Niat dan Cara Berpuasa Nisfu Syaban -->

Niat dan Cara Berpuasa Nisfu Syaban

2 Feb 2026, Senin, Februari 02, 2026
Niat dan Cara Berpuasa Nisfu Syaban
Ringkasan Berita:
  • Nisfu Syaban adalah malam yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam pada bulan Syaban.
  • Pada kalender Hijriah, malam Nisfu Syaban dirayakan pada malam tanggal 15 bulan Syaban.
  • Niat Berpuasa dan Cara Melakukan Puasa Nisfu Syaban Tahun 1447 Hijriah
 

PRIANGAN.COM– saudara, apakah kamu sudah siap menyambut malam Nisfu Syaban 1447 H?

Ya, malam pertengahan Syaban adalah salah satu malam yang paling dinantikan oleh umat Islam pada bulan Syaban.

Ini adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, berada di antara bulan Rajab dan Ramadan, yang juga dianggap sebagai bulan istimewa dan penuh dengan berkah.

Pada kalender Hijriah, malam Nisfu Syaban dirayakan pada malam tanggal 15 bulan Syakban.

Waktu dimulai setelah matahari terbenam pada tanggal 14 Syaban hingga terbitnya fajar pada tanggal 15 Syaban.

Lalu, bagaimana niat berpuasa dan cara pelaksanaannya dalam Nisfu Syaban 1447 Hijriah? Mari kita sama-sama ketahui.

Anjuran Berpuasa pada Nisfu Syaban 2026

Seperti yang dikutip dari buku Fiqih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, Nabi Muhammad SAW sering memperbanyak puasa pada bulan Syaban. Salah seorang sahabat, Usamah bin Zaid ra., mengatakan:

"Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa dengan sebenar-benarnya seperti engkau berpuasa di bulan Syaban." Lalu Beliau menjawab,

Itu adalah bulan yang orang-orang lalai mengenainya antara Rajab dan Ramadhan, dan itu adalah bulan di mana amalan-amalan dinaikkan kepada Tuhan semesta alam. Maka saya berharap agar amalan saya dinaikkan ketika saya sedang berpuasa.

"Itu adalah bulan yang sering dilalaikan oleh manusia di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan yang di dalamnya amal-amal manusia dinaikkan kepada Tuhan semesta alam. Maka aku ingin agar amalku dinaikkan sementara aku dalam keadaan berpuasa" (HR. Abu Daud dan Nasa'i).

Namun, menurut sumber yang sama, disebutkan bahwa tidak ada dalil yang sah yang memerintahkan puasa Nisfu Syaban pada pertengahan bulan Syaban dengan anggapan bahwa hari itu lebih utama dibanding hari-hari lainnya.

Berdasarkan pendapat Drs. E. Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim dalam Panduan Praktis Ibadah Puasa, masih terdapat beberapa riwayat mengenai malam nisfu syaban yang memiliki banyak dalil, antara lain hadits berikut:

Allah Yang Mulia melihat kepada makhluk-Nya pada malam pertengahan Ramadan, lalu mengampuni hamba-hamba-Nya kecuali dua orang yang berselisih dan pembunuh jiwa.

Maknanya: "Sesungguhnya Allah memperhatikan makhluk-makhluk-Nya pada malam nishfu Syaban. Oleh karena itu, Allah mengampuni hamba-hamba-Nya, kecuali dua kelompok yaitu orang yang saling bermusuhan dan orang yang melakukan bunuh diri" (HR Ahmad).

Sementara dalam buku Kumpulan Tanya-Jawab Bid'ah dalam Ibadah karya Hammud bin Abdullah Al-Mathr, seseorang yang terbiasa berpuasa ayyamul-bidh (setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah), tidak menjadi masalah jika melakukan puasa nisfu syaban pada tanggal 15 Syaban.

Niat Puasa Nisfu Syaban

Jika ingin berniat pada malam hari sebelum berpuasa, bacalah niat berikut,

Saya berniat berpuasa besok untuk melaksanakan sunnah Syaban atas nama Allah Ta'ala.

Latin: Aku berniat puasa sunnah Sya'ban untuk Allah Ta'ala.

Maknanya: "Aku berniat berpuasa sunnah bulan Syaban besok hari karena Allah SWT."

Cara Melaksanakan Puasa Nisfu Syaban

1. Yang pertama adalah niat sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, yang bisa diucapkan pada malam hari. Niat ini juga bisa disampaikan secara diam-diam dalam hati.

2. Jangan lupa melakukan sahur. Nabi Muhammad SAW berkata, "Lakukanlah sahur, karena sesungguhnya sahur mengandung keberkahan." (HR Bukhori dan Muslim)

3. Ketika melakukan ibadah puasa Syaban, sebaiknya menghindari segala hal yang dapat membatalkan puasa, misalnya makan dan minum.

Juga dilarang melakukan berbagai jenis perbuatan terlarang yang bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala puasa, seperti menyebarkan fitnah, berkata kasar, marah, berbohong, serta tindakan negatif lainnya.

4. Segeralah membuka puasa ketika tiba waktu Maghrib. Terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang keharusan segera berbuka puasa.

Nabi Muhammad berkata, "Manusia akan selalu berbuat baik selama mereka cepat berbuka." (HR Muttafaq alaih). (*)

 

Lihat berita terbaru Priangan.com lainnya di: Google News

TerPopuler