
bengkalispos.comWashington D.C. - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pertemuan pertama Board of Peace yang diadakan pada Kamis (19/2) akan membahas upaya mencapai perdamaian di Gaza, Palestina.
Pernyataan tersebut diungkapkan Prabowo dalam Forum Bisnis bersama US Chamber of Commerce di Washington D.C., Amerika Serikat (AS), pada hari Rabu (18/2) waktu setempat.
Saya hadir di sini berdasarkan undangan Presiden Amerika Serikat untuk menghadiri rapat Board of Peace yang sangat penting. Rapat resmi pertama dari Board of Peace untuk membahas pelaksanaan dan kelanjutan gencatan senjata di Gaza.
"Kami terus berupaya membuka jalan menuju penyelesaian nyata dan berkelanjutan terhadap masalah Palestina," ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan, Indonesia secara konsisten menerapkan prinsip politik bebas aktif. Indonesia tidak memihak kelompok kekuatan tertentu dan secara aktif berperan dalam menciptakan perdamaian global.
"Kami mempertahankan kebijakan luar negeri yang netral, menghargai semua negara besar. Saya menyatakan komitmen untuk menerapkan kebijakan 'Kebijakan Tetangga Baik'," tegas Prabowo.
Pada hari Senin (16/2), Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono mengadakan pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu Menteri Riyad Mansour, di kantor perwakilan Palestina di New York, Amerika Serikat.
Pada kesempatan itu, Sugiono menyatakan dukungan Indonesia terhadap Palestina, komitmen untuk mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan, serta menekankan kepentingan tercapainya solusi dua negara (two-state solution).
Sugiono juga menyampaikan partisipasi Presiden Prabowo dalam pertemuan Board of Peace di Washington D.C. bersama beberapa pemimpin dunia, termasuk negara-negara yang tergabung dalam "Kelompok 8" (Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan), yang aktif mendukung inisiatif perdamaian di Gaza, Palestina.
"Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil sejalan dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada, untuk membuka jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan," kata Sugiono.