Meningkatkan Performa Mesin dengan Suplemen Cuan -->

Meningkatkan Performa Mesin dengan Suplemen Cuan

3 Feb 2026, Selasa, Februari 03, 2026

Bengkalispos.com.CO.ID - JAKARTA.Penggunaan sumber energi yang optimal menjadi fokus bagi sektor industri, termasuk dalam industri pertambangan.

Peluang ini yang berusaha dimanfaatkan oleh PT Abadi Kimia Raya, yang mulai memperkenalkan Adichem pada akhir tahun lalu. Adichem merupakan bahan aditif atau zat tambahan yang bertujuan meningkatkan kinerja mesin serta efisiensi penggunaan energi dalam industri.

Berdasarkan penjelasan Ryan Oktariyadie, Kepala Penjualan Adichem PT Abadi Kimia Raya, produk yang telah dirilis sejak Januari 2024 tersebut, awalnya ditujukan untuk sektor pertambangan.

"Listrik adalah salah satu komponen pengeluaran terbesar dalam pertambangan. Kami melihat peluang untuk menyediakan solusi yang mampu menjaga kualitas bahan bakar, memperpanjang umur mesin, serta mengurangi biaya operasional," ujar Ryan, Jumat (30/1).

Pernyataannya, produk aditif tersebut mampu meningkatkan pelumasan, mengurangifilter blocking tendency (BTB), serta berkontribusi terhadap penghematan penggunaan bahan bakar. Formula ini ditujukan untuk mengatasi masalah yang sering muncul di lapangan, mulai dari kualitas solar yang tidak merata hingga permasalahan endapan karbon pada injektor mesin diesel.

Sampai saat ini, Adichem memiliki tiga jenis produk aditif. Selain aditif yang digunakan dalam industri pertambangan, Adichem juga menyediakan produk yang dapat digunakan pada kendaraan empat roda maupun dua roda.

Untuk memperluas pangsa pasar, Abadi Kimia Raya mulai sejak akhir tahun lalu mengeluarkan aditif baru, yaitu yang berlabel Adimax F2.

Ini merupakan bahan tambahan yang menggunakan bahan baku dari Jerman, yang ditujukan untuk kebutuhan mesin industri. Tujuannya, menurut Ryan, adalah agar dapat mempertahankan kinerja mesin tanpa meningkatkan biaya perawatan.

Namun, jalannya Adichem tidak sepenuhnya lancar. Salah satu tantangan terbesar datang dari kurangnya pemahaman pasar akan manfaat aditif bahan bakar. Banyaknya produk yang serupa tanpa bukti teknis membuat konsumen cenderung meragukan.

Selain itu, sifat dari produk aditif yang termasukdangerous goodsjuga membatasi pilihan penyebaran dan mengharuskan pengelolaan khusus dalam proses produksi maupun pengiriman.

"Kami perlu lebih giat dalam edukasi. Volume aditifnya kecil, namun dampaknya besar. Itu sering kali tidak terlihat oleh pasar," ujar Ryan.

Untuk memperluas cakupan, Adichem kini menjual produknya melalui pemasaran perusahaan, kemudian melaluimarketplacehingga jaringan bengkel di sekitar Jakarta.

Dengan metode pemasaran seperti itu, Abadi Kimia Raya, menurut Ryan, berusaha memastikan ketersediaan produk yang semakin mudah dijangkau, baik secara digital maupun langsung.

Ryan berharap langkah tersebut dapat memberikan dampak positif bagi Abadi Kimia Raya.

Langkah selanjutnya, perusahaan melalui Adichem sedang berfokus pada pengembangan produk aditif lainnya, yaitu aditif untuk mesin bensin yang direncanakan diluncurkan pada Maret 2026 mendatang.

TerPopuler