangi ke RSUD Blambangan.
Dan, melalui identitasnya, keluarga mengenali dia sebagai I Wayan Teja Setiawan, penduduk Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
"Suami saya dikenal dengan nama Wawan, bekerja sebagai kru di KMP Tunu Pratama Jaya," ujar istri Wawan, Ratna saat berada di RSUD Blambangan.
Sejak pagi, Ratna beserta keluarganya sudah tiba di RSUD Blambangan setelah menerima kabar dari pihak kepolisian bahwa jenazah suaminya yang telah menikahinya selama delapan tahun ditemukan.
Ratna merasa lega di dalam hatinya, setelah menunggu lama, akhirnya ayah dari dua anaknya yang berusia tujuh tahun dan 1,5 tahun ditemukan.
Suami saya telah bekerja di kapal tersebut selama dua tahun. Pekerjaannya menggunakan sistem shift, dengan durasi enam jam kerja," ujar Ratna.
Selain rasa lega, terdapat rasa bangga dalam hati Ratna ketika ia mendengar kisah bahwa di akhir hidupnya, suaminya sempat membagikan pelampung kepada penumpang, sebelum memastikan keselamatan dirinya sendiri.
Data tersebut disampaikan oleh rekan Wawan yang terakhir berada bersama Wawan dan berhasil selamat dari kejadian tragis itu.
Jenazah Wawan akan segera dimakamkan setelah diserahkan oleh tim DVI Polda Jatim kepada keluarga dan akan dikebumikan di pemakaman yang dekat dengan rumahnya.
Pihak keluarga telah menerima kepergian Wawan dan acara tahlil telah diadakan.
Setelah dipastikan jenazah Wawan ditemukan, keluarga akan mengadakan kembali acara tahlil.
Anggota keluarga Wawan telah menerima seluruh hak dan bantuan, baik dari pihak asuransi maupun perusahaan kapal.
"Semua telah selesai," ujar Ratna. Namun, hingga malam Minggu sekitar pukul 22.00 WIB, pengumuman resmi dari DVI Polda Jatim mengenai identitas jenazah belum juga dikeluarkan. (*)
Sumber: https://surabaya.kompas.com/read/2026/02/02/050000878/7-bulan-berlalu-jasad-abk-kmp-tunu-pratama-jaya-muncul-ke-permukaan-laut?source=headline.