Mengapa Selalu Pasang Banyak Alarm? Ini 8 Kepribadian yang Terungkap, Menurut Psikologi -->

Mengapa Selalu Pasang Banyak Alarm? Ini 8 Kepribadian yang Terungkap, Menurut Psikologi

4 Feb 2026, Rabu, Februari 04, 2026

Bengkalispos.com- Banyak orang menganggap menekan tombol snooze atau mengatur beberapa alarm di pagi hari sebagai kebiasaan biasa, bahkan terlihat remeh.

Namun, psikologi mengungkapkan bahwa kebiasaan ini dapat mengungkap sifat kepribadian seseorang yang sering kali tidak disadari.

Mulai dari cara mereka mengatur waktu, menghadapi pilihan, hingga bagaimana mereka mengatasi tekanan dan kecemasan, sering kali menunjukkan pola pikir serta sifat khusus yang khas.

Dikutip dari situs Global English Editing pada Selasa (3/2), berikut adalah 8 ciri kepribadian yang dimiliki oleh seseorang yang sering mengatur banyak alarm, menurut psikologi.

1. Terlalu percaya diri mengenai waktu

Orang yang memasang banyak alarm sering kali menganggap remeh waktu yang sebenarnya dibutuhkan untuk bersiap di pagi hari.

Mereka berpikir bisa mandi, berpakaian, dan sarapan hanya dalam lima belas menit, padahal kenyataannya bisa dua kali lipat lebih lama.

Harapan pada masa ini juga tampak dalam aspek lain dari kehidupan mereka, seperti sering terlambat menghadiri rapat, menunda tugas, atau melakukan banyak aktivitas dalam sehari.

Menggunakan berbagai alarm sebagai bentuk "jaring pengaman" agar mereka tetap bisa bangun meski perhitungan waktu mereka terlalu optimis.

2. Senang begadang meskipun harus bangun pagi

Orang yang memasang banyak alarm cenderung lebih memilih begadang agar bisa memiliki waktu sendiri.

Mereka mungkin scrollingsosial media, menonton episode terakhir dari serial kesukaan, atau melakukan hobi di waktu malam.

Kebiasaan ini menyebabkan mereka kekurangan tidur, sehingga banyak alarm dibutuhkan agar bisa bangun di pagi hari, dan hal ini akan terus berulang dalam kehidupan mereka.

3. Sulit menghadapi perubahan atau proses peralihan

Kendala mereka tidak hanya terbatas pada bangun pagi. Seseorang yang mengatur banyak alarm seringkali juga mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan perubahan lain, seperti berhenti dari pesta, menyelesaikan tugas kerja, atau mengakhiri panggilan telepon.

Perubahan memerlukan tindakan keras dan kemampuan untuk menerima perubahan, sementara banyak alarm membantu mereka beradaptasi secara bertahap, sehingga proses dari tidur ke bangun menjadi lebih lambat.

4. Tergantung pada dorongan dari pihak luar

Orang yang terbiasa mengatur banyak alarm sering kali menunjukkan ketergantungan pada dorongan dari luar.

Setiap alarm berperan sebagai "pemicu" yang membangunkan mereka, karena dorongan dari dalam diri mereka belum cukup kuat.

Misalnya, mereka mungkin juga membutuhkan teman atau tenggat waktu untuk tetap menjaga disiplin dalam berolahraga, menyelesaikan tugas, atau mempertahankan kebiasaan sehari-hari.

Tanpa adanya tekanan dari pihak luar, mereka biasanya mengalami kesulitan dalam mengatur diri sendiri.

5. Kualitas tidur biasanya tidak memadai

Meskipun menekan tombol snooze terasa seperti tambahan waktu istirahat, kebiasaan ini sebenarnya bisa mengganggu pola tidur dan merusak siklus tidur yang alami.

Sembilan menit interval yang sering digunakan untuk mengaktifkan fitur snooze tidak cukup agar mencapai tidur yang pulas atau tahap tidur yang bermanfaat bagi kesehatan.

Akibatnya, meskipun jumlah waktu tidur terlihat cukup, mereka masih merasa kantuk dan lelah ketika bangun.

Tidur yang terbagi-bagi dapat memengaruhi suasana hati, perhatian, fokus, serta energi tubuh sepanjang hari.

6. Mudah lelah akibat seringnya mengambil keputusan yang banyak

Setiap bunyi alarm di pagi hari memaksa otak untuk mengambil keputusan, apakah harus bangun atau melanjutkan tidur sejenak.

Bagi seseorang yang mengatur banyak alarm, proses ini terjadi berulang kali sehingga energi mental mereka cepat habis sebelum hari benar-benar dimulai.

Kelelahan ini sering membuat mereka merasa tidak bugar meskipun telah tidur cukup, karena otak mereka bekerja keras hanya untuk mengambil keputusan sederhana di pagi hari.

7. Perfeksionis tetapi rentan menunda tugas

Jenis orang ini biasanya menginginkan segala sesuatu berjalan sempurna, mulai dari durasi tidur, waktu bangun, hingga kebiasaan pagi yang ideal.

Namun, keinginan untuk melakukan segalanya dengan sempurna sering kali membuat mereka kesulitan memulai. Akibatnya, banyak orang menyetel alarm sebagai cadangan agar tetap bisa bangun.

Pola ini tidak hanya terlihat pada pagi hari, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan lainnya, misalnya menunda penyelesaian proyek, menghabiskan terlalu lama memilih rencana olahraga terbaik, atau memiliki banyak draf pekerjaan yang tidak pernah selesai.

8. Lebih gelisah atau rentan khawatir

Kebiasaan menekan tombol snoozeatau memasang banyak alarm sering kali menunjukkan kecemasan terhadap hari yang akan dijalani.

Setiap alarm yang diabaikan sejenak memberikan rasa ketenangan bagi mereka, seakan-akan menunda tanggung jawab yang sedang menghantui.

Tempat tidur berfungsi sebagai area yang nyaman, membantu mereka merasa lebih tenang sejenak sebelum menghadapi kegiatan dan tantangan pada hari itu.

TerPopuler