Khutbah Jumat Ramadhan: Bahaya Membatalkan Puasa -->

Khutbah Jumat Ramadhan: Bahaya Membatalkan Puasa

4 Mar 2026, Rabu, Maret 04, 2026
Khutbah Jumat Ramadhan: Bahaya Membatalkan Puasa
Ringkasan Berita:
  • Pelaksanaan khutbah merupakan salah satu bagian penting dalam ibadah salat Jumat yang harus dilakukan oleh seorang khatib.
  • Dalam pelaksanaannya, agama Islam menyarankan agar khutbah disampaikan secara ringkas dan efisien agar mempertahankan khusyuk dan mengurangi rasa bosan bagi jemaah.

CIREBON.COM - Salah satu rukun saat salat Jumatmerupakan penyampaian khutbah oleh imam besar.

Islam menyarankan agar khutbah tidak terlalu lama agar jemaat tidak merasa bosan.

Sebagai informasi, anjuran menyampaikan khutbah secara ringkas terdapat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad berikut ini.

Dari Ammar bin Yasir berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan pendeknya khutbahnya merupakan bagian dari pemahamannya. Maka perpanjanglah shalat dan pendekkanlah khutbah. Dan sesungguhnya di dalam pidato terdapat sihir." (HR Muslim dan Ahmad)

Maknanya: "Dari Ammar Ibn Yasir (disebutkan bahwa) dia berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib menunjukkan pemahaman seseorang terhadap agama. Maka, perpanjanglah sholat dan singkatkanlah khutbah; karena dalam penjelasan yang ringkas terdapat daya tarik." (HR Muslim dan Ahmad)

Ada berbagai jenis topik khutbah Jumat, tetapi kali ini cirebon.com membahas ancaman bagi seseorang yang berani membatalkan puasa Ramadhan.

Khutbah I

Alhamdulillah, yang luas kebaikannya dan kebajikannya, serta memperbanyak kebaikan bagi orang-orang yang beriman dan berbakti. Yang Maha Kaya, yang senantiasa hujan kebaikan-Nya mengalir setiap saat dan waktu, Yang Maha Mengetahui, yang tidak tersembunyi baginya pikiran-pikiran surga. Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri, yang tidak berkurang pengeluarannya seiring berlalunya waktu dan masa. Yang Maha Mulia, yang memberi tambahan kepada orang-orang yang bersyukur. Aku memuji-Nya dengan puji-pujian yang melebihi jumlah dan perhitungan, dan aku bersyukur kepada-Nya dengan rasa syukur yang membuat kita mendapatkan anugerah keridhaan-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, yang memiliki kerajaan dan kekuasaan selamanya, yang menonjolkan segala sesuatu selain-Nya dari ketiadaan menuju keberadaan, yang mengetahui yang terang dan apa yang tersimpan dalam surga. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, pilihan-Nya dari jenis manusia, seorang nabi yang Allah angkat kebenarannya hingga jelas dan terbuka. Semoga shalawat dan salam tercurah atasnya, serta atas keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang jujur dan berbakti. Sesudah itu, wahai saudara-saudara, aku nasihatkan kalian dan juga diriku sendiri untuk takwa kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Allah Ta'ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim."

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Alhamdulillah, rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mengizinkan kita semua bertemu kembali dengan bulan Ramadhan, untuk kembali merasakan keharuman ibadah puasa selama sebulan ini. Semoga kita mampu benar-benar menjaga dan konsisten dalam menjalankannya, sehingga menjadi jalan untuk meningkatkan rasa takwa kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga terus mengalir kepada teladan kita semua, Nabi Muhammad SAW, beserta para sahabat, keluarga, dan pengikutnya yang mulia.

Pada kesempatan ini, Khatib menasihati dirinya sendiri, keluarga, teman-teman, serta seluruh jamaah yang hadir dalam pelaksanaan sholat Jumat, agar terus meningkatkan ketakwaan dan memperkuat keyakinan kepada Allah SWT, karena satu-satunya bekal yang mampu menyelamatkan kita semua di akhirat adalah ketakwaan kepada-Nya.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Bulan Ramadhan adalah waktu yang paling cocok bagi seluruh umat untuk kembali membersihkan diri dari berbagai sifat buruk yang selama ini terdapat dalam diri kita, serta menjadi kesempatan yang tepat untuk meningkatkan rasa takwa kepada Allah SWT, yaitu dengan melakukan puasa. Karena tujuan utama dari wajibnya puasa adalah untuk memperkuat ketakwaan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Maknanya, "Wahai orang-orang yang beriman! Kewajiban berpuasa diwajibkan kepada kalian, sebagaimana diwajibkan kepada umat sebelum kalian, agar kalian menjadi orang yang bertakwa." (QS Al-Baqarah: 183).

