NEWS.COM- Berikut adalah jadwal imsakiyah puasa Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah di Kota Cirebon, Jawa Barat pada Rabu (25/2/2026).
Ramadan adalah bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Muslim, karena pada bulan suci ini mereka menjalani puasa selama sebulan penuh.
Selama bulan puasa ini, jadwal imsak sangat penting, karena menjadi panduan bagi masyarakat dalam mengetahui saat berakhirnya waktu sahur.
Ada perbedaan awal puasa Ramadan 2026, yaitu Muhammadiyah menentukan awal puasa Ramadan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sementara pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) menentukan awal puasa tahun 2026 jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
Berikut adalah jadwal imsakiyah bulan Ramadan 2026 di Kota Cirebon pada hari Rabu, berdasarkan versi pemerintah dan Muhammadiyah.
Jadwal Imsak Kota Cirebon Berdasarkan Pemerintah
Jadwal imsakiyah bulan Ramadan tahun 2026 di Kota Cirebon bisa dilihat melalui saluranRamadan Kebaikan Melokal.
7 Ramadhan 1447 H (Rabu, 25 Februari 2026)
- Imsak 04:25
- Subuh 04:35
- Terbit 05:48
- Duha 06:15
- Zuhur 12:02
- Asar 15:08
- Magrib 18:10
- Isya' 19:19
Jadwal Puasa di Kota Cirebon Versi Muhammadiyah
Jadwal imsak Ramadan 2026 di Kota Cirebon didasarkan pada informasi yang disampaikan oleh Pusat Tarjih Muhammadiyah.
8 Ramadhan 1447 H (Rabu, 25 Februari 2026)
- Imsak 04:32
- Subuh 04:42
- Terbit 05:48
- Duha 06:15
- Zuhur 12:00
- Asar 15:06
- Magrib 18:08
- Isya' 19:18
Niat Berpuasa Ramadhan, Tata Cara dan Doa Lengkap
Dikutip dari laman resmi MUI,di dalam mazhab Syafi'i, niat berpuasa harus dilakukan setiap hari di malam Ramadan.
Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam karya tulisnya, Hasyiyatul Iqna’, memberikan penjelasan sebagai berikut:
Yang diperlukan untuk mewajibkan puasa di bulan Ramadan atau yang lain seperti qada atau nadzar adalah niat malam, karena sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasannya." Dan wajib adanya niat setiap hari berdasarkan dalil tersebut.
“Diwajibkan berniat pada malam hari untuk puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, 'Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka puasanya tidak sah.' Oleh karena itu, harus ada niat puasa setiap hari (pada bulan Ramadan) jika mengacu pada redaksi jelas dalam hadis tersebut.”(Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, jilid 2)
Namun, menurut mazhab Maliki, cukup memiliki niat berpuasa selama sebulan penuh pada malam pertama Ramadan.
Sehingga tidak perlu mengubah niat setiap hari, karena puasa Ramadan merupakan satu kesatuan bentuk ibadah. (Yusuf Al-Qaradlawi, Fiqh al-Shiyam, hal. 84)
Oleh karena itu, sebagai tindakan pencegahan dan persiapan jika kita lupa atau tertidur, kita diperbolehkan mengikuti pendapat Imam Malik dengan berniat selama sebulan penuh.
Kemudian sesuai dengan pendapat Mazhab Syafi'i, kita juga perlu terbiasa berniat berpuasa setiap malam selama bulan Ramadan.
Biasanya hal ini dilakukan setelah selesai shalat tarawih atau saat sedang makan sahur.
Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadhan:
Saya berniat berpuasa besok untuk melaksanakan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini kepada Allah Ta'ala.
Aku berniat berpuasa esok hari sebagai wajib bulan Ramadhan ini tahun ini karena Allah Ta'ala.
Artinya: Aku berniat berpuasa besok hari untuk melaksanakan kewajiban puasa pada bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.
Sementara maksud berpuasa selama sebulan penuh, sebagai berikut:
Saya berniat berpuasa seluruh bulan Ramadhan tahun ini sebagai kewajiban kepada Allah Ta'ala.
Saya berniat berpuasa seluruh bulan Ramadhan tahun ini sebagai ibadah fardhu kepada Allah Ta'ala.
Artinya: Aku berniat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib atas perintah Allah Ta’ala.(Shafira Amalia, ed: Nashih)
(news.com/Rifqah)