Prabowo Bertemu KSAU Pakistan, Dubes: Bahas Pertahanan -->

Prabowo Bertemu KSAU Pakistan, Dubes: Bahas Pertahanan

13 Feb 2026, Jumat, Februari 13, 2026

bengkalispos.com.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, Marsekal Zaheer Ahmad Babar Sidhu, bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada hari Kamis (12/2/2026). Marsekal Mohamad Tonny Harjono, Kepala Biro Logistik Kementerian Pertahanan, dan Marsdya Yusuf Jauhari turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Sebelum bertemu Prabowo, dalam catatanbengkalispos.comZaheer bertemu dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Selasa (10/2/2026). Zaheer juga menerima kunjungan dari Kepala Staf Angkatan Udara Tonny di Mabesau, Cilangkap pada hari yang sama.

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa komitmen kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor, mulai dari pertahanan hingga kerja sama multilateral semakin meningkat. Menurutnya, hubungan historis antara kedua negara yang telah terjalin bahkan sebelum kemerdekaan menjadi modal penting untuk mewujudkan hal tersebut.

"Pakistan dan Indonesia merupakan dua negara yang memiliki ikatan persaudaraan. Secara sejarah, kita telah membangun hubungan bilateral yang sangat baik. Saya sangat gembira menyampaikan bahwa hubungan antara kedua bangsa ini sudah terjalin bahkan sebelum kemerdekaan masing-masing negara," kata Zahid kepada para jurnalis di Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam konteks geopolitik dan kerja sama antar negara Muslim, Zahid menekankan, pentingnya kerja sama antara kedua negara yang mewakili lebih dari seperempat populasi umat Islam di dunia. Sementara itu, mengenai kerja sama pertahanan, Zahid menyatakan, kolaborasi antara kedua negara berjalan sangat baik dan akan terus ditingkatkan.

"Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, Pakistan dan Indonesia memiliki hubungan kerja sama yang sangat baik di berbagai bidang, termasuk kolaborasi di sektor pertahanan. Kami telah memberikan pelatihan kepada Perwira Angkatan Bersenjata Indonesia dan kami akan terus memperkuat kerja sama bilateral di bidang pertahanan," kata Zahid.

Ia juga menjelaskan tingkat kunjungan pejabat tinggi dari kedua negara yang semakin meningkat. Di antaranya adalah kunjungan Menteri Pertahanan Sjafrie, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, hingga Menteri Kesehatan Pakistan yang datang ke Jakarta beberapa waktu lalu. "Dan kita akan segera mengadakan pertemuan tingkat tinggi lainnya antara Pakistan dan Indonesia," kata Zahid.

  

Menurut Zahid, Pakistan dan Indonesia selama ini telah menjalin kerja sama yang kuat di berbagai bidang strategis. Momentum peningkatan hubungan tersebut, menurut Zahid, semakin terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Ia menyebut kunjungan Presiden Prabowo ke Islamabad pada Januari 2026 sebagai titik penting dalam hubungan bilateral kedua negara.

"Bulan lalu, ketika Presiden Indonesia, Yang Mulia Prabowo Subianto berkunjung ke Pakistan, saya bisa menyatakan bahwa ini merupakan momen penting dalam hubungan bilateral kita yang sangat baik," katanya.

Selain itu, Zahid menyampaikan harapan besar Pakistan terhadap peran Indonesia dalam forum Developing Eight (D8). Ia menegaskan, kesiapan Pakistan untuk mendukung penyelenggaraan KTT D8 di Jakarta pada April 2026.

"Kami berharap bisa bekerja sama dengan Indonesia guna memastikan keberhasilan KTT yang akan diadakan di sana, serta untuk kelancaran D8 sebagai organisasi kerja sama antara delapan negara berkembang," ujar Zahid.

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, berada di Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Kamis (12/2/2026) malam WIB. - (BPMI Setpres)
 

Sebelumnya, saat berkunjung ke Islamabad pada Senin (12/1/2026), Menteri Pertahanan Sjafrie bertemu tiga tokoh penting di Pakistan yang terkait dengan sektor pertahanan. Mereka adalah Menteri Produksi Pertahanan Pakistan Muhammad Raza Hayat Harraj, Panglima Angkatan Bersenjata (Chief of Defence Forces/CDF) Pakistan Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, serta KSAU Pakistan Marsekal Zaheer Ahmad Babar Sidhu.

Pertemuan antara Sjafrie dan KSAU Pakistan membahas kemungkinan perjanjian yang meliputi penjualan pesawat tempur dan drone serangan. Informasi tersebut disampaikan oleh tiga pejabat keamanan kepadaReuters, yang mengetahui pertemuan tersebut.

Sebuah sumber menyebutkan bahwa pembicaraan tersebut berfokus pada penjualan pesawat tempur JF-17 Thunder Block III. Pesawat multi-peran ini dikembangkan bersama oleh Pakistan dan Tiongkok. Ditambah pula drone Shahpar-ll yang dirancang untuk pengintaian dan serangan terhadap target.

Dua sumber lainnya menyebutkan bahwa pembicaraan tersebut sedang dalam tahap akhir dan melibatkan lebih dari 40 unit pesawat JF-17. Sumber-sumber tersebut tidak merinci informasi mengenai jadwal pengiriman maupun durasi tahun yang akan dijangkau oleh kesepakatan yang diajukan.

TerPopuler