Kewajiban berpuasa yang telah dijelaskan dalam surat tersebut harus benar-benar kita laksanakan dengan tepat. segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa sebaiknya kita hindari, terlebih jika membatalkan puasa secara sengaja. Seseorang yang tidak memiliki alasan yang sah menurut syariat Islam, tidak diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Ia akan berdosa dan wajib menggantinya.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah, terdapat enam kelompok orang yang diperbolehkan tidak berpuasa dalam agama Islam, yaitu:

1. seseorang yang melakukan perjalanan dalam jarak yang diperbolehkan untuk sholat qashar;

2. orang sakit;

3. orang tua yang tidak mampu (tua);

4. wanita hamil;

5. seseorang yang tercekik rasa haus; dan

6. wanita menyusui.

Selain keenam golongan tersebut, seseorang dilarang untuk membatalkan puasa secara sengaja dan nekat tanpa alasan yang diizinkan dalam hukum Islam. Bahkan, meskipun nanti ia mengganti puasa yang ditinggalkan di bulan Ramadhan, tidak akan sama dengan satu hari puasa di bulan Ramadhan tersebut. Terkait hal ini, Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa yang berbuka puasa di bulan Ramadhan tanpa izin dari Allah SWT, maka ia tidak bisa menggantinya meskipun ia berpuasa sepanjang hidupnya."

Maksudnya, "Siapa pun yang tidak berpuasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa ada kebolehan yang diberikan oleh Allah 'azza wa jalla kepadanya, maka tidak akan bisa diganti, meskipun ia berpuasa selama setahun." (HR Abu Hurairah).

Syekh Abdurrauf Al-Munawi dalam karya Faidhul Qadir menjelaskan bahwa puasa qadha tidak dapat menggantikan puasa satu hari yang ditinggalkan di bulan Ramadhan, karena satu hari puasa di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan yang berbeda dibandingkan dengan puasa di bulan lain, meskipun dilakukan secara terus-menerus.

Hal ini terjadi karena dosa yang terjadi pada satu hari puasa di bulan Ramadhan tidak dapat hilang, sedangkan puasa qadha yang dilakukan di luar bulan Ramadhan tidak memiliki keutamaan yang sama dengan puasa di bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, sangat merugikan bagi mereka yang tidak berpuasa atau sengaja membatalkan puasa selama bulan Ramadhan tanpa alasan yang sah menurut syariat Islam. Karena, puasa qadha yang dilakukan di luar bulan Ramadhan tidak memiliki kesamaan dalam hal keistimewaan dan berkahnya dibandingkan dengan hari-hari di bulan Ramadhan.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Seseorang yang dengan sengaja membatalkan puasanya di bulan Ramadhan akan mendapatkan ancaman dan hukuman yang sangat berat di akhirat. Mereka akan digantung tubuhnya, dan dari mulut mereka akan mengalir darah. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits, yaitu:عَنْ أَبي أُمَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ: بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِى رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَىَّ، ثُمَّ انْطُلِقَ بِى فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا. قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ

Maknanya, "Dari Abu Umamah mengatakan, 'Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Saat aku tidur, aku bermimpi ditemani dua malaikat yang membawaku. Mereka membawaku, dan saat itu aku melihat sekelompok orang yang tubuhnya bergantung, darah keluar dari mulut mereka yang terbelah. Aku bertanya: 'Siapa mereka?' Ia menjawab: 'Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum waktunya tiba untuk berbuka puasa'." (HR An-Nasa'i).

Terakhir, marilah kita menjaga puasa kita di bulan Ramadhan ini. Jangan sampai kita dengan sengaja membatalkannya, karena hal tersebut sangat merugikan kita semua, dan ancamannya sangat berat dari Allah SWT. Selain itu, marilah kita juga menjaga diri dari hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa, agar puasa yang kita lakukan tidak hanya menghasilkan rasa lapar dan haus. Adapun hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa adalah seperti yang disebutkan oleh Nabi SAW, yaitu: خَمْسٌ يُفطِرْنَ الصَّائِمَ: الغِيْبَةُ، والنَّمِيْمَةُ، وَالْكَذِبُ، وَالنَّظْرُ بِالشَّهْوَةِ، وَالْيَمِيْنُ الْكَاذِبَةُ.

