Jelang 2 tahun Prabowo Gibran, pengamat reshuffle harus jadi upgrade kabinet

admin ·
Jelang 2 tahun Prabowo Gibran, pengamat reshuffle harus jadi upgrade kabinet

WOW.COM - Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, evaluasi terhadap kinerja kabinet kembali menjadi sorotan.

Pengamat politik Arifki Chaniago menilai dua tahun pemerintahan merupakan momentum yang tepat bagi Presiden Prabowo untuk mengevaluasi kinerja para menteri.

Menurutnya, evaluasi dapat menjadi dasar bagi Presiden untuk menentukan apakah perlu dilakukan perombakan atau reshuffle kabinet.

“Evaluasi bukan tanda pemerintahan gagal, tetapi bagian dari upaya memastikan pemerintahan semakin efektif. Dua tahun sudah cukup untuk melihat siapa yang bekerja, siapa yang berlari, dan siapa yang masih sibuk beradaptasi,” kata Arifki dalam pesan yang diterima, Selasa (1/9/2026).

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia itu menyebut hasil survei dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam mengevaluasi kinerja kabinet.

Survei juga dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Namun, Arifki menegaskan survei tidak dapat menjadi satu-satunya indikator untuk menilai kinerja seorang menteri.

“Rapor menteri bukan hanya angka survei. Tetapi survei memberi gambaran bagaimana masyarakat melihat kerja pemerintah,” ujarnya.

Selain hasil survei, Presiden dinilai perlu melihat kemampuan setiap menteri dalam menerjemahkan visi pemerintahan menjadi kebijakan yang konkret.

Hasil kebijakan tersebut juga harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Arifki mengatakan dinamika politik dan tuntutan publik terus berubah dengan cepat. Karena itu, menteri tidak cukup hanya menjadi representasi partai politik pendukung pemerintah.

“Menteri hari ini tidak cukup hanya pintar di belakang meja. Menteri harus mampu menjelaskan kepada rakyat apa yang dikerjakan pemerintah dan apa manfaatnya,” katanya.

Menurut Arifki, kinerja menteri juga memiliki konsekuensi politik terhadap Presiden Prabowo.

Keberhasilan menteri dalam menjalankan program pemerintah dapat memperkuat citra pemerintahan. Sebaliknya, kegagalan menjalankan program berpotensi menjadi beban politik bagi Presiden.

“Poin menteri masuk ke Prabowo, tetapi beban menteri juga kembali ke Prabowo. Karena itu, Presiden membutuhkan figur yang memahami visi, prioritas, dan ritme pemerintahannya,” ujar Arifki.

Arifki menilai arah program pemerintahan Prabowo sudah cukup jelas.

Tantangannya adalah memastikan seluruh jajaran kabinet mampu menerjemahkan arah tersebut secara konsisten menjadi kebijakan dan hasil yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, reshuffle dapat menjadi momentum bagi Presiden untuk memperkuat kabinet. Langkah tersebut juga dapat memastikan seluruh menteri memiliki pemahaman dan kecepatan kerja yang sejalan dengan agenda pemerintahan.

“Kalau setelah dua tahun masih ada yang belum memahami arah Presiden, pertanyaannya sederhana: kita terus memberi waktu untuk belajar atau mencari pemain yang sejak awal sudah siap bermain?” ujar Arifki.

Lebih lanjut, Arifki mengingatkan agar reshuffle tidak hanya dipandang sebagai pergantian jabatan atau manuver politik.

Jika dilakukan, Presiden perlu mempertimbangkan berbagai aspek. Di antaranya kinerja, kompetensi, integritas, kemampuan komunikasi, dan penerimaan publik.

“Reshuffle jangan hanya bongkar-pasang kursi. Reshuffle harus menjadi upgrade kabinet,” tegasnya.

Memasuki tahun ketiga pemerintahan, Arifki menilai Presiden membutuhkan kabinet yang lebih cepat bekerja, solid, dan mampu menjaga kepercayaan publik.

Menurutnya, dua tahun pertama sudah cukup untuk melihat kemampuan masing-masing menteri dalam menjalankan tugas.

“Tahun pertama membangun tim, tahun kedua melihat siapa yang benar-benar bekerja, dan tahun ketiga harus menghasilkan. Presiden tidak sekadar membutuhkan orang untuk mengisi kursi, tetapi pemain yang mampu membantu memenangkan pertandingan,” pungkas Arifki. (*)

Artikel ini telah tayang di news.com dengan judul Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pengamat Singgung Momentum Evaluasi Kabinet

Editor Video: VP Magang/Dian Rahmawati