Mimpi Muhammad Qasim: Perang India vs Pakistan dan Perang Dunia III! -->

Mimpi Muhammad Qasim: Perang India vs Pakistan dan Perang Dunia III!

9 Mei 2025, Jumat, Mei 09, 2025
Mimpi Muhammad Qasim: Perang India vs Pakistan dan Perang Dunia III!

Warta Bulukumba- Di tengah cuaca dingin dan berkabut di Kashmir, suara tank mengguncang tanah yang beku. Pegunungan yang tertutup salju menyimpan ketegangan antara India dan Pakistan yang kini kembali memanas, di perbatasan yang tampaknya berdetak penuh kemarahan. Apakah Ghazwatul Hind telah dimulai berdasarkan mimpi yang dilihat oleh Muhammad Qasim, seorang pria Pakistan yang terkenal sejak tahun 2014?

Namun sebelum memperdalam mimpi Muhammad Qasim yang dikaitkan erat dengan ancaman Perang Dunia Ketiga yang dimulai dari Ghazwatul Hind, terdapat fakta-fakta geopolitik global yang sedang berlangsung saat ini.

Baru-baru ini, di malam gelap di perbatasan Kashmir yang ketat dijaga, militer Pakistan mengklaim telah membunuh 40 hingga 50 prajurit India serta menembak jatuh 29 drone dalam satu malam. Tindakan ini disebut sebagai balasan terhadap serangan udara India ke wilayah Pakistan, yang menargetkan lokasi yang mereka sebut “kamp teroris”.

Tensi ini muncul dari serangan teror di wilayah Kashmir yang berada di bawah penguasaan India bulan lalu, yang mengakibatkan kematian 25 warga India dan satu penduduk Nepal. Pemerintah India menyalahkan Pakistan atas kejadian tersebut—klaim yang segera ditolak oleh Islamabad.

"Kami mengajukan permintaan untuk penyelidikan yang independen," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataan resmi.

Pada hari Kamis, sebuah foto ikonik menyebar di media lokal: Jenderal Asim Munir, Kepala Angkatan Darat Pakistan, berdiri tegak di atas tank saat mengikuti latihan militer.

"Tidak perlu ada keraguan. Perjalanan militer India akan segera dibalas dengan tegas," katanya.

Munir terkenal sebagai tokoh yang religius dan konservatif, bahkan pernah merujuk pada "Ghazwa-e Hind" atau "Ghazwatul Hind"—perang suci dalam ajaran Islam.

Di sisi lain, di perbatasan, Perdana Menteri India, Narendra Modi, juga disebut memanfaatkan konflik ini sebagai alat politik.

"IA menginginkan warisan yang lebih besar dibandingkan Gandhi atau Nehru," kata Fawad Chaudhry, mantan Menteri Informasi Pakistan kepadaTIMEIA akan memperluas medan perang untuk itu.

Isu ini kini tidak hanya terkait Kashmir, tetapi juga berkaitan dengan citra, ideologi, dan kekuasaan yang sedang dipertaruhkan. Tidak mengherankan jika ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran internasional, termasuk dari Sekretaris Jenderal PBB António Guterres yang memperingatkan, "Solusi militer bukanlah jawaban."

Diplomasi Teluk: Riyadh Mengambil Tindakan

Kurang biasa, ketegangan geopolitik ini justru menarik perhatian pihak-pihak yang tidak biasa. Arab Saudi, melalui Menteri Luar Negeri Adel Al-Jubeir, melakukan kunjungan tiba-tiba ke New Delhi. Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar, merupakan langkah perdamaian pertama dari Riyadh.

Manfaatnya jelas: Arab Saudi menjadi tempat tinggal bagi lebih dari 2,6 juta pekerja migran dari India, dan angka yang hampir sama berasal dari Pakistan. Pada saat yang sama, India sedang mempersiapkan proyek Koridor Ekonomi India-Timur Tengah-Eropa bersama Arab Saudi, dengan besaran investasi mencapai $100 miliar atau sekitar Rp1.600 triliun.

Menurut Samina Yasmeen, Direktur Centre for Muslim States and Societies di University of Western Australia, "Negara Teluk memiliki kepentingan besar dalam menjaga ketenangan di wilayah tersebut. Mereka tidak menginginkan krisis ini mengancam sistem migrasi dan investasi."

