Rekam Jejak Irjen Roycke Harry yang Kini Jabat Astamaops Kapolri Gantikan Komjen Fadil Imran

admin ·
Rekam Jejak Irjen Roycke Harry yang Kini Jabat Astamaops Kapolri Gantikan Komjen Fadil Imran
Ringkasan Berita:
  • Irjen Roycke Harry Langie ditunjuk sebagai Astamaops Kapolri menggantikan Komjen Fadil Imran.
  • Roycke merupakan lulusan Akpol 1994 dan berpengalaman di bidang reserse serta operasi keamanan.
  • Ia pernah memimpin Operasi Nemangkawi di Papua dan menjabat Kapolda Sulawesi Utara.
  • Pada 2026, Roycke meraih gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti dengan predikat cum laude.
 

bengkalispos.com– Pergantian sejumlah pejabat tinggi Polri pada akhir Agustus 2026 membawa nama Irjen Roycke Harry Langie ke posisi strategis di tingkat Mabes Polri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Roycke sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Kapolri.

Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier Roycke setelah sekitar dua tahun memimpin Polda Sulawesi Utara.

Ia menggantikan Komjen Fadil Imran yang memasuki masa purna tugas.

Dikutip bengkalispos.comdari news, mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 yang ditandatangani Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo pada 30 Agustus 2026.

Bagi Roycke, jabatan baru ini bukan sekadar perpindahan tempat tugas. Posisi Astamaops menempatkannya di lingkaran strategis Mabes Polri, khususnya dalam bidang operasi kepolisian.

Roycke Harry Langie, Lulusan Akpol 1994 yang Berpengalaman di Reserse

Irjen Roycke Harry Langie merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.

Ia dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse sebelum kemudian menduduki berbagai jabatan strategis di tingkat kewilayahan maupun Mabes Polri.

Perjalanan kariernya dimulai dari sejumlah posisi di bidang penyidikan. Ia pernah menjabat Kasat Serse Polres Indramayu, Kanit Resmob Ditserse Polda Jawa Barat hingga sejumlah jabatan di lingkungan Polda Metro Jaya.

Roycke juga pernah menjadi Kapolsek Metro Jagakarsa, Kapolres Kepulauan Yapen, Kapolres Jayapura, Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, hingga Kapolres Metro Jakarta Barat.

Pengalaman tersebut membuat rekam jejak Roycke tidak hanya berkutat pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup pengalaman memimpin organisasi kepolisian di berbagai wilayah.

Pernah Memimpin Operasi Nemangkawi di Papua

Salah satu fase penting dalam karier Roycke adalah ketika ia dipercaya memimpin Operasi Nemangkawi di Papua.

Roycke mendapat penugasan sebagai Kepala Operasi Satgas Nemangkawi pada periode 2020 hingga 2021.

Operasi tersebut merupakan operasi gabungan TNI-Polri yang ditujukan untuk menghadapi kelompok bersenjata di Papua.

Dalam catatan Polri, operasi di bawah kepemimpinannya mencatat sejumlah hasil penindakan.

Pada 2020, Satgas Nemangkawi disebut menangkap 105 anggota maupun pendukung kelompok bersenjata serta menyita 48 senjata api dan 933 butir amunisi.

Namun, pendekatan yang digunakan tidak semata-mata mengandalkan penegakan hukum. Roycke juga dikenal menjalankan pendekatan kepada masyarakat melalui program Binmas Noken.

Pengalaman di Papua tersebut menjadi salah satu modal penting dalam perjalanan kariernya sebagai perwira yang memiliki pengalaman menangani persoalan keamanan dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Dari Kakorbinmas hingga Kapolda Sulut

Setelah menjalani sejumlah penugasan, Roycke dipercaya menduduki jabatan Kakorbinmas Baharkam Polri pada 2023. Setahun kemudian, ia mendapat kepercayaan memimpin daerah asalnya sebagai Kapolda Sulawesi Utara.

Kapolri melantik Roycke sebagai Kapolda Sulut pada 28 September 2024. Saat itu, ia menggantikan Irjen Yudhiawan Wibisono.

