Nasib Budi Arie usai Timbulkan Polemik Pemilu 2029,Relawan Prabowo Akan Bikin Laporkan ke Bareskrim
-MEDAN.com - Pernyataan Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan percepatan Pemilu 2029 berbuntut rencana pelaporan ke kepolisian.
Gerakan Cinta Prabowo (GCP) menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke Bareskrim Polri.
Ketua Umum GCP H. Kurniawan menilai pernyataan Budi Arie telah masuk ke ranah makar.
Makar dalam konteks hukum pidana merupakan istilah yang berkaitan dengan upaya menyerang atau menggulingkan kekuasaan negara atau pemerintahan dengan cara yang melanggar hukum.
Namun, apakah sebuah pernyataan memenuhi unsur pidana makar merupakan persoalan yang harus dinilai berdasarkan ketentuan hukum dan fakta yang ada.
Kurniawan mengatakan rencana pelaporan tersebut telah lebih dulu dibahas bersama tim hukum GCP.
Ia menyebut laporan akan segera disampaikan kepada Bareskrim Polri.
"Masalah Budi Arie, kami sudah berembug dengan tim hukum kami bahwa dalam waktu dekat, kita akan segera melaporkan apa yang sudah dilakukan Budi Arie kepada Bareskrim Polri," katanya setelah kegiatan konsolidasi dan evaluasi GCP di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (31/8/2026).
"Apa yang dilakukan Budi Arie telah masuk ke ranah makar," sambung Kurniawan.
Menurut Kurniawan, langkah hukum tersebut juga berkaitan dengan upaya GCP menjaga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dari hal-hal yang mereka nilai dapat mengganggu jalannya pemerintahan.
Tanggapan Budi Arie
Saat menanggapi rencana pelaporan tersebut, Budi Arie mengatakan bahwa apa yang disampaikannya adalah wujud kebebasan berpendapat dan dijamin undang-undang.
Dia pun meminta kepada seluruh pihak, termasuk Kurniawan, untuk bijaksana dalam menanggapi pernyataannya tersebut.
"Kebebasan berpendapat itu dijamin oleh undang-undang. Karena itu, kami mengimbau kepada semua pihak untuk bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat," katanya dalam sebuah video.
Budi mengatakan perlunya untuk menjaga demokrasi dan persatuan di Indonesia.
"Masa depan demokrasi dipertaruhkan di sini. Kita terus menggelorakan persatuan untuk kemajuan Indonesia," jelasnya.
Budi Arie Sudah Minta Maaf
Sebelumnya, Budi Arie sudah meminta maaf buntut pernyataannya soal adanya potensi percepatan Pemilu 2029.
Adapun pernyataannya itu viral melalui sebuah potongan video dalam sebuah forum yang turut dihadiri oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Di sisi lain, pernyataannya itu pun memicu berbagai kritik dari berbagai pihak.
"Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini, yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf bagi pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," katanya dalam sebuah video yang diterima news.com redaksi Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/8/2026).
Budi Arie menegaskan bahwa pernyataannya tersebut bukanlah sikap resmi dari Projo, tetapi merupakan analisis pribadi.
Lalu, dia juga mengungkapkan bahwa pernyataannya itu tidak berkaitan dengan Jokowi.
"Saya ingin menyampaikan bahwa pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya."
"Lalu pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan mengkaitnya dengan Bapak Joko Widodo," tegasnya.
Budi Arie juga mengaku siap menerima konsekuensi apapun buntut dari pernyataannya tersebut.
Penyebar Video Ucapan Budi Arie Disanksi
Di sisi lain, Sekjen Projo Freddy Alex Damanik menyebut pihaknya sudah menjatuhkan sanksi kepada anggota yang sudah menyebarkan pernyataaan Budi Arie tersebut.
Namun, Freddy enggan menjelaskan sanksi seperti apa yang dijatuhkan kepada anggota Projo tersebut.
"Secara organisasi, kami sudah memberikan sanksi kepada yang bersangkutan," katanya kepada news.com redaksi Solo, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026).
Lalu, Freddy menjelaskan aturan perekaman saat forum tersebut.
Dia mengatakan relawan hanya boleh melakukan perekaman ketika sesama relawan Projo menyampaikan pendapatnya dalam forum tersebut.
Namun, ketika Jokowi berbicara, relawan dilarang merekam.
"Sebetulnya yang saya pahami yang tidak boleh itu merekam Pak Jokowi ketika berbicara. Kalau merekam sesama relawan ketika berbicara, hanya untuk dokumentasi internal setau saya ada yang beberapa yang melakukannya," jelasnya.
Freddy juga mengakui bahwa dirinyalah yang merekam momen ketika Budi Arie berbicara tentang potensi percepatan Pemilu 2029.
Namun, dia menjelaskan bahwa perekaman itu dilakukannya dalam rangka untuk dokumentasi internal Projo.
Sehingga, Freddy menyayangkan bahwa video Budi Arie tersebut disebar oleh anggota Projo ke publik.
"Tujuan saya melakukannya (merekam Budi Arie) sebagai Sekjen Projo juga untuk dokumentasi internal. Nah, yang menjadi masalah adalah ketika ada di internal DPP Projo yang mem-forward-nya keluar," tuturnya.
Pernyataan Budi Arie yang Picu Polemik
Sementara, pernyataan Budi Arie yang viral yakni ketika dia mengajak para relawan yang hadir untuk tidak terpaku pada skenario politik konvensional menuju Pemilu 2029.
Hal itu disampaikannya di hadapan Jokowi dalam sebuah forum Bulan Kemerdekaan RI yang digelar di Jakarta.
Dengan nada serius, ia menyinggung insting politiknya mengenai kemungkinan adanya percepatan.
"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ucap Budi Arie yang langsung dijawab seruan "Siap!" dari audiens.
Lebih jauh, Budi Arie mendeskripsikan kondisi masyarakat saat ini sebagai sebuah anomali.
Ia membandingkan dinamika sosial dan ekonomi saat ini dengan patahan sejarah pada masa transisi Orde Baru ke Reformasi tahun 1997-1999.
"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," ucap mantan Menteri Koperasi (Menkop) tersebut.
Artikel ini telah tayang di news
(*/-medan.com)
Baca berita MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Medan