Posisi Tiongkok, Iran, dan Teluk

China tidak tinggal diam. Pada Rabu, jet tempur J-10C buatan China, yang dipersenjatai rudal PL-15, dilaporkan menembak jatuh lima jet India. Beijing juga memiliki klaim wilayah di Kashmir dan merupakan mitra strategis utama Pakistan dalam proyek-proyek besar seperti Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC).

Sementara itu, Iran—meskipun sesama negara Muslim dan berbatasan langsung dengan Pakistan—justru menunjukkan sikap yang lebih bersahabat ke arah New Delhi.

Menteri Luar Negeri Iran tiba di India beberapa jam setelah meninggalkan Islamabad. Iran juga mengirimkan duka cita resmi terkait serangan di Kashmir dan menawarkan diri sebagai pihak tengah.

India memiliki perhatian signifikan terhadap Iran, termasuk pengelolaan Terminal Shahid Beheshti di Pelabuhan Chabahar, investasi sebesar 1,9 triliun rupiah serta kredit senilai 4 triliun rupiah untuk pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Perjanjian sungai dan batas wilayah Perjanjian tentang air dan batas daerah Perjanjian mengenai sumber air dan garis batas wilayah Perjanjian terkait air dan batas negara Perjanjian pembagian air dan batas wilayah Perjanjian air serta batas wilayah yang berlaku Perjanjian antar daerah mengenai air dan batas wilayah Perjanjian pengelolaan air dan garis batas wilayah Perjanjian mengenai batas wilayah dan sumber air Perjanjian antara pihak-pihak terkait mengenai air dan batas wilayah

Tanda-tanda peningkatan ketegangan semakin jelas terlihat. India menghentikan sementara Perjanjian Air Indus, kesepakatan yang selama beberapa dekade mengatur pembagian air dari Himalaya ke Pakistan. Di sisi lain, Pakistan mencabut Perjanjian Shimla 1972, yang membuat Garis Kontrol di Kashmir kini hanya menjadi garis gencatan senjata.

Penghalang psikologis telah teratasi," ujar Karnad. "Sekarang militer India secara hukum dapat mengambil langkah lebih jauh.

Konflik India-Pakistan 2025 ini jauh lebih rumit dibandingkan pertempuran di medan perang. Di baliknya, terdapat kepentingan ekonomi, kekuatan ideologis, serta aktor regional yang sebelumnya tidak terlibat kini menjadi pusat perhatian. Namun, jika tidak segera dihentikan, nyawa jutaan orang di Asia Selatan akan terancam.

Kini banyak bergantung pada apakah Arab Saudi akan memberi tekanan kepada India," tutup Fawad. "Jika tidak, perang tinggal menunggu waktu.

Pola yang diterapkan India saat ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah India sedang meniru strategi Zionis 'Israel' terhadap Palestina?

India secara konsisten memberi label "sarang teroris" kepada daerah-daerah yang dihuni mayoritas Muslim di perbatasan Pakistan. Ucapan ini mengingatkan banyak pihak pada pendekatan Zionis 'Israel', yang selama ini menggunakan alasan keamanan dan terorisme untuk membenarkan tindakan militer terhadap Palestina.

Tindakan-tindakan seperti pembatasan akses, operasi militer mandiri, serta penyusunan narasi tunggal di media lokal — semuanya tampak sangat mirip dengan pendekatan yang digunakan Israel terhadap Gaza dan Tepi Barat. Apakah ini kebetulan, atau India benar-benar menerapkan strategi serupa?

Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketidakterlibatan sebagian besar media internasional terhadap perkembangan ini. Seperti halnya masalah Palestina, narasi utama hanya datang dari satu pihak saja: kekuatan yang lebih dominan.

Mimpi Muhammad Qasim

Hingga saat ini belum ada ulama di seluruh dunia yang menyebut mimpi Muhammad Qasim sebagai mimpi yang salah, karena mimpi tersebut tidak bertentangan dengan Al Quran dan hadis yang shahih.

Imran Abbasi dan Awais Naseer merupakan dua tokoh intelektual Muslim yang menjadi yang pertama kali mengungkapkan mimpi-mimpi Muhammad Qasim.

Ratusan impian Muhammad Qasim telah dibicarakan oleh berbagai media nasional di Pakistan, ditinjau dalam beberapa buku, video YouTube, serta diskusi intelektual Muslim di seluruh dunia.

