
Bengkalispos.com- Salah satu jenis kerupuk khas Cirebon adalah kerupuk melarat. Kerupuk ini digoreng dengan menggunakan pasir sebagai pengganti minyak. Kerupuk biasanya diolah dengan menggunakan minyak goreng dalam wajan.
Namun hal ini tidak berlaku di Cirebon, Jawa Barat. Salah satu jenis kerupuk khas Cirebon justru memakai pasir sebagai pengganti minyak saat proses pengolahannya. Senin, 2 Februari 2026.
Berdasarkan penduduk Plered Cirebon, Mamah Omah (54) mengatakan, karena proses pengolahannya, masyarakat Cirebon memberinya nama kerupuk melarat. Nama kerupuk melarat muncul karena harga minyak goreng yang pada masa itu tinggi.
Tidak semua lapisan masyarakat di Cirebon pada masa itu mampu memperoleh minyak akibat harga yang sangat tinggi.
Hal itu kemudian mendorong masyarakat Cirebon untuk melakukan inovasi dengan memasak kerupuk menggunakan pasir.
"Pada masa itu harga minyak mahal, para pembuat kerupuk mengambil inisiatif untuk menggoreng menggunakan pasir, sehingga disebut kerupuk melarat," kata Omah.
Dijelaskan bahwa rumah tersebut digunakan untuk menggoreng kerupuk melarat bukan sembarangan pasir, melainkan pasir pegunungan yang telah melalui proses penyaringan.
Setelah disaring, pasir selanjutnya dikeringkan agar menjadi bersih dan kering. Setelah itu, pasir siap digunakan sebagai pengganti minyak.
Selain diolah dengan cara digoreng menggunakan pasir, ciri khas lain dari kerupuk Melarat adalah warnanya yang beragam, seperti merah, putih, dan hijau. Rasanya yang gurih membuatnya menjadi camilan yang ideal untuk dinikmati saat bersantai bersama keluarga.
"Kerupuk melarat dibuat dari tepung kanji, dan kerupuk ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Cirebon. Bukan hanya warga setempat, tetapi juga pendatang atau wisatawan yang berkunjung ke Cirebon sering kali memilih kerupuk melarat sebagai oleh-oleh," ujarnya.
Kerupuk melarat merupakan camilan khas Cirebon, Jawa Barat, yang istimewa karena diproses dengan cara digoreng menggunakan pasir (bukan minyak goreng), sehingga menghasilkan camilan yang rendah kolesterol dan renyah.
Terbuat dari tepung tapioka, kerupuk ini memiliki rasa gurih, umum disajikan dengan bumbu bawang atau sambal asam pedas, dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
Inovasi kerupuk melarat khas Cirebon kini bukan hanya camilan tradisional, tetapi telah dikembangkan menjadi produk yang lebih modern dengan variasi warna menggunakan bahan alami seperti buah bit atau naga, kemasan yang lebih menarik, serta penggunaan mesin oven pengering untuk menjaga kebersihan dan efisiensi. Tambahannya adalah variasi bumbu modern dan sambal pedas yang meningkatkan daya tarik produk.