Ringkasan Berita:
- Kolam Bendungan di Cimanggung Sumedang menjadi destinasi alam yang menawarkan pengalaman bermain air, gratis, dan selalu ramai pengunjung.
- Dimulai dari Jalan Usaha Tani, kini telah menggerakkan 130 UMKM warga.
- Pemdes berencana mengembangkan akses serta menjaga keamanan dengan bantuan Babinsa dan Karang Taruna.
Laporan Jurnalis Priangan.com, Aldi M Perdana
PRIANGAN.COM, SUMEDANG - Saluran irigasi yang mengalir di sepanjang jalan di antara lahan persawahan, menjadi tempat bermain anak-anak dengan penuh kegembiraan. Mereka berenang di sana, sesekali menyiram air kepada teman-temannya.
Lautan persawahan mengelilingi kegembiraan tersebut, sementara keindahan Gunung Geulis terlihat menjulang di kejauhan. Gambar ini berada di Dusun Bendungan, Desa/Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Tempat tersebut berjarak sekitar 26 kilometer dari Kota Bandung, terletak di balik gang-gang sempit di jalan Parakanmuncang-Sindulang.
Beberapa masyarakat mengenalnya sebagai Wisata Papalidan Bendungan, sementara yang lain menyebutnya sebagai Hidden Gem Bendungan. Hal ini karena terdapat sebuah bendungan yang berada di Sungai Citarik, yang airnya menjadi sumber irigasi bagi persawahan di sekitar wilayah tersebut.
Tidak kalah menarik dibandingkan aliran air di sistem irigasi tersebut. Sungai Citarik menjadi sarana hiburan air yang cocok bagi baik orang dewasa maupun anak-anak.
Beberapa batu besar ditempatkan untuk orang-orang yang hanya ingin berendam, sementara aliran sungai yang tidak terlalu kencang dapat menjadi tempat bermain air yang cukup menyenangkan, terutama jika kita menggunakan ban yang disewakan oleh penduduk sekitar area tersebut.
"Kolam yang tersembunyi itu dahulu hanya merupakan jalur lalu lintas bagi warga yang ingin berolahraga atau sekadar mencari makanan di kawasan Candi (Red: Bukit Keroncong), Desa Dampit, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat," ujar Kepala Desa Cimanggung, Jajang Bahar saat diwawancara oleh Priangan.com di kantor desa pada Senin (2/2/2026).
Secara kebetulan, di area bendungan tersebut terdapat satu akses yang dilengkapi jembatan untuk melintasi Sungai Citarik, yang diketahui menjadi batas antara Kabupaten Sumedang dan Bandung.
Saat itu belum ramai seperti sekarang, lokasi penyeberangan tersebut cukup sunyi meskipun menawarkan pemandangan yang sangat menarik.
Namun di akhir tahun 2024, Jajang diketahui sedang membangun Jalan Usaha Tani sepanjang 450 meter yang awalnya bertujuan untuk memudahkan para petani dalam mengangkut hasil panen mereka.
Tidak terduga, meskipun terdapat saluran irigasi sepanjang Jalan Usaha Tani, sehingga banyak anak-anak yang bermain air di sana. Pada awalnya, beberapa anak membawa ban bekas untuk sekadar mengapung dan ikut arus air irigasi.
"Sejak saat itu, semakin banyak pengunjung yang sebelumnya hanya melewati jembatan untuk menyeberang ke area Candi, malah bermain air di tempat tersebut. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga ikut menikmati fasilitas alami ini," kata Jajang.
Akhirnya, Dusun Bendungan semakin diminati oleh banyak orang. Banyak kreator konten yang datang ke sana. Tidak hanya itu, pengunjung dari luar daerah mulai berdatangan, termasuk dari kabupaten Bandung, Garut, Sukabumi, hingga Jakarta.
