Prabowo dapat kartu keanggotaan NU seumur hidup: Kehormatan besar bagi saya

admin ·
Prabowo dapat kartu keanggotaan NU seumur hidup: Kehormatan besar bagi saya
Ringkasan Berita:
  • Prabowo mengaku suatu kehormatan besar bagi dirinya bisa menjadi bagian dari keluarga NU
  • Prabowo kantongi kartu keanggotaan NU yang berlaku seumur hidup
  • Prabowo terlihat bangga menunjukkan kartu keanggotaan NU tersebut kepada publik

NEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengaku kini dirinya mengantongi kartu anggota Nahdlatul Ulama (NU) yang berlaku seumur hidup.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam pidato penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur (Jatim), Senin (31/8/2026).

Awalnya Kepala Negara mengatakan kehadirannya dalam penutupan muktamar untuk memenuhi janjinya setelah mendapatkan kartu keanggotaan NU.

“Saya terkesan, saya memenuhi janji saya. Karena saya dapat telepon beberapa hari yang lalu, berita dari Gus Yahya, kartu anggota sudah ada. Makanya saya datang,” kata Prabowo.

Dalam pidato pembukaan Muktamar pada Kamis 27 Agustus 2026, Prabowo sempat menagih kartu keanggotaan NU kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Presiden saat itu mengatakan apabila kartu keanggotaan NU berhasil ia dapat dalam waktu cepat, maka ia akan hadir dalam penutupan Muktamar.

“Saya datang karena janji, janji harus dipegang. Begitu saya dapat, saya putuskan saya hadir. Terima kasih,” kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengaku suatu kehormatan besar bagi dirinya bisa menjadi bagian dari keluarga NU.

Apalagi dalam kartu anggota NU tersebut dituliskan berlaku seumur hidup.

“Ini kehormatan besar bagi saya dan ini di sini ada luar biasa lagi di sini. Di bawahnya di sebut anggota seumur hidup. Ini luar biasa ini,” ujarnya.

Kartu keanggotaan NU diserahkan langsung Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih, Miftachul Akhyar kepada Prabowo sekira pukul 11.00 WIB, sebelum Presiden berpidato.

Prabowo pun terlihat bangga menunjukkan kartu keanggotaan NU tersebut kepada publik.

Sudah Minta Sejak Lama

Saat pembukaan Muktamar ke-35 NU, Prabowo mengaku dirinya sudah lama meminta kartu keanggotaan NU kepada Gus Yahya.

Mantan Danjen Kopassus tersebut awalnya menyampaikan peran NU terhadap bangsa Indonesia.

Ia mengamini pernyataan Gus Yahya bahwa apabila bangsa Indonesia mau bangkit maka harus dekat dengan ulama.

“Masa depan bangsa Indonesia Yang disampaikan oleh Gus Yahya itu sangat benar juga jadi kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah atau Umaroh harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama dan juga Muhammadiyah,” kata Prabowo.

Hanya saja yang menjadi masalah kata dia, dirinya tidak kunjung mendapat kartu keanggotaan NU.

Sambil berseloroh, Presiden mengatakan sudah sejak lama meminta kartu anggota NU kepada Gus Yahya namun tidak kunjung diberikan.

“Hanya Gus Yahya, aku dari dulu minta kartu NU. Jadi masih hutang sama saya ya,” kata Presiden.

Presiden meminta Gus Yahya segera memberikan kartu keanggotaan NU tersebut. Presiden menyarankan agar kartu keanggotaan tersebut diberikan sebelum penutupan Muktamar.

“Kalau bisa sebelum penutupan muktamar lah. Kalau penutupan tanggal 31, kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31,” kata Presiden.

Prabowo bertolak menuju Provinsi Jawa Timur pada Senin (31/8/2026) pagi bersama rombongan dari Jakarta. 

Ia tiba di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, sekitar pukul 09.30 WIB dan dilanjutkan menempuh perjalanan darat menuju Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang untuk menghadiri acara penutupan Muktamar NU.

Muktamar ke-35 NU menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU yang baru.

Ia dipilih Ahlul Halli Wal Aqdi setelah bersaing dengan empat calon lainnya yakni KH Zulfa Mustafa, KH Abdul Salam, KH Yahya Cholil Staquf, dan KH Abdul Ghofar Rozin.