Siapa Muhammad Qasim? Muhammad Qasim bin Abdul Karim adalah seorang Muslim Sunni biasa yang lahir di Pakistan pada tahun 1976. Sejak berusia 12 tahun, ia menerima penglihatan dari cahaya Allah SWT dan sosok Nabi Muhammad SAW melalui mimpi, dan sejak tahun 2014 diperintahkan oleh Nabi Muhammad SAW melalui mimpi untuk menyebarkan mimpi-mimpi tersebut kepada seluruh umat Islam di dunia.

Salah satu pesan dalam mimpi adalah untuk menjauhi syirik, termasuk menghindari pembuatan gambar makhluk hidup dan patung, meningkatkan ibadah serta dzikir, serta peringatan tentang jatuhnya benteng Islam yaitu Arab Saudi dan Turki, yang hanya menyisakan Pakistan sebagai benteng terakhir. Selain itu, disampaikan kabar baik bahwa Pakistan akan menjadi negara Islam yang kuat setelah masyarakat dan pemerintahnya menjauhi syirik.

Mimpi Muhammad Qasim berkaitan erat dengan tanda-tanda kebangkitan Islam dari Timur, persatuan umat Muslim di Pakistan, munculnya pasukan jet tempur hitam yang tak terkalahkan serta akan membebaskan tanah suci umat Muslim yang hilang.

Berikut dua hadis yang sahih mengenai mimpi yang benar.

Rasulullah SAW bersabda: "Jika masa kiamat sudah mendekat, banyak mimpi orang-orang beriman tidak palsu. Dan, mimpi yang paling benar di antara kalian adalah mimpi dari seseorang yang paling jujur dalam perkataannya." HR. Muslim

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:"Siapa pun yang melihatku dalam mimpi, maka sesungguhnya ia telah melihatku, karena setan tidak mampu menyerupakanku." (HR. Muslim no. 2266).

Salah satu mimpi terkenal Muhammad Qasim adalah tentang bendera hitam. Dalam mimpi Muhammad Qasim, ia melihat bahwa bendera hitam sebenarnya merupakan pasukan pesawat tempur!

Beberapa artikel dan buku membahas bahwa bendera hitam bukanlah sebuah bendera, melainkan alat identifikasi berwarna hitam yang menjadi sumber kebanggaan dari suatu angkatan bersenjata negara, yang akan muncul mengambang di langit tanpa adanya penyangga apa pun.

Sehingga apabila hendak melihatnya kita mestilah mengangkat wajah kita sebagaimana kita hendak memandang kepada matahari dan bulan yang terbit di angkasa, dan mereka adalah pasukan jet tempur canggih Pakistan pada masa Imam Mahdi.

Secara eksplisit penjelasan tentang panji-panji hitam yang sebenarnya adalah armada jet tempur dibentangkan dalam beberapa buku. Di antaranya buku berjudul Studi Mimpi Muhammad Qasim Bin Abdul Karimyang ditulis oleh Indra Noferia pada tahun 2018, dan bukuTuhan dan Muhammad dalam Mimpi Sayadengan tim penulis: Helper Muhammad Qasim, diterbitkan pada tahun 2019.

Dua buku tersebut menyajikan penjelasan lengkap mengenai 'mimpi Ilahi' yang dirasakan oleh seorang pemuda Pakistan bernama Muhammad Qasim. Bukan hanya tentang bendera hitam dan pesawat tempur. Lebih dari itu.

Pasukan Panji Hitam

Nabi Muhammad SAW mengartikan ar-Rayah atau panji sebagai "alat identifikasi". Bukti dari sudut sejarah adalah bahwa Nabi Muhammad SAW memberi nama panji beliau dengan istilah al-Uqab yang berarti "elang".

Berdasarkan ilmu fiqih, tidak mungkin penulisan kalimat Syahadat diberi nama hewan seperti elang. Dengan demikian, secara logis, tidak mungkin bendera hitam yang dimaksud oleh Nabi Muhammad SAW memuat kalimah Syahadat seperti yang digunakan oleh ISIS, misalnya.

Salah satu visi utama Muhammad Qasim adalah mengenai pesawat tempur hitam yang canggih dan belum pernah dilihat sebelumnya oleh dunia. Dalam imajinasinya, pesawat ini dilengkapi dengan teknologi luar biasa yang memungkinkan Pakistan untuk menghadapi kekuatan besar seperti India.

