
Ringkasan Berita:
- Tim Resmob Polda Sulut selanjutnya melakukan pengawasan dan pemeriksaan lanjutan setelah terjadinya bentrokan di Dumoga, Sabtu (31/1/2026).
- Petugas menahan seorang laki-laki dengan inisial IDM (41).
- IDM diduga sebagai pembuat sekaligus pemilik bengkel perbaikan senapan angin.
MANADO.CO.ID– Petugas kepolisian segera merespons pertikaian antar kelompok yang terjadi di kawasan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara.
Jarak antara pusat Kota Manado dan Dumoga sekitar 220 km, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Setelah peristiwa tersebut, pihak kepolisian segera datang ke lokasi untuk membubarkan kerumunan dan melakukan pengawasan agar konflik tidak semakin meluas.
Dengan pendekatan yang meyakinkan, keadaan akhirnya dapat dikuasai dan para pengunjuk rasa diminta untuk bubar.
Tidak berhenti sampai di situ, Tim Resmob Polda Sulut selanjutnya melakukan patroli dan pemeriksaan lanjutan pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.
Pada kegiatan tersebut, polisi menangkap seorang pria dengan inisial IDM (41) yang diduga merupakan pembuat serta pemilik bengkel perbaikan senapan angin.
"Yang bersangkutan ditahan karena ketahuan menyimpan dan menguasai senjata angin tanpa izin resmi," kata Direktur Reskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi.
Berdasarkan hasil penggeledahan, petugas mengamankan paling sedikit lima unit senjata angin berukuran 4,5 milimeter yang diduga terkait dengan kejadian bentrokan tersebut.
Saat ini, IDM beserta barang bukti telah disimpan di Mapolda Sulut guna menjalani pemeriksaan lanjutan.
Kombes Pol Suryadi menekankan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain serta melacak asal senjata yang digunakan dalam pertikaian antar kelompok tersebut.
"Kami terus berkoordinasi dengan Polres Bolaang Mongondow. Fokus kami ialah menjaga ketenangan wilayah serta memastikan proses hukum berjalan bagi siapa pun yang membawa senjata tanpa izin dan menimbulkan keributan," tegasnya.
Sampai saat ini, petugas kepolisian tetap berada di lokasi kejadian untuk menghindari kemungkinan terjadinya bentrokan lanjutan.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
(Manado.co.id/Ren)
Ikuti Channel WhatsApp Manado dan Google News Manado untuk informasi terbaru mengenai berita terkini lainnya.