Maknanya, "Lima hal yang dapat menghilangkan pahala puasa seseorang, yaitu: (1) membicarakan orang lain; (2) menyebarkan fitnah; (3) berbohong; (4) melihat dengan nafsu; dan (5) bersumpah palsu". (HR Ad-Dailami).

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Berikut ini adalah khutbah Jumat mengenai ancaman bagi seseorang yang dengan sengaja membatalkan puasa Ramadhan. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang dapat memperoleh manfaat dan memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan ini, serta tidak termasuk dalam kategori orang-orang yang menyia-nyiakan kesempatan tersebut. 2. Inilah isi khutbah Jumat mengenai hukuman bagi orang yang sengaja membatalkan puasa pada bulan Ramadhan. Semoga kita semua bisa memanfaatkan secara penuh kesempatan beribadah di bulan ini, dan tidak menjadi bagian dari mereka yang mengabaikannya. 3. Berikut adalah materi khutbah Jumat tentang ancaman terhadap orang yang membatalkan puasa Ramadhan dengan sengaja. Semoga kita semua termasuk dalam kalangan yang mampu memaksimalkan ibadah di bulan suci ini, dan tidak masuk dalam golongan yang menyia-nyiakan kesempatan tersebut. 4. Ini adalah khutbah Jumat yang membahas ancaman bagi orang yang dengan sengaja membatalkan puasa Ramadhan. Semoga kita semua bisa memperoleh manfaat maksimal dari ibadah di bulan Ramadhan dan tidak menjadi bagian dari mereka yang mengabaikannya. 5. Berikut adalah khutbah Jumat tentang ancaman bagi seseorang yang membatalkan puasa Ramadhan secara sengaja. Semoga kita semua bisa memaksimalkan kesempatan untuk beribadah di bulan Ramadhan dan tidak termasuk dalam kelompok yang menyia-nyiakannya.

Sekali lagi Khatib menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas ketakwaan terhadap Allah SWT, karena hanya melalui ketakwaan seseorang dapat meraih keselamatan di dunia dan akhirat.

Semoga Allah memberkati saya dan kalian pada hari yang mulia ini, dan semoga saya serta kalian mendapat manfaat dari shalat, zakat, membaca Al-Qur'an, serta segala bentuk ketaatan. Terimalah amalan kami, baik saya maupun kalian, sesungguhnya Dia adalah Hakim yang Maha Mengetahui. Saya menyampaikan perkataan ini dan memohon ampunan kepada Allah untuk saya dan kalian, maka mohonlah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dia adalah Pemaaf lagi Maha Pengasih.

Khutbah II

Alhamdulillah, hamd yang sebagaimana yang diperintahkan. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang satu tanpa sekutu, Tuhan yang senantiasa mengatur segala sesuatu. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya, utusan-Nya, kekasih-Nya, dan sahabat-Nya, yang terbaik dari orang-orang terdahulu dan terkahir, diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad serta keluarganya, para sahabatnya, dan siapa pun yang mengikuti mereka, dengan shalawat yang terus-menerus sepanjang langit dan bumi. Selanjutnya: wahai hadirin, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan tinggalkanlah perbuatan maksiat, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Jaga ketaatan, hadir dalam shalat jumat, shalat berjamaah, puasa, serta semua perintah dan kewajiban. Ketahuilah bahwa Allah memerintahkan kalian dengan suatu perintah yang dimulai dari diri-Nya sendiri, dan dilanjutkan oleh malaikat-malaikat yang memuji-Nya dengan kesucian-Nya. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berikanlah shalawat kepadanya dan sampaikan salam dengan salam yang sempurna. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Ibrahim dan kepada keluarga junjungan kami Ibrahim. Berkatilah Ibrahim dan keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati junjungan kami Ibrahim dan keluarga junjungan kami Ibrahim di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Perkasa. Ya Allah, ampunilah umat Islam laki-laki dan perempuan, orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada. Ya Allah, jauhkanlah dari kami bencana, kesulitan ekonomi, wabah penyakit, perbuatan keji, kemunkaran, kezaliman, berbagai bentuk kejahatan, bencana, dan cobaan, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, khususnya dari negeri kami ini dan secara umum dari negeri-negeri umat Islam. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Hai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk berlaku adil dan berbuat baik, memberi kepada kerabat dekat, dan melarang perbuatan keji, kemunkaran, dan kezaliman. Ia memberi nasihat kepada kalian agar kalian ingat. Maka ingatlah kepada Allah yang agung, niscaya Dia akan mengingat kalian. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah yang terbesar.

 

Baca berita lain dari cirebon.com di GoogleNews

TerPopuler