Mitos Tuk Mudal Muncul Setelah Tombak Ditancapkan di Pasar Slumpring Tegal -->

Mitos Tuk Mudal Muncul Setelah Tombak Ditancapkan di Pasar Slumpring Tegal

2 Feb 2026, Senin, Februari 02, 2026

JATENG.COM, SLAWI - Tuk Mudal adalah sebuah tempat yang bisa ditemukan saat berkunjung ke Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Lokasinya terletak dekat dengan pintu masuk Pasar Slumpring, sehingga sangat mudah ditemui.

Air yang jernih, ditambah dengan adanya perahu bebek dan flying fox di atasnya membuat Tuk Mudal menjadi favorit para pengunjung.

Terlebih di area kolam Tuk Mudal, pengunjung dapat memanfaatkannya untuk bermain air, berenang, atau sekadar merendam kaki di air yang jernih dan segar.

Siapa sangka di balik kejernihan air Tuk Mudal tersembunyi kisah (mitos) tentang asal usul munculnya danau tersebut yang pertama kali ditemukan.

Pemilik Pasar Slumpring Desa Cempaka, Abdul Khayi, menceritakan sedikit mengenai asal usul Tuk Mudal.

Disebutkan oleh Abdul Khayi, dahulu pernah datang seseorang yang konon katanya berasal dari masa Kerajaan Mataram.

Pendatang itu pergi ke Desa Cempaka dan hal pertama yang dicari adalah sumber air.

Pada masa itu, sumber air di Desa Cempaka masih sangat terbatas.

"Menurut kisah, orang-orang tersebut menancapkan tombaknya ke tanah lalu mengangkatnya. Setelah itu, air mengalir keluar dalam jumlah besar atau melimpah, sehingga masyarakat setempat memberinya nama Tuk Mudal," kata Abdul Khayi, di jateng.com.

Dijelaskan oleh Abdul Khayi, Tuk Mudal adalah sumber air alami yang sebelumnya digunakan oleh penduduk setempat sebagai tempat pengambilan air (kebutuhan rumah tangga) dan saluran irigasi.

Namun kini telah tersedia aliran air dari desa yang dialirkan ke rumah penduduk, sehingga Tuk Mudal kini berfungsi utama sebagai irigasi untuk persawahan seluas sekitar 200 hektare.

Selain itu, beberapa warga masih menggunakan aliran air Tuk Mudal untuk mencuci pakaian.

Panjang Kolam Tuk Mudal sekitar 50 meter lebih, sedangkan lebarnya sekitar 40 meter dengan kedalaman yang bervariasi, yaitu 2 meter dan 1,5 meter.

Sampai saat ini, di Desa Cempaka terdapat tujuh sumber air yang diceritakan memiliki keistimewaan khususnya pada malam Jumat Kliwon, banyak orang datang, terutama dari wilayah Jawa Barat. Mereka berenang pukul 00.00 WIB. Mitosnya, mandi di pertemuan tujuh sumber air ini dapat menjadi penglaris dan menjaga keawetan muda," kata Abdul Khayi.

Harga tiket masuk sebesar Rp5 ribu per orang memungkinkan pengunjung untuk menikmati area Pasar Slumpring, termasuk bermain air di Tuk Mudal. (dta)

TerPopuler