
Ringkasan Berita:
- H. Albina Arrahman mengingatkan warga agar tidak memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai alasan untuk menurunkan produktivitas.
- "Jangan sampai Ramadhan hanya dihabiskan dengan tidur sepanjang hari lalu aktif hanya saat menjelang berbuka. Puasa bukan alasan untuk malas-malasan, justru ini waktu yang paling tepat untuk melatih disiplin dan tanggung jawab," ujar Albina,
- Ia menganggap, bekerja dengan jujur dan profesional selama bulan Ramadhan merupakan bagian dari ibadah yang memiliki pahala yang sangat besar.
Liputan Jurnalis Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
bengkalispos.com,SABANG- Wakil Ketua DPRK Sabang, H. Albina Arrahman, mengingatkan warga agar tidak memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai alasan untuk menurunkan produktivitas.
Ia menekankan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat ibadah serta meningkatkan semangat kerja.
"Jangan sampai Ramadhan hanya dihabiskan dengan tidur sepanjang hari lalu aktif hanya menjelang berbuka. Puasa bukan alasan untuk malas-malasan, justru ini waktu yang paling tepat untuk mengasah disiplin dan tanggung jawab," ujar Albina, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, makna ibadah tidak hanya terbatas pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mencakup kesungguhan dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab dengan baik. Ia menganggap, bekerja secara jujur dan profesional selama bulan Ramadhan merupakan bagian dari ibadah yang membawa pahala yang besar.
Puasa bukan alasan untuk malas-malasan, justru ini merupakan waktu yang paling tepat untuk mengasah disiplin dan tanggung jawab," ujar Albina, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, makna ibadah tidak hanya terbatas pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga pada kejujuran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik.
Ia menganggap, bekerja secara jujur dan profesional selama bulan Ramadhan merupakan bagian dari ibadah yang memiliki pahala yang sangat besar.
Albina juga menekankan pentingnya mempertahankan kualitas layanan publik selama bulan Ramadhan, khususnya bagi pegawai pemerintah dan bidang pelayanan masyarakat.
"Penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh mengendur. Bulan Ramadhan harus menjadi sumber semangat moral untuk bekerja lebih baik, bukan sebaliknya," katanya.
Selain itu, ia mengajak kalangan pemuda untuk memanfaatkan bulan Ramadhan dengan meningkatkan pembacaan Al-Qur'an, mengikuti pelajaran agama, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi sekitar.
"Ramadhan merupakan bulan pembentukan kepribadian. Jika setelah Ramadhan tidak terjadi perubahan sikap dan peningkatan kualitas diri, berarti kita belum memanfaatkan momen ini secara maksimal," tegasnya.
Ia berharap semangat beribadah pada bulan suci tidak berhenti setelah Ramadhan selesai, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk konsistensi moral dan komitmen terhadap perkembangan daerah.(*)