SPWP serukan tolak program makan bergizi gratis, tuntut fokus pendidikan

Ringkasan Berita:
- Ratusan pelajar SPWP Wamena menggelar diskusi publik di Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (29/8/2026).
- Mereka menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat dan mendesak dialihkannya anggaran untuk pendidikan gratis di Papua.
- Sekretaris SPWP Solius Kabak menggalang konsolidasi lintas elemen masyarakat di Lapago guna mempersiapkan aksi penolakan nasional pada 15 September 2026.
-PAPUATENGAH.COM, JAYAWIJAYA – Ratusan pelajar yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) Wilayah Wamena diskursus publik di wilayah Lapago usai menggelar forum diskusi di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (29/8/2026).
Forum tersebut menegaskan sikap penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagsan pemerintah pusat dan menuntut pengalihan alokasi anggaran untuk pendidikan gratis di Papua.
Diskusi bertajuk “Tolak MBG, Berikan Pendidikan Gratis” ini menghimpun berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, hingga tokoh adat setempat.
Sekretaris SPWP, Solius Kabak, menyatakan forum ini menjadi pijakan dasar konsolidasi publik untuk merespons kebijakan strategis nasional yang dinilai belum menjawab kebutuhan mendasar masyarakat Papua.
Solius menegaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh lapisan masyarakat sebelum menggelar langkah politik yang lebih besar.
Forum ini juga menjadi ruang evaluasi kritis terhadap efektivitas program bantuan pangan pemerintah jika dibandingkan dengan krisis akses pendidikan yang masih melanda wilayah pegunungan.
“Forum ini menjadi ruang bagi kita untuk melakukan konsultasi dan konsolidasi bersama berbagai elemen yang ada di Lapago,” tegas Solius.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, SPWP mengonsolidasikan kekuatan sipil untuk menggelar aksi nasional serentak pada 15 September 2026.
Organisasi ini menginstruksikan seluruh jaringan jaringan pelajar dan basis masyarakat di Lapago untuk memperluas seruan penolakan hingga ke tingkat akar rumput.
Solius mendesak pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan skema MBG di Tanah Papua.
SPWP menilai penyediaan akses pendidikan yang memadai dan bebas biaya jauh lebih mendesak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua.
“Kami mengajak seluruh mahasiswa di kampus, seluruh pelajar di Lapago, guru-guru, gereja-gereja, tokoh-tokoh agama dan tokoh adat untuk terus melakukan konsolidasi di setiap bidang dan tempat aktivitas masing-masing,” kata Solius.
Solius menambahkan bahwa tuntutan utama dalam gerakan mendesak ini adalah pergeseran prioritas pembangunan.
“SPWP akan menggelar aksi nasional untuk menolak program Makan Bergizi Gratis dan meminta agar program tersebut dihentikan. Kami meminta, berikan pendidikan gratis,” tegasnya lagi.
Melalui konsolidasi yang terus dimatangkan hingga pertengahan September mendatang, SPWP berharap kesadaran kolektif masyarakat Lapago dapat memicu evaluasi menyeluruh atas kebijakan pemerintah pusat di wilayah paling timur Indonesia tersebut. (*)