:quality(100)/photo/2022/06/02/ayu-ting-ting-umrahjpg-20220602035139.jpg)
bengkalispos.com– Rasa rindu umat Islam di seluruh dunia untuk merasakan berkah Ramadan di Baitullah benar-benar terwujud tahun ini. Dari pusat Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, suasana spiritual yang bersatu dengan usaha fisik menjadi pemandangan sehari-hari yang menggugah hati.
Melalui surat elektronik yang diterimabengkalispos.com.pikiran-rakyat.comSelasa (24/2/2026) H. Nor Kholis Mursyid, seorang pemandu jamaah yang sedang menemani rombongan, melaporkan peristiwa-peristiwa dalam ibadah di tengah keramaian yang sangat luar biasa.
H. Nor Kholis atau lebih dikenal dengan sebutan Cak Nur, menggambarkan keadaan Masjidil Haram saat ini dalam kondisi "sangat penuh". Jemaah dari berbagai penjuru dunia berkumpul, membentuk aliran manusia yang terus-menerus sejak waktu shalat fardhu hingga pelaksanaan Qiyamul Lail.
"Kondisi terlihat sangat ramai, namun Alhamdulillah, pelaksanaan ibadah berjalan dengan lancar dan aman. Meskipun cuaca di Makkah cukup panas, semangat jamaah tampaknya menjadi penghibur yang mengusir rasa lelah," kata pria keturunan Madura yang telah bertahun-tahun tinggal di Arab Saudi ini.
Di tengah keramaian orang-orang, jamaah tetap setia melaksanakan shalat tarawih dengan penuh khusyuk. Gema doa-doa yang menggapai langit di bawah naungan Ka'bah menciptakan suasana yang sangat khidmat dan sulit dijelaskan dengan kata-kata," katanya.
Mempertahankan Tenaga di Tengah Kedalaman Ibadah
Sebagai seorang pembimbing, Cak Nur memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan jamaah. Ia menekankan bahwa ibadah pada bulan Ramadan di Tanah Suci merupakan "maraton spiritual" yang memerlukan pengelolaan stamina yang baik.
"Kami secara teratur memberikan petunjuk mengenai waktu istirahat dan kecukupan minum air. Jangan sampai semangat beribadah sunnah yang tinggi membuat jamaah memaksakan diri secara berlebihan," tambahnya.
Terlebih lagi, menjelang sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, peningkatan jumlah jamaah terjadi secara signifikan. Strategi "berangkat lebih dini" menjadi wajib bagi jamaah yang ingin mendapatkan tempat shalat yang cukup di dalam area Masjidil Haram.
Saat Suka di Meja Berbuka Puasa Peristiwa Menarik di Meja Berbuka Momennya Indah di Meja Berbuka Kesempatan Bahagia di Meja Berbuka Momen Penuh Makna di Meja Berbuka Pengalaman Menyenangkan di Meja Berbuka Kehadiran yang Menghangatkan di Meja Berbuka Waktu yang Berkesan di Meja Berbuka Kebahagiaan di Saat Berbuka Puasa Kumpulan Kenangan di Meja Berbuka
Salah satu momen yang paling mengharukan adalah saat berbuka puasa (iftar) bersama. Di atas permukaan plastik di area masjid maupun hotel, batas-batas kebangsaan menghilang. Para jamaah berbagi kurma dan air zam-zam dalam suasana persaudaraan yang sangat kental.
Kegiatan membaca Al-Qur'an dan i’tikaf menghiasi berbagai sudut masjid, sehingga setiap inci tanah suci penuh dengan bacaan ayat suci Al-Qur'an.
Menutup laporan tersebut, H. Nor Kholis Mursyid menyampaikan harapan agar setiap tetes keringat dan doa yang dilakukan jamaah di Makkah menjadi jalan untuk mendapatkan berkah yang tak pernah terputus.
Di balik kelelahan tubuh yang menghadapi keramaian, tersembunyi janji ketenangan yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang berdoa di hadapan-Nya.
Semoga rindu kita yang belum tercapai, segera dijawab oleh Allah SWT melalui panggilan-Nya ke tanah penuh kasih sayang ini.***