Tensi Tinggi di Iran: Bentrokan Mahasiswa dan Aparat, Militer Uni Eropa Diklaim Teroris -->

Tensi Tinggi di Iran: Bentrokan Mahasiswa dan Aparat, Militer Uni Eropa Diklaim Teroris

22 Feb 2026, Minggu, Februari 22, 2026
Tensi Tinggi di Iran: Bentrokan Mahasiswa dan Aparat, Militer Uni Eropa Diklaim Teroris
Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa di Iran mengalami bentrokan dengan pihak berwajib di Teheran pada awal semester akademik.
  • Iran juga mengklasifikasikan angkatan laut dan udara Uni Eropa sebagai organisasi teror, sebagai balasan atas daftar teror UE yang mencantumkan IRGC.
  • Kekakuan dalam lingkungan domestik dan diplomatik semakin memburuk.
 

NEWS.COM - Ketegangan politik dan sosial di Iran kembali meningkat pada akhir pekan ini berkat dua kejadian penting yang menggambarkan tekanan dalam negeri serta konflik diplomatik global yang semakin memburuk.

Ratusan mahasiswa Iran mengalami bentrokan dengan pihak keamanan pada hari pertama tahun akademik di berbagai universitas di Teheran, termasuk Universitas Teknologi Sharif.

Tindakan ini merupakan bagian dari protes yang berkelanjutan terhadap pemerintah sejak akhir Desember 2025, setelah gelombang demonstrasi besar terjadi di berbagai kota di Iran menentang kebijakan pemerintah dan situasi ekonomi negara, dilaporkan olehSky.

Di dalam video yang beredar di media sosial, mahasiswa tampak berhadapan langsung dengan anggota pasukan paramiliter seperti Basij, sambil menyampaikan slogan anti-pemerintah dan meminta perubahan.

Aksi unjuk rasa ini muncul akibat rasa sedih terhadap warga yang meninggal dalam kerusuhan sebelumnya, ketika puluhan ribu orang tewas dan ratusan ribu lainnya cedera dalam gelombang protes besar yang terjadi di Iran sejak akhir tahun lalu.

Meski awalnya aksi berlangsung tenang dalam memperingati para korban yang gugur dalam gelombang demonstrasi sebelumnya, bentrokan tersebut menunjukkan meningkatnya ketegangan antara aktivis mahasiswa dan aparat keamanan yang berupaya membatasi aksi protes di kampus.

Iran Balas Uni Eropa

Sementara tekanan dalam negeri semakin meningkat, pemerintah Iran juga mengambil tindakan diplomatik yang tajam terhadap Uni Eropa (UE), sebagaimana dilaporkanAnadolu Agency.

Pada tanggal 21 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan keputusan untuk mengklasifikasikan angkatan laut dan angkatan udara dari seluruh negara anggota Uni Eropa sebagai "organisasi teroris".

Tindakan ini merupakan jawaban langsung terhadap keputusan Uni Eropa beberapa hari sebelumnya yang memasukkan Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) – pasukan elit Iran – ke dalam daftar organisasi teroris Uni Eropa.

Dalam pernyataannya, Iran menyebut keputusan Uni Eropa sebagai "tidak sah dan tidak beralasan", dengan mengklaim bahwa keputusan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam PBB dan hukum internasional.

Teheran juga menegaskan bahwa tindakan balasan ini didasarkan pada hukum nasional Iran yang mengatur langkah balasan terhadap negara atau entitas yang mendukung pengakuan IRGC sebagai organisasi teroris.

Penetapan ini mencakup seluruh cabang udara dan laut negara-negara Uni Eropa, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berpotensi memperburuk hubungan Iran dengan kelompok tersebut.

UE sebelumnya telah memperluas daftar kelompok dan individu yang dikenakan sanksi seiring meningkatnya kekhawatiran terkait pelanggaran hak asasi manusia di Iran, termasuk tindakan keras terhadap protes dalam negeri belakangan ini.

TerPopuler