Penempatan tersebut memiliki nilai tersendiri karena Roycke merupakan putra daerah Sulawesi Utara. Sejumlah sumber menyebut ia berasal dari Pakuweru, Tenga, Minahasa Selatan.

Selama memimpin Polda Sulut, Roycke juga menekankan pentingnya mutasi sebagai bagian dari dinamika organisasi dan tour of duty.

Kini, tongkat kepemimpinan Polda Sulut beralih kepada Irjen Yudo Hermanto. Sementara Roycke ditarik ke Mabes Polri untuk mengisi posisi Astamaops.

Roycke Juga Bergelar Doktor

Ada sisi lain dari profil Roycke Harry Langie yang menarik perhatian. Di tengah perjalanan kariernya sebagai perwira tinggi, ia tetap melanjutkan pendidikan akademik.

Pada Mei 2026, Roycke resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti dengan predikat cum laude.

Ia sebelumnya mempertahankan disertasi berjudul “Strategi Optimalisasi Kerjasama Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)”.

Pendidikan tersebut melengkapi jenjang akademik dan kepolisian yang telah ditempuhnya, termasuk pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Sespim Polri, dan Sespimti Polri.

Dengan demikian, profil Roycke tidak hanya dibentuk dari pengalaman operasional di lapangan, tetapi juga dari pendidikan hukum dan kepemimpinan kepolisian.

Kini Roycke Masuk Lingkaran Strategis Mabes Polri

Penunjukan sebagai Astamaops menjadi salah satu promosi penting dalam karier Roycke Harry Langie.

Posisi ini memiliki peran strategis karena berkaitan dengan aspek operasional kepolisian secara nasional. Roycke kini tidak lagi hanya bertanggung jawab atas dinamika keamanan di satu wilayah seperti ketika menjadi Kapolda, tetapi masuk ke struktur Mabes Polri yang memiliki cakupan tugas lebih luas.

Mutasi tersebut juga membuat pengalaman Roycke di Papua, reserse, kewilayahan, pembinaan masyarakat, hingga kepemimpinan Polda menjadi relevan dengan posisi barunya.

Jika melihat perjalanan kariernya, penunjukan Roycke Harry Langie sebagai Astamaops dapat dibaca sebagai penempatan perwira dengan pengalaman lapangan yang panjang ke posisi strategis di pusat.

Ia memiliki kombinasi pengalaman yang cukup beragam: reserse, operasi keamanan di Papua, pembinaan masyarakat, kepemimpinan kewilayahan, hingga pengalaman akademik di bidang hukum.

Tantangan berikutnya tentu berbeda. Sebagai Astamaops, pengalaman Roycke dalam menangani operasi dan memimpin organisasi akan diuji dalam skala yang lebih luas. Posisi tersebut menuntut kemampuan menerjemahkan kebijakan pimpinan Polri menjadi strategi operasional yang dapat berjalan di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan rekam jejak tersebut, mutasi Roycke bukan hanya menarik karena pergantian jabatan, tetapi juga karena memperlihatkan bagaimana perjalanan seorang perwira dari lapangan hingga dipercaya menempati salah satu posisi strategis di Mabes Polri.

Berikut daftar pejabat utama Polri yang mengalami rotasi:

  • Astamaops Kapolri: Irjen Roycke Harry Langie menggantikan Komjen Fadil Imran.
  • As SDM Kapolri: Irjen Jawari menggantikan Irjen Anwar.
  • Koorsahli (Koordinator Staf Ahli) Kapolri: Irjen Ruslan Ependi menggantikan Irjen Herry Rudolf Nahak.
  • Kayanma Polri: Kombes Ian Rizkian Milyardin menggantikan Kombes Yudi Arkara Oktobera.
  • Kapolda Sulut:  Irjen Yudo Hermanto menggantikan Irjen Roycke Harry Langie.
  • Kapolda Papua Barat Daya: Brigjen  Yulius Audie Sonny Latuheru digantikan oleh Brigjen Hengki Haryadi.

Jadikan bengkalispos.compreferensi beritamu dengan mengklik tautan ini