Qasim menyampaikan bahwa ketika India berusaha menyerang Pakistan, Allah SWT memberikan bantuan kepada negaranya dengan mengirimkan 3000 pesawat tempur hitam tersebut.

Dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, India akhirnya membatalkan rencana perangnya. Namun, Pakistan tetap berupaya untuk melepaskan Muslim Kashmir dari penderitaan yang diakibatkan oleh India, dan berkat jet tempur hitam ini, Pakistan berhasil memperoleh kembali wilayah tersebut dengan sedikit hambatan.

Berikut, salah satu penafsiran mimpi dari Muhammad Qasim yang diambil dari halamanMuhammadqasimpk.com dan Divinedreams.co:

Saya sering melihat Ghazwatul Hind dan Perang Dunia ke-3 dalam mimpi saya. Perang ini dipaksakan terhadap Pakistan, dan kami berjuang untuk melindungi negara kami serta agama Islam. Ini merupakan perang paling buruk yang dialami Islam dalam sejarah, bukan hanya perang untuk mempertahankan kehidupan Pakistan tetapi juga untuk kelangsungan hidup agama Islam.

Karena sebelum perang ini, dua benteng utama Islam, Turki dan Arab Saudi telah dihancurkan oleh kekuatan Illuminati. Pakistan menjadi benteng terakhir Islam, sehingga sangat penting untuk melindungi Pakistan guna menyelamatkan agama Islam.

Sebelum perang ini, Allah menyampaikan mimpi saya kepada Jenderal Militer Pakistan, dan Nabi Akhir Zaman Muhammad SAW juga memberikan kesaksian bahwa Qasim tidak pernah berbohong mengenai mimpinya dan mimpinya benar-benar berasal dari Allah SWT.

Setelah itu, pasukan dan rakyat Pakistan mengambil tindakan berani guna melindungi Islam dan negara Pakistan serta orang-orang yang sangat mencintai Pakistan mulai bekerja sama, dan kami membersihkan Pakistan dari segala bentuk penyembahan berhala. Sistem peradilan baru terbentuk dan seluruh dunia kaget dengan sistem pemerintahan demikian, sehingga Pakistan mulai berkembang dan bersiap menghadapi perang.

Keruntuhan mulai terjadi di Turki dan Timur Tengah, serta munculnya kelompok teroris baru di kawasan tersebut. Pakistan tidak mampu terlibat dalam semua konflik di Timur Tengah termasuk Turki karena keterbatasan sumber daya, namun Pakistan menjaga kehormatan Mekkah dan Madinah. Ketika Pakistan mulai berkembang, India berusaha menyerang Pakistan, tetapi Allah SWT membantu Pakistan dengan pesawat tempur hitam yang tangguh.

Dalam imajinasiku, pesawat tempur berwarna hitam ini sangat tangguh dan bervariasi, serta teknologinya belum pernah dilihat sebelumnya oleh dunia. Setelah melihat pesawat tempur hitam tersebut, India tidak berani lagi menyerang Pakistan. India terus melakukan tindakan represif terhadap muslim di Kashmir, sehingga Pakistan memutuskan untuk melepaskan Kashmir dengan menggunakan pesawat tempur hitam ini.

Dengan sedikit perlawanan, Pakistan berhasil menguasai Kashmir. India enggan melawan Pakistan karena kemampuan tempur pesawat hitam yang sangat canggih. Berkat pesawat tempur ini, India tidak berani menyerang Pakistan, sehingga memberi kesempatan bagi Pakistan untuk berkembang dan bersiap menghadapi perang. Namun di sisi lain, India bersama sekutunya, kelompok teroris lain, serta kekuatan utama dunia sedang mempersiapkan perang terhadap Pakistan.

Setelah melihat pesawat tempur berwarna hitam ini, umat Islam dari seluruh dunia datang ke Pakistan untuk memperingati agama Islam dan bergabung dalam perang Ghazwatul Hind. Pakistan juga mengambil langkah-langkah untuk menjaga keselamatan umat Islam yang tinggal di India selama konflik berlangsung. Allah SWT memberikan kita kecerdasan yang besar melalui rahmat-Nya, sehingga kita mampu menciptakan teknologi seperti pesawat terbang.

