Rob Jetten Jadi Perdana Menteri Termuda Belanda dengan Koalisi dan Agenda Kontroversial -->

Rob Jetten Jadi Perdana Menteri Termuda Belanda dengan Koalisi dan Agenda Kontroversial

24 Feb 2026, Selasa, Februari 24, 2026
Rob Jetten Jadi Perdana Menteri Termuda Belanda dengan Koalisi dan Agenda Kontroversial

bengkalispos.com- Belanda memasuki era politik yang baru. Rob Jetten secara resmi dilantik sebagai perdana menteri termuda dalam sejarah negara tersebut, sekaligus menjadi PM pertama yang terbuka mengakui dirinya sebagai gay.

Seorang politisi berusia 38 tahun membawa partainya, Democrats 66 (D66), meraih kemenangan sempit dalam pemilu bulan Oktober lalu. Dalam persaingan yang ketat, D66 berhasil unggul sedikit dari partai kanan-populis yang dipimpin oleh Geert Wilders.

Untuk membentuk pemerintahan, Jetten bekerja sama dengan Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) serta Aliansi Demokrat Kristen (CDA). Namun kabinet yang terbentuk bukanlah mayoritas, melainkan koalisi minoritas.

Artinya, setiap kebijakan penting harus diatur melalui negosiasi dari satu pemungutan suara ke pemungutan suara berikutnya di kedua kamar parlemen Belanda. Kondisi ini menyebabkan stabilitas politik menjadi sangat rentan sejak awal.

Mengutip dari BBC, dalam perjanjian koalisi, pemerintah baru mengusulkan penambahan dana pertahanan sebesar 19 miliar euro, disertai rencana pengurangan anggaran di bidang kesehatan dan bantuan sosial. Pada saat yang sama, isu tentang pengungsi dan migrasi kembali muncul kembali.

Aliansi Jetten berencana memperketat alur para pencari perlindungan, termasuk mendorong sistem pengajuan perlindungan di luar wilayah Eropa sebelum para pengungsi tiba di Belanda.

Kebijakan ini dipastikan memicu perdebatan sengit, mengingat isu migrasi sebelumnya turut menyebabkan jatuhnya dua pemerintahan koalisi sebelumnya.

Jetten menggantikan Dick Schoof, yang memimpin salah satu pemerintahan terpendek dalam sejarah politik modern Belanda.

Pelantikan resmi dilakukan oleh Willem-Alexander di Istana Huis ten Bosch, Den Haag. Dalam unggahan di media sosial sebelum pelantikan, Jetten menyampaikan bahwa ini merupakan tahap baru dengan tanggung jawab yang besar dan komitmen untuk bekerja demi seluruh rakyat Belanda.

Tidak lama setelah secara resmi menjabat, ia membagikan foto resmi dengan keterangan singkat: "Mari mulai bekerja."

Dalam kabinet, D66 mendapatkan tujuh kursi menteri, VVD enam kursi, dan CDA lima kursi. Setiap partai juga menempatkan tiga sekretaris negara.

Bagi sejumlah pemilih, Jetten memberikan perbedaan yang jelas dibandingkan Wilders: lebih muda, mendukung Uni Eropa, serta berpandangan sosial-liberal.

Menariknya, orientasi seksual Jetten hampir tidak menjadi topik dalam kampanye lokal, sebuah tanda kuat bahwa kesetaraan LGBTQ telah menjadi arus utama dalam politik Belanda.

Namun secara global, posisinya menjadikannya bagian dari kelompok kecil pemimpin dunia yang terbuka tentang orientasi seksualnya, menjadi simbol penting di negara-negara yang masih membatasi kebebasan tersebut.

TerPopuler