Tanggapi statement Gus Kikin di penutupan Muktamar ke-35 NU, Prabowo lagi-lagi bahas angka 8

admin ·
Tanggapi statement Gus Kikin di penutupan Muktamar ke-35 NU, Prabowo lagi-lagi bahas angka 8
Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto membahas angka delapan (8) saat berpidato di Penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
  • Hal itu disampaikan Prabowo saat menanggapi pernyataan Ketua Umum PBNU yang baru, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
  • Gus Kikin sebelumnya bilang, memiliki banyak kecocokan dengan Prabowo, karena di dalam hidupnya, juga bermunculan angka delapan.

NEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto membahas angka delapan (8) saat menyampaikan pidato dalam acara penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Pembahasan tersebut disampaikan Prabowo saat menanggapi pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Adapun dalam sambutannya sebagai Ketua Umum PBNU terpilih untuk masa khidmat 2026-2031, Gus Kikin mengaku memiliki banyak kecocokan dengan Prabowo.

Salah satunya adalah tanggal lahir Gus Kikin, 17 Agustus 1968, di mana angka satu (1) dan tujuh (7) dalam tanggal lahirnya jika dijumlahkan hasilnya delapan (8).

Selain itu, bulan kelahiran Gus Kikin adalah bulan kedelapan. Adapun angka delapan adalah angka favorit Prabowo.

"Saya juga nampaknya banyak kecocokan dengan Bapak (Prabowo), karena saya juga banyak unsur delapannya. Tanggal lahir saya 17, jumlahnya delapan," canda Gus Kikin di hadapan Prabowo dalam penutupan Muktamar ke-35 NU, dikutip dari siaran Live di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin. 

Canda Gus Kikin tersebut pun dibalas tepuk tangan dan senyum oleh Prabowo dan peserta penutupan Muktamar ke-35 NU.

Gus Kikin yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur itu melanjutkan 'cocoklogi'-nya, di mana ia mengemban amanah sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang kedelapan.

"Dan saya kebetulan diamanahi menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang kedelapan. Jadi rasanya enggak berlebihan saya nyocok-nyocokkan ini cocok dengan Beliau," ujar Gus Kikin.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin menyampaikan harapannya agar NU menjadi organisasi yang menggalang persatuan dan persaudaraan di Indonesia.

"Termasuk NU juga nanti ke depan menjadi satu organisasi yang lebih guyub, bersatu, dan dengan tujuan yang utama dalah untuk khidmah kepada masyarakat, untuk kemaslahatan umat yang kita miliki," paparnya.

Sebagai informasi, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi terpilih menjadi Ketua Umum PBNU masa bakti 2026-2031. 

Gus Kikin dipilih sebagai Ketum PBNU oleh AHWA dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

"Secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa Khidmat 2026-2031," ujar anggota AHWA, KH Anwar Iskandar dalam sidang pleno Muktamar ke-35 NU, Senin (31/8/2026).

Tanggapan Prabowo

Candaan Gus Kikin mengenai angka delapan sehingga membuatnya cocok dengan Prabowo mendapat tanggapan langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Menurut Prabowo, kemunculan angka delapan itu selalu ada tanpa perlu dicari-cari. 

Ia mengaku, tidak pernah menanyakan tanggal lahir Gus Kikin, tetapi kebetulan setelah dihitung-hitung, jumlah dari angka yang menyusunnya adalah delapan.

Lantas, Prabowo mengungkap, angka delapan dan 13 sering muncul di dalam kehidupannya.

"Gus Kikin juga, kita tidak cari-cari tapi angka-angka itu muncul di hidup kita. Saya tidak pernah tanya Beliau, tanggal lahir dan sebagainya, ternyata angka delapan muncul terus," papar Prabowo.

"Saya ini dua angka yang selalu muncul, delapan dan 13. Kalau tidak salah, hari ini adalah [tanggal] 31, Agustus, 2026."

Dalam sambutannya, Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya KH Miftachul Achyar atau Gus Miftach sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU tahun 2026. 

Ia mengapresiasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung sukses, rukun, dan damai.

“Saya ucapkan selamat kepada pimpinan NU yang terpilih. Saya ucapkan selamat atas berjalannya muktamar dengan sukses, dengan guyub, dengan rukun,” kata Prabowo.

Pada acara penutupan Muktamar ke-35 NU ini, Prabowo juga menerima Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) yang diserahkan secara langsung oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar.

Prabowo lantas mengatakan, dirinya hadir di acara penutupan Muktamar ke-35 NU untuk memenuhi janji, bahwa ia akan datang jika mendapat kartu anggota NU.

Ia mengungkap, kabar bahwa kartu tersebut sudah jadi disampaikan oleh Ketua Umum PBNU sebelumnya, KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya melalui sambungan telepon.

"Saya terkesan, saya memenuhi janji saya," ucap Prabowo.

"Karena saya dapat telepon beberapa hari yang lalu, berita dari Gus Yahya, kartu anggota sudah ada."

"Makanya, saya datang. Saya datang karena janji. Janji harus dipegang. Begitu saya dapet [kartu tanda anggota NU], saya putuskan saya hadir."

Prabowo RI Subianto menghadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). 

Dalam agenda ini, Prabowo didampingi sejumlah menteri dan pejabat negara.

Di antaranya, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara RI (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM) Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet RI (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Kehadiran RI1 mengindikasikan penghormatan terhadap peran besar NU sebagai salah satu kekuatan dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Sebelumnya, Prabowo juga hadir di Pembukaan Muktamar ke-35 NU di lokasi yang sama pada Kamis (27/8/2026) lalu.

Prabowo menjadi Presiden RI pertama yang hadir di acara pembukaan dan penutupan Muktamar NU sepanjang sejarah.

(news.com/Rizki A.)