Kisah iPad Ketum Muhammadiyah yang Hilang di Kereta Gajayana -->

Kisah iPad Ketum Muhammadiyah yang Hilang di Kereta Gajayana

13 Feb 2026, Jumat, Februari 13, 2026
Kisah iPad Ketum Muhammadiyah yang Hilang di Kereta Gajayana
Ringkasan Berita:
  • Tablet iPad milik Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pernah hilang di kereta api Gajayana, Selasa (10/2/2026).
  • Setelah menyusun laporan, perangkat elektronik portabel berlayar sentuh jenis tablet yang dimiliki Haedar Nashir akhirnya kembali dalam keadaan utuh, normal, dan tanpa adanya kerusakan.
  • Selama perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta, ia sempat mengambil ponselnya di kereta untuk keperluan menulis bahan perkuliahan bagi mahasiswa S3 UMY program studi Politik Islam.
 

JOGJA.COM, YOGYA- iPad milik Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir sempat hilang di KA Gajayana, Selasa (10/2/2026).

Namun, perangkat elektronik portabel berlayar sentuh jenis tablet milik Haedar Nashir itu akhirnya bisa kembali dalam kondisi utuh, normal, dan tanpa ada kerusakan.

Ternyata, sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta, ia sempat mengambil ponselnya di kereta guna menulis bahan perkuliahan untuk mahasiswa S3 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) program studi Politik Islam.

Setelah selesai mengetik, Haedar memutuskan untuk beristirahat karena mengantuk yang sangat mengganggu. Saat ia ingin tidur, KA Gajayana telah sampai di wilayah Purwokerto dalam perjalanan menuju Yogyakarta.

"Perjalanan kereta ternyata sudah sampai Purwokerto. Tidurlah sebentar, hingga mendekati tiba di Stasiun Yogyakarta," kata Haedar.

"Ipad ternyata terjatuh di tepi kursi. Jadi, ketika ingin turun, iPad yang jatuh itu terlupakan," tambahnya.

Ia turun di Stasiun Yogyakarta pada Selasa (10/2) pukul 01.24 WIB. Pada saat itu, Haedar merasa tidak ada hal yang tidak normal.

Namun, ia baru menyadari bahwa iPad miliknya ternyata tertinggal di kereta api yang ia tumpangi sebelumnya.

"Namun, baru sampai sepertiga perjalanan ia menyadari ada masalah. Ipad mini yang biasanya digunakan untuk mengetik tertinggal di kereta," jelasnya.

"Kembali ke stasiun jelas tidak mungkin. Kereta Api sekarang sangat teratur saat turun dan naik, sekitar 3 hingga 5 menit," tambahnya.

Medkom Muhammadiyah buat laporan

Kemudian, tim Komunikasi Media (Medkom) Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyusun laporan terkait peristiwa tersebut.

Laporan tersebut di terima oleh petugas KAI yang cepat merespons serta memperhatikan detailnya.

Petugas juga sempat bertanya mengenai ciri-ciri iPad milik Haedar serta nomor kursi yang ditempati di KA Gajayana.

“Karena terkait barang yang sangat berharga, setelah membuat laporan resmi, saya teringat nama Tuan Raja Husein Pandapotan Harahap, Wakil Kepala Stasiun Gambir yang sekarang menjabat sebagai Kepala Stasiun Yogyakarta,” ujar Haedar.

Ia langsung menghubungi Raja Husein melalui aplikasi WhatsApp terkait informasi kehilangan tersebut.

Singkatnya, iPad miliknya telah ditemukan dan kemudian dikembalikan serta diterima oleh Haedar.

"Kehilangan Ipad pasti sangat mengkhawatirkan. Bukan karena perangkatnya, tetapi karena isinya. Di dalamnya terdapat banyak data dan dokumen penting, terutama tulisan-tulisan," katanya.

Sampai di Stasiun Malang                             

Kepala Humas DAop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, membenarkan terjadinya kejadian tersebut.

"Pada Selasa, 11 Februari 2026, penumpang KA bernama Haedar Nashir menyampaikan apresiasinya terhadap kecepatan tindakan petugas KAI Daop 6 Yogyakarta yang berhasil membantunya menemukan kembali tabletnya yang tertinggal saat perjalanan menggunakan KA Gajayana dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Yogyakarta, pada Selasa, 10 Februari 2026," ujarnya, Kamis (12/2) pagi.

"Haedar Nashir baru menyadari bahwa tabletnya tertinggal di kereta setelah meninggalkan Stasiun Yogyakarta dan hampir sampai ke rumahnya di Yogyakarta," lanjutnya.

Ia menyebutkan, Kepala Stasiun Yogyakarta Raja Husein Pandapotan Harahap secara bersamaan dihubungi oleh Haedar Nashir mengenai laporan kehilangan iPad.

Ternyata, iPad milik Ketua Umum PP Muhammadiyah itu ikut kereta api Gajayana hingga tiba di Stasiun Malang, Jawa Timur.

Sebagai informasi, kereta api Gajayana menyediakan perjalanan dari Stasiun Gambir ke Stasiun Malang dan sebaliknya.

"Raja Husein Pandapotan Harahap kemudian berperan dalam mengkoordinasikan laporan Lost and Found tersebut, dan setelah dilakukan pencarian, perangkat tablet mini itu akhirnya ditemukan telah tiba di Stasiun Malang dan segera disimpan oleh petugas KAI," ujar Feni.

Masih pada hari yang sama, Haedar Nashir menerima informasi bahwa iPad miliknya telah kembali ke Stasiun Yogyakarta dalam keadaan aman.

Tidak lama setelah itu, Haedar berhasil mengembalikan tabletnya dalam keadaan baik.

Jika barang hilang di kereta api

Layanan Penemuan Barang KAI membantu mencari barang yang tertinggal di kereta atau di stasiun dengan melaporkan kepada petugas Customer Service stasiun, kondektur, atau Contact Center 121 (telepon/WhatsApp 08111-2111-21).

Segera berikan informasi barang, lokasi, serta nomor perjalanan untuk diverifikasi.

Barang yang ditemukan akan disimpan di stasiun dan bisa diambil dengan menunjukkan dokumen identitas beserta tiket.

Berikut adalah penjelasan prosedur pengambilan barang hilang KAI:

Laporan Segera:

Laporkan kehilangan barang kepada pengemudi kereta, petugas keamanan, atau layanan pelanggan di stasiun tujuan.

Hubungi Contact Center 121:

Jika sudah keluar dari stasiun, hubungi nomor 121 atau WhatsApp resmi KAI di 08111-2111-21.

Detail Laporan:

Berikan detail barang (ciri-ciri), kode pemesanan tiket, lokasi terakhir barang, serta nomor kereta.

Verifikasi & Pengambilan:

Jika barang ditemukan, petugas akan melakukan pemeriksaan. Pengambilan barang dilakukan di stasiun dengan menunjukkan dokumen identitas dan tiket/kode reservasi.

Prosedur Khusus:

Petugas akan melakukan pemeriksaan rutin dan memasukkan informasi ke dalam sistem Penemuan dan Pengembalian.

Pastikan tidak memberikan nomor reservasi atau informasi barang kepada orang yang tidak berhak agar mencegah penyalahgunaan data.(Tim Jogja)

TerPopuler