
-BALI.COM, NEGARA - Jasad ditemukan di Perairan Selat Bali atau jalur Ketapang-Gilimanuk, hari Minggu tanggal 1 Februari 2026 pagi.
Jenazah yang diduga merupakan korban dari KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada Juli 2025 ditemukan dalam keadaan tidak utuh saat dilakukan patroli oleh Pos AL Gilimanuk.
Dibawa ke pantai Gilimanuk, tetapi kemudian diserahkan kepada Polresta Banyuwangi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Pos TNI AL Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo mengatakan, Posal Gilimanuk awalnya melakukan patroli menggunakan Sea Rider guna mengawasi proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, sekitar pukul 07.00 WITA.
15 menit kemudian, katanya, atau saat proses pengangkatan serpihan bangkai KMP Tunu sedang berlangsung, dan saat sedang mengangkat bangkai truk berwarna kuning, jasad yang diduga menjadi korban kecelakaan kapal tenggelam tersebut muncul ke permukaan.
Posisi yang tepat berada pada koordinat 08°09'33,11" Lintang Selatan dan 114°29'52,03" Bujur Timur.
"Mayat itu kemudian sempat terbawa sejauh 1 mil dari tempat penemuan awal, sehingga kami langsung melakukan evakuasi," ujar Lettu Juli Prasetyo saat dihubungi, Minggu 1 Februari 2026.
Ia menyampaikan, selama proses evakuasi menuju pantai, tim dari Posal Gilimanuk juga pernah terbawa arus dan hampir kehilangan jenazah tersebut.
Mereka kemudian berupaya keras untuk membawa jenazah itu keluar sekitar pukul 09.00 WITA.
Oleh karena itu, jenazah yang diperkirakan merupakan korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada Juli 2025 lalu dievakuasi ke pantai Gilimanuk untuk koordinasi selanjutnya.
"Setelah proses evakuasi, kami berkoordinasi dengan Polariud Gilimanuk untuk selanjutnya diserahkan ke Polariud Polresta Banyuwangi guna melakukan identifikasi lebih lanjut," tegasnya.
Kumpulan Artikel Bali