Mengacu pada pernyataan Muhammad Qasim yang menyebutkan bahwa dalam mimpinya ia melihat pesawat tempur hitam ini sangat kuat dan beragam, serta "dunia belum pernah melihat teknologi semacam itu sebelumnya," maka bisa diperkirakan bahwa teknologi tersebut telah mencapai tingkat nano teknologi. Setidaknya, teknologi ini sudah memanfaatkan senjata laser, yang hingga saat ini belum digunakan secara umum oleh militer di seluruh dunia.

Pertanyaannya, apakah Pasukan Panji Hitam yang disebut dalam berbagai hadits sebenarnya merujuk pada pesawat tempur hitam canggih yang dilihat Muhammad Qasim dalam mimpinya?

Muhammad Qasim mengakui bahwa ia bertemu dengan Nabi Muhammad SAW dalam mimpinya sebanyak 300 kali dan merasakan kehadiran Allah SWT dalam mimpinya hingga 500 kali.

Sebagian mimpi-mimpi itu telah dibukukan dan disebarluaskan melalui grup WhatsApp, YouTube, Instagram, danX Mengapa mimpi menjadi bagian penting dalam Islam, dua ulama ternama Indonesia menjelaskan secara singkat.

Pada tanggal 6 Juni 2017, Muhammad Qasim melihat sebuah mimpi:

Aku mengalami mimpi di mana aku berada di dalam ruangan sebuah gedung besar dan sedang menceritakan kepada sejumlah orang tentang impian-impianku. Aku menyampaikan hal-hal seperti: apa yang akan terjadi di masa depan, tantangan besar yang menantikan umat Islam, upaya pihak kafir dalam menghilangkan agama Islam, bantuan dari Allah bagi umat Islam, serta bangkitnya Islam di seluruh dunia.

Kemudian seorang pria bertanya kepadaku: “Qasim, kapan impianmu akan menjadi nyata?” Aku diam dan berpikir dalam hati bahwa hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui kapan impian ini akan terwujud. Aku hanya bisa menduga dari mimpi saya, kapan semuanya akan terjadi. Seorang pria lain bertanya: “Apa tanda-tanda bahwa impianmu akan menjadi nyata dan bagaimana kami bisa percaya padamu? Ceritakanlah kepada kami tentang peristiwa masa depan yang akan membuktikan bahwa impianmu akan menjadi nyata.” Mereka mengajukan banyak pertanyaan kepadaku dan aku tidak memiliki jawaban untuk semua itu, lalu aku memutuskan untuk meninggalkan mereka.

Kemudian ada seseorang yang percaya akan mimpi saya, ia berkata: “Mimpi Qasim tampaknya berasal dari Allah SWT, tetapi saya akan melakukan penelitian mengenai mimpi tersebut dan berusaha mengetahui kapan mimpi ini akan menjadi nyata serta mimpi mana yang akan terjadi lebih dulu”.

Kemudian ia pergi dan memasuki ruangan yang menyerupai perpustakaan. Terdapat sebuah buku di tempat tersebut, dan di dalamnya terdapat selembar kertas. Ia membuka kertas itu dan di dalamnya tertulis bahwa; ‘Tanda pertama dari mimpi Qasim adalah, mereka (musuh) akan berusaha menjadikan Pakistan sebagai Tora Bora’ (kekacauan yang disebabkan oleh teroris).

Di beberapa mimpinya, Muhammad Qasim memperlihatkan skenario yang melibatkan Pakistan dalam perang besar yang dikenal sebagai Ghazwatul Hind, yang juga dikaitkan dengan Perang Dunia III. Menurut Qasim, perang ini dipaksa terhadap Pakistan setelah dua benteng utama Islam, yaitu Turki dan Arab Saudi, hancur oleh kekuatan yang ia sebut sebagai bagian dari "Illuminati."

Pakistan, dalam mimpi ini, menjadi benteng terakhir bagi agama Islam, dan kelangsungan hidup negara tersebut merupakan kunci untuk menjaga keberlangsungan Islam. Mimpi ini menyajikan deskripsi yang rinci mengenai Pakistan yang harus berjuang tidak hanya untuk mempertahankan kedaulatannya, tetapi juga untuk keselamatan umat Islam di seluruh dunia.

Muhammad Qasim menekankan bahwa sebelum perang besar ini berlangsung, Allah SWT memberitahukan mimpinya kepada komandan militer Pakistan, yang kemudian mengambil langkah-langkah untuk menjaga negara dan agama.

Ia juga menyaksikan bagaimana masyarakat yang mencintai Islam dan Pakistan bersatu, membersihkan negara dari perbuatan syirik, serta menciptakan sistem keadilan baru yang mengejutkan dunia.

