Ringkasan Berita:Menteri Agama Dilaporkan
- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar diduga memanfaatkan pesawat pribadi.
- Nasaruddin Umar secara resmi dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI).
- Viral di media sosial, kontroversi Nasaruddin Umar terkait dugaan penerimaan fasilitas pesawat jet pribadi milik tokoh nasional sekaligus Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO)
- KPK mampu segera meninjau data secara menyeluruh untuk mengklarifikasi berbagai dugaan yang muncul di masyarakat.
-MEDAN.com- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar diduga memanfaatkan pesawat pribadi.
Akibatnya, Nasaruddin Umar dilaporkan terkait dugaan penerimaan hadiah atau imbalan.
Nasaruddin Umar secara resmi dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI).
Laporan ini merupakan hasil dari perdebatan di media sosial mengenai dugaan penerimaan fasilitas pesawat pribadi oleh tokoh nasional sekaligus Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO).
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, mengakui adanya laporan tersebut.
Laporan pengaduan masyarakat telah tercatat melalui surat dengan nomor 01/MAKI-DUMAS_KPK/20.II/2026 yang dikeluarkan pada 20 Februari 2026.
Boyamin mendorong Menteri Agama untuk mengambil inisiatif dengan mengunjungi KPK dan menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan terkait penerbangan tersebut.
Menurutnya, tindakan ini penting sebagai contoh bagi masyarakat mengenai kejelasan dan keterbukaan para pejabat pemerintah.
"Jika nanti oleh KPK dinyatakan tidak termasuk gratifikasi, maka saya justru telah membantu Menag dalam membersihkan reputasinya," ujar Boyamin, Sabtu (21/2/2026).
Menanggapi isu yang terus berlangsung, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber (open source).
Ia menegaskan bahwa KPK tidak langsung memandang fasilitas tersebut sebagai tindak pidana tanpa adanya pemeriksaan lebih lanjut.
"Kita terlebih dahulu pastikan apakah ada aspek-aspek yang kemudian berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang atau kekuasaan jabatannya," ujar Setyo di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Setyo berharap Menag Nasaruddin segera datang langsung ke Direktorat Gratifikasi di Kedeputian Pencegahan dan Monitoring KPK tanpa perlu menunggu surat undangan resmi.
Ini dianggap sangat penting agar KPK dapat segera menganalisis data secara menyeluruh untuk mengklarifikasi spekulasi yang beredar di masyarakat.
Sebelumnya, kunjungan kerja Menteri Agama Nasaruddin Umar menggunakan pesawat jet pribadi berlangsung pada hari Minggu, 15 Februari 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk meresmikan Gedung Balai Sarkiah, sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat ibadah dan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan OSO yang terletak di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Kementerian Agama melalui Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik, Thobib Al Asyhar, menyatakan bahwa penggunaan pesawat jet pribadi tersebut merupakan inisiatif penyelenggara, yaitu OSO, guna menyesuaikan jadwal Menteri Agama yang padat.
"Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan oleh Menag. Pak OSO yang mengambil inisiatif menyediakan pesawat pribadi untuk Menag agar dapat hadir meskipun memiliki jadwal yang padat," kata Thobib dalam keterangan resminya.
Pihak Kemenag juga menekankan bahwa kehadiran Menag di tempat tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap inisiatif mandiri tokoh masyarakat dalam membangun infrastruktur keagamaan, sosial, dan ekonomi umat.
Biodata Nasaruddin Umar
KH Nasaruddin Umar pernah menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta.
Berikut adalah gelar lengkapnya: AG Prof Dr KH Nasaruddin Umar M.A, lahir pada tanggal 23 Juni 1959 dan saat ini berusia 65 tahun.
AG dalam nama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar merupakan kependekan dari Anre Gurutta, yaitu gelar yang diberikan kepada ulama di Sulawesi Selatan.
Nasarduddin Umar pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama Negara Republik Indonesia antara tahun 2011 hingga 2014.
Ia juga merupakan pendiri organisasi lintas agama yang dikenal sebagai Masyarakat Dialog antar Umat Beragama dan pernah menjabat sebagai Dirjen di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Departemen Agama/Kementerian Agama Republik Indonesia.
Nasaruddin juga merupakan anggota dari Komite Penasihat Inggris-Indonesia yang dibentuk oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.
Mengutip dari Wikipedia, Nasaruddin Ummar juga menjabat sebagai salah satu Rais Pimpinan Pusat Nahdlatul Ulama periode 2022-2027.
Pada 3 November 2019, dalam Musyawarah Nasional (Munas) BP4 XVI yang diselenggarakan di Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. terpilih menjadi Ketua Umum BP4 untuk masa jabatan 2019-2024.
Dan terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pondok Pesantren As'adiyah dalam Muktamar As'adiyah ke XV di Sengkang tahun 2022.
Baru-baru ini, saat kedatangan Paus Fransiskus pada September 2024, Nasaruddin Umar menandatangani dokumen Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 bersama pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus yang sedang melakukan kunjungan sejarahnya ke Indonesia.
Pendidikan
Nasaruddin Umar menempuh pendidikan pascasarjana di IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan meraih gelar Magister pada tahun 1992 serta gelar Doktoral (PhD) pada tahun 1998.
Menteri Agama Nasaruddin Umar lulus dari lima universitas di luar negeri.
Selama menempuh gelar doktoralnya, ia pernah menjadi salah satu mahasiswa yang mengikuti Program PhD di Universitas McGill, Montreal, Kanada (1993-1994).
Ia juga merupakan salah seorang mahasiswa yang mengikuti Program Doktoral di Universitas Leiden, Belanda (1994-1995).
Setelah meraih gelar doktoral, ia pernah menjadi peneliti tamu di Sophia University, Tokyo (2001), peneliti tamu di SOAS University of London (2001-2002), dan peneliti tamu di Georgetown University, Washington DC (2003-2004).
Ia adalah penulis dari 12 buku, salah satunya berjudul Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran (Paramadina, 1999).
Isi yang menjelaskan temuan penelitian mengenai bias gender dalam Al-Qur'an.
Riwayat Pendidikan
SDN 6 tahun, di Ujung-Bone 1970
Sekolah Dasar 6 tahun, di Pesantren As'adiyah Sengkang, 197idan
PGA 4 Tahun, di pesantren As'adiyah Sengkang, 1974
PGA 6 Tahun, di Pesantren As'adiyah Sengkang 1976
Sarjana Dasar, Fakultas Hukum Islam IAIN Alauddin Makassar, 1980
Sarjana Komplit (Sarjana Terpilih) Fakultas Syariah IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1984
Program Magister (tanpa skripsi) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1990-1992.
Program Magister S3 (Lulusan Terbaik) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan disertasi berjudul "Perspektif Gender Dalam Al-Qur'an, 1993-1998."
Mahasiswa Pertukaran di Universitas McGill Kanada, 1993-1994
Mahasiswa Pertukaran di Universitas Leiden Belanda, 1994/1995
Program sandwich di Universitas Paris Prancis, 1995
Studi pustaka perguruan tinggi di Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Belanda, Belgia, Italia, Ankara, Istanbul, Sri Lanka, Korea Selatan, Arab Saudi, Mesir, Abu Dhabi, Yordania, Palestina, dan Singapura, Kuala Lumpur, Manila.
Dosen Utama di bidang Tafsir di Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 12 Januari 2002.
(*/-MEDAN.com)
Sumber: news.com
Baca berita MEDAN lainnya di Google News
Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA
Berita terkini yang menyebar di Medan