
JATENG.COM, KEBUMEN- Penduduk setempat ikut merasakan manfaat seiring meningkatnya jumlah peziarah yang datang ke Makam Mbah Lancing yang terletak di Desa/Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen.
Pengamatan di lokasi, kendaraan pribadi maupun bus umum yang membawa para peziarah tiba di area parkir Makam Mbah Lancing pada Senin (2/2/2026) siang. Di sekitar area parkir, terdapat banyak lapak pedagang yang menjual makanan, minuman atau camilan sebagai oleh-oleh atau buah tangan.
Petani Desa Mirit, Supriyono sedang sibuk memanggang potongan daging ayam di atas bara api. Ia bersama warga sekitar menjajakan dagangan di area parkir kendaraan makam serta jalur menuju cungkup Mbah Lancing. Banyaknya pengunjung yang datang ke Makam Mbah Lancing saat bulan ruwah atau menjelang Ramadan memberikan keuntungan bagi dirinya dan warga lainnya.
Menurut pria tersebut, jumlah pengunjung yang datang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Ia hanya berdagang di area Makam Mbah Lancing pada waktu-waktu tertentu seperti bulan Rajab dan Ruwah.
"Seperti bulan Rajab, bulan Ruwah ini akan banyak pengunjung yang datang ke sini. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk berdagang," katanya kepada banyumas.com, siang ini.
Selain momen rajab dan ruwah, ia biasanya menjual sate ayam di pasar. Menurutnya, biasanya banyak peziarah yang datang ke Makam Mbah Lancing pada akhir pekan. Kondisi ini juga memengaruhi penjualan di lapaknya.
"Seminggu yang lalu hampir 50 porsi lebih (sate ayam terjual). Sekitar 20 kg ayam," jelasnya.
Pengunjung dari Kecamatan Alian, Mufidurizqi tiba bersama rombongan desa menggunakan bus sewaan. Ia datang ke makam untuk melakukan ziarah sekaligus berdoa bersama.
"Sudah dua kali datang ke sini," katanya.
Wakil juru kunci, Sikam mengungkapkan, memang terjadi peningkatan jumlah pengunjung yang datang ke Makam Mbah Lancing menjelang Ramadan tahun ini. Selain itu, biasanya pengunjung juga datang berkunjung saat bulan Suro, Jumat Kliwon serta akhir pekan. Menurutnya, pengunjung yang datang ke Makam Mbah Lancing berasal dari berbagai daerah.
"Dari Kebumen juga terdapat Purwokerto, Cilacap, Purworejo, Semarang, Yogyakarta dan," katanya.
Menurutnya, Mbah Lancing adalah wali yang berperan dalam penyebaran agama Islam di wilayah Jawa, termasuk pesisir selatan Kabupaten Kebumen. Ketika ditanya mengenai tumpukan kain yang terletak di atas makam, ia menjelaskan bahwa hal itu sudah lama ada. Ia menceritakan, kain-kain tersebut berasal dari para peziarah yang datang mengunjungi makam tersebut. (Ais)