Muhammad Qasim juga menggambarkan keruntuhan yang terjadi di berbagai wilayah Timur Tengah. Dalam salah satu mimpinya, ia melihat Turki dan negara-negara Arab hancur akibat kelompok teroris serta kekuatan besar yang mendukung tindakan tersebut. Meskipun Pakistan tidak terlibat dalam semua konflik ini karena keterbatasan sumber daya, mereka tetap mengambil langkah untuk menjaga kebersihan Mekah dan Madinah.

Di dalam impiannya, Muhammad Qasim juga menyaksikan bagaimana umat Islam dari berbagai belahan dunia berkumpul di Pakistan untuk bersama-sama menghadapi musuh-musuh agama Islam. Hal ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi perang besar yang akan datang, di mana Pakistan akan menjadi pusat perhatian.

Nabi Muhammad SAW dalam mimpi Muhammad Qasim

Pengalaman paling berkesan Muhammad Qasim adalah ia pernah menyaksikan langsung Nabi Muhammad SAW dalam beberapa mimpinya.

Qasim menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pengakuan terhadap kebenaran mimpinya, dengan menegaskan bahwa mimpi tersebut berasal dari Allah SWT dan bukanlah dusta.

Salah satu hadits berbunyi: "Siapa pun yang melihatku dalam mimpi, maka sesungguhnya ia telah melihatku, karena setan tidak mungkin menyerupakanku" (HR. Muslim).

Muhammad Qasim mengakui bahwa sejak berusia 12 tahun, ia sering mengalami mimpi di mana Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW muncul bersama. Namun, mimpi-mimpi yang lebih kuat mulai terjadi ketika ia berusia 17 tahun, dan sejak itu, ia terus menerima mimpi secara berkala selama lebih dari 23 tahun.

Mimpi panglima militer Pakistan

Dalam salah satu impiannya, Muhammad Qasim menyampaikan bahwa Allah SWT memberi mimpi tertentu kepada seorang jenderal militer Pakistan sebagai peringatan akan ancaman yang akan datang.

Mimpi ini, yang disahkan oleh Nabi Muhammad SAW melalui penglihatan Qasim, menjadi dasar bagi pasukan dan rakyat Pakistan dalam mempersiapkan diri menghadapi pertempuran besar.

Qasim menggambarkan bagaimana setelah menerima petunjuk tersebut, Pakistan mulai membersihkan negara dari segala bentuk tindak kejahatan, membentuk sistem pemerintahan yang adil, dan bergerak maju dalam persiapan perang untuk melindungi Islam.

Proses ini didukung sepenuhnya oleh rakyat yang sangat mencintai Islam dan Pakistan, serta persiapan teknologi militer yang luar biasa, termasuk pesawat tempur hitam yang sebelumnya disebutkan.

Kontribusi para ulama dan ilmuwan terhadap mimpi-mimpi Muhammad Qasim

Dua tokoh Muslim, Imran Abbasi dan Awais Naseer, berperan penting dalam menyebarkan mimpi-mimpi Muhammad Qasim ke seluruh dunia. Mereka tidak hanya mengkaji dan memverifikasi mimpi-mimpi tersebut berdasarkan Al-Quran dan hadis, tetapi juga aktif membuat video serta menulis mengenai pengalaman Muhammad Qasim.

Awais Naseer, yang sebelumnya ragu, akhirnya mengakui kebenaran mimpi Muhammad Qasim setelah ia sendiri bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW yang mengonfirmasi pengalaman Qasim. Di sisi lain, Imran Abbasi lebih cepat percaya dan menjadi salah satu pendukung awal yang menerbitkan mimpi-mimpi Qasim dalam bahasa Urdu dan Inggris.

Pengalaman mimpi Muhammad Qasim mendapat perhatian yang luas, khususnya karena sifat uniknya yang dianggap relevan dengan perkembangan dunia Islam saat ini. Meskipun ia menolak klaim bahwa dirinya adalah Imam Mahdi, mimpi-mimpi tersebut tetap dihormati dan dianggap sebagai bentuk peringatan serta petunjuk bagi umat Islam. Media di Pakistan telah banyak meliput kisah hidup dan mimpinya, dan hingga saat ini, Qasim terus menyampaikan pesan-pesan dari mimpinya untuk umat Islam di seluruh dunia.***

TerPopuler