
bengkalispos.comIbadah puasa merupakan bentuk ibadah yang sangat pribadi, yaitu hubungan antara orang yang berpuasa dengan Tuhan-Nya. Ibadah puasa pada dasarnya tidak memiliki kaitan dengan dunia di luar diri seseorang.
Seseorang yang menjalankan ibadah puasa dengan niat semata-mata karena Allah, seharusnya tidak mudah terganggu oleh lingkungan yang tidak berpuasa. Orang yang sedang berpuasa tidak akan merasa lapar dan akhirnya ikut makan hanya karena melihat orang lain makan di siang hari selama bulan Ramadhan.
Karena puasa merupakan komitmen seseorang kepada Tuhan, besarnya pahala puasa akan diberikan langsung oleh Allah sesuai dengan kualitas ibadah dan tingkat keimanan masing-masing individu.
Di wilayah-wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam, umat Islam hampir seluruhnya menjalankan ibadah puasa secara seragam dan bersatu. Jarang ditemukan seseorang yang secara terang-terangan menunjukkan dirinya tidak berpuasa pada bulan Ramadhan.
Namun di kota-kota besar yang memiliki berbagai agama, cukup umum melihat orang yang tidak berpuasa selama bulan Ramadhan. Bahkan, mereka yang tidak berpuasa juga merupakan pemeluk agama Islam.
Abdul Muid Nawawi, dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an Jakarta, menyatakan bahwa isu toleransi dan saling menghormati biasanya muncul di kota-kota besar karena keragaman agama dan budaya yang ada di sana.
"Isu tentang menghormati di bulan Ramadhan menjadi topik menarik di kota besar. Jika di daerah tidak terlalu beragam, cenderung lebih seragam," kata Abdul Muid Nawawi dalam kunjungannya ke kantor bengkalispos.com.
"Kita seringkali tidak menemui orang yang tidak berpuasa di daerah, namun di kota-kota besar, meskipun mayoritas penduduknya muslim, banyak yang tidak menjalankan puasa," tambahnya.
Menurut Abdul Muid Nawawi, jika menemukan seseorang yang beragama Islam tidak berpuasa pada bulan Ramadhan, kita tidak perlu merasa marah atau menuduh mereka tidak menghormati orang yang sedang berpuasa. Karena kemungkinan besar mereka memilih tidak berpuasa karena terpaksa akibat kondisi tertentu.
"Banyak faktor yang membuat seseorang tidak berpuasa. Contohnya tuntutan kebutuhan hidup, beban kerja yang terlalu berat hingga tenaga terkuras, sehingga tidak mampu lagi menjalani puasa," katanya.
Ia menekankan bahwa kehidupan setiap individu tidak bisa dibandingkan. Ada yang harus berjuang keras dengan menghabiskan tenaga untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya, sementara ada juga orang yang diberi kemudahan dalam mendapatkan penghasilan tanpa perlu menguras energi dan fisik secara berlebihan.
Seseorang yang berpuasa merasa lapar, sementara orang di depannya terlihat sedang menikmati makanan. Mungkin istilah "menikmati makan" tidak tepat untuk mereka. Mungkin sebenarnya mereka tidak ingin makan, tetapi harus makan karena tuntutan kehidupan dan pekerjaan mereka. Hal ini tidak semudah mengatakan mereka tidak menghormati siapa pun yang berpuasa," katanya.
"Tetapi saya tidak menyatakan mengizinkan jika terjadi kejadian semacam itu. Mungkin mereka mengalami kehidupan yang berbeda dari orang lain," tambahnya.