Meskipun semakin ramai dan terus dikunjungi oleh banyak orang, Hidden Gem Bendungan ini telah dibuka secara umum tanpa dikenakan biaya masuk. "Hanya tersedia beberapa tempat parkir sepeda motor yang dikelola oleh Karang Taruna setempat. Biaya parkirnya hanya 2000 rupiah," ujar Jajang.
Fasilitas yang tersedia di lokasi tergolong terjangkau, misalnya sewa ban untuk bermain air seharga Rp50 ribu, serta makanan sederhana di tepi aliran sungai. Menurut Jajang, ada 130 UMKM yang beroperasi di tempat tersebut dan seluruh pelaku UMKM merupakan warga setempat.
Tidak hanya sebagai destinasi wisata, Hidden Gem Bendungan tersebut juga menjadi objek studi dalam bidang ilmu pariwisata dari berbagai universitas seperti UNPAD dan UNPAR.
Saat ini, Jajang mengungkapkan rencana untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya, salah satunya adalah melanjutkan akses Jalan Usaha Tani dari Dusun Bendungan menuju Dusun Sawahpeundeuy melewati area persawahan yang hijau.
"Seperti Cisema Banjaran," ujar Jajang menyebut salah satu tempat wisata di kawasan Bandung Selatan.
Melanjutkan akses jalan tersebut bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai pariwisata di wilayah tersebut, tetapi juga upaya agar para petani dapat dengan mudah mengakses jalan dari lahan persawahan yang dikelolanya menuju UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Wilayah Cimanggung.
"Itu total jaraknya sekitar 1,4 kilometer, dan yang baru kami bangun itu 450 meter, masih tersisa 950 meter. Nanti gerbangnya akan berada di Dusun Sawahpeundeuy, dekat dengan UPTD Pertanian," jelas Jajang.
Jalan yang akan menghubungkan Dusun Bendungan dengan UPTD Pertanian memiliki pemandangan yang sangat indah. Bukan hanya persawahan, tetapi juga keindahan aliran sungai, bukit-bukit, serta Gunung Kareumbi dan Kerenceng yang terkenal di kalangan para pendaki.
Jajang berencana membangunkan Gazebo di pintu masuk yang nantinya akan berada dekat dengan UPTD Pertanian, bekerja sama dengan pemilik lahan pertanian.
Ia juga berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapat mendorong keinginannya dalam membangun Jalan Usaha Tani di Desa Cimanggung.
"Malahan saya sudah melakukan studi banding ke Lembur Pakuan," kata Jajang. "Saya juga terinspirasi dari Lembur Pakuan. Ternyata hampir sama persis lahan pertaniannya, meskipun di sini ada tambahannya, yaitu Sungai Citarik," tambahnya.
Di sisi lain, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1014/Cimanggung, Serma Fajar menyampaikan bahwa pihaknya sering berkoordinasi dengan Jajang.
"Kami merasa bangga karena di sini terdapat wisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun tentunya kami selaku Babinsa bersama Babinmas harus memastikan aspek keamanan," katanya di tempat yang sama.
Fajar bersama Bhabinmas Polsek Cimanggung Aiptu Ato Sugiharto sering mengajak warga serta Karang Taruna setempat untuk memberikan beberapa himbauan.
"Maka, di tempat wisata ini, kami benar-benar perlu memastikan keselamatan pengunjung melalui pendekatan-pendekatan yang meyakinkan dengan seluruh komponen masyarakat, termasuk para pemuda yang ada di sini," katanya.
Dengan demikian, Hidden Gem Bendungan di Desa Cimanggung ini bukan hanya menjadi tempat wisata yang menarik, menyenangkan, dan terjangkau, tetapi juga aman serta nyaman, mengingat Babinsa, Bhabinmas, serta Karang Taruna setempat benar-benar terlibat dalam mengembangkan potensi wisata yang ramah dengan anggaran. (*)
Lihat berita terbaru Priangan.com lainnya di: Google News