
bengkalispos.comMenyambut tiba bulan suci Ramadan, Ruben Onsu menyampaikan rasa antusias dan harapan besar dalam perjalanan spiritualnya. Ramadan tahun ini menjadi momen yang sangat berarti baginya, bukan hanya sebagai waktu untuk menjalani ibadah puasa, tetapi juga sebagai tahap penting dalam proses memperdalam imannya sebagai seorang mualaf.
Dengan tulus, Ruben menyampaikan tujuan spiritual yang ingin ia raih. Ia berharap pada bulan Ramadan tahun depan sudah mampu membaca Al-Quran dengan lebih lancar dan baik.
Keinginan itu bukan hanya sekadar keinginan sementara, tetapi muncul dari kesadaran bahwa mempelajari agama merupakan proses yang panjang dan memerlukan ketekunan, kesabaran, serta konsistensi.
"Semoga di bulan Ramadan tahun depan, target saya ini, semoga sudah bisa membaca Al-Quran dengan baik," kata Ruben saat diwawancarai di kawasan Depok pada Rabu (18/2/2026).
Sebagai seorang mualaf, Ruben mengakui bahwa masih banyak hal yang perlu ia pelajari dalam ajaran agama Islam. Namun, hal itu tidak membuatnya merasa putus asa.
Justru sebaliknya, ia merasa semakin termotivasi untuk terus belajar, memperbaiki diri, serta memperdalam pemahaman mengenai agama yang kini ia anut.
Ia juga menyampaikan keinginannya agar bacaan Al-Qurannya semakin lancar dan jumlah surat yang mampu ia baca semakin bertambah. Bagi Ruben, kemampuan membaca Al-Qur'an bukan hanya terkait dengan teknik pengucapan, tetapi juga bagian dari usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Yang diinginkan adalah Insya Allah lancar dalam membaca Al-Qur'an, ayat-ayat yang kubaca semakin bertambah, amin," tambahnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Ruben tidak menunggu datangnya Ramadan. Ia telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari dengan berlatih disiplin dalam beribadah, salah satunya melalui puasa sunnah pada hari Senin dan Kamis.
Tindakan ini dilakukannya sebagai bentuk latihan fisik dan mental agar tubuh serta jiwanya lebih siap menghadapi puasa Ramadan dengan penuh.
"Sebenarnya sejak sebelum Ramadan aku sudah sering mencoba berpuasa Senin-Kamis," katanya.
Ramadan tahun ini menjadi sangat istimewa bagi Ruben. Karena ini pertama kalinya ia akan menjalani puasa selama sebulan penuh.
Pada bulan Ramadan sebelumnya, ia hanya menjalani puasa selama dua minggu terakhir, sehingga pengalaman kali ini terasa jauh lebih menguji dan menyenangkan.
"Jika tahun lalu hanya dua minggu terakhir saja," kenangnya.
Tidak hanya itu, pengalaman spiritualnya saat menjalani ibadah umrah meninggalkan kesan yang sangat dalam. Ruben mengakui merasakan ketenangan dan rasa rindu yang luar biasa terhadap Tanah Suci. Pengalaman ini semakin memperkuat tekadnya untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan imannya.
Meskipun proses belajar membaca Al-Quran masih dilakukannya dengan penuh perjuangan, bahkan ia mengaku sering mengalami hambatan, Ruben sama sekali tidak merasa malu atau menyerah. Baginya, setiap langkah kecil tetap bernilai selama dilakukan dengan niat